Diposkan pada life, love, Uncategorized

Jurnal Kehamilan Si Jagoan

Lanjutan cerita tentang calon anak kami, kalo kemarin gue cerita kantongnya belom keliatan kan yak.

5 weeks (10 April 2018)

Huruf GS sebagai penanda kantung janin

Pertama kalinya flek itu datang. Rencana ingin periksa di usia 6 weeks terpaksa kami majukan karena hati ini mulai khawatir. Segera malam itu kami menuju rumah sakit terdekat dari rumah.

Setelah cap-cip-cup mencari dokter, akhirnya diputuskan ke salah satu dokter kandungan. Secara tak terduga, beliau dokter fetomaternal. Dokter yang memang mengetahui tentang kandungan yang beresiko.

Gue mulai diminta berbaring untuk usg transvaginal (usg dalam). Dokter mencari dimana letak dia. Alhamdulillah ada kantung janin. Walau tampak samar. Lega rasanya hati ini. Sepulang dari rumah sakit, gue dibekali obat penguat kandungan dan diminta bedrest beberapa hari.

6 weeks to 7 weeks (20 April 2018)

Gue pikir, flek ini akan berlalu begitu saja. Flek ini hilang timbul tapi tidak membawa rasa kram sama sekali. Hanya sesekali flek ini muncul tiap kali gue mengusapnya dengan tisu. Satu minggu lebih berlalu, flek kembali datang. Rencana kami berubah lagi. Maunya periksa nanti saja sekitar 8 minggu jika kandungan ini sehat, namun apa daya terpaksa gue dan masbeb kembali menemui dokter.

Perasaan sedih, takut, deg-degan campur jadi satu. Kembali lagi gue diperiksa dalam. Hasilnya kantung janin membesar dan ada kehadiran kantung makanan. Namun….detak jantung janin kami lambat sekali hanya sekitar 70 detakan permenit. Dokter memeriksa berkali-kali dan berkali-kali pula berucap “mungkin dia ngga akan bisa berkembang”. Ketika dokter mengatakan hal itu kepada kami, seperti biasa kami berpura-pura tegar. Belum ada air mata di hadapan beliau.

Bahkan untuk sekedar obat penguat, obat mual pun tidak dokter berikan karena beliau sudah prediksi bahwa janin kami tidak akan bertahan. Jujur saja, gue sedikit kecewa. Selama ini gue cukup sering mengalami mual hingga muntah. Gue juga masih berharap keajaiban itu ada.

Dokter bilang bahwa kita hanya perlu menunggu janin ini. Dalam artian bisa jadi janin ini akan luruh sendiri atau nantinya akan berhenti berdetak lalu gue harus kuret di rumah sakit. Dokter tidak bisa melakukan itu sekarang karena janin ini sesungguhnya masih hidup.

Setelah semuanya selesai, kami bergegas pamit. Pintu ruangan dokter terbuka, nyokap gue yang menunggu diluar bertanya tentang kondisi kehamilan gue ini. Tanpa bisa gue bendung air mata, gue cuma bisa bilang “nanti aja ya ma bahasnya di mobil”.

Masbeb mengurus pembayaran dokter dan hasil usg. Sementara gue dan nyokap duduk di sudut rumah sakit. Perlahan, air mata gue turun. Gue sedih mikirin janin gue ini, nyokap gue berusaha menasihati supaya gue ikhlas walau beliau sendiri hancur hatinya.

Urusan administrasi selesai, kami pulang ke rumah. Kebetulan nyokap gue lagi menginap. Sesampainya di rumah, kami masuk kamar masing-masing. Gue dan masbeb terduduk lemas di sisi tempat tidur. Kami berdua menangis bersama. Angan-angan kami seperti pupus begitu saja. Rencana empat bulanan setelah lebaran, rencana nanti mau ditempatkan dimana box bayinya, semua angan indah kami buyar. Kami berdua menangis, gue memeluk masbeb dan bilang “Udah ya mas, kita harus ikhlas. Nanti kita akan mengulang semua dari awal. Jangan sedih ya. Janin ini masih hidup kok“.

Gue berusaha lebih tegar daripada masbeb. Karena gue sadar, gue harus lebih kuat demi janin ini. Gue tetap akan minum vitamin hamil dan sisa obat penguat yang gue miliki (hanya punya dua butir obat penguat). Gue tatap hasil usg tadi di buku kontrol kehamilan gue. Sigh..ya Allah saya cinta sekali dengan calon anak kami.

Setelah menenangkan diri di kamar berdua sama masbeb, gue pergi ke kamar nyokap. Gue lihat beliau menangis diatas kasur, ngga tega. Sungguh, ini menyakitkan juga bagi gue. Gue kembali berusaha menguatkan orang yang gue sayang “Mama, udah jangan sedih ya. Janin ini masih hidup kok ma, cuma lemah. Syera minta doa dari mama supaya nanti segera diberi keturunan yang jauuuh lebih baik. Jika janin ini bukan rejeki kami, mudah-mudahan nanti segera dikasih pengganti yang baik ma. Tapi kalo ini masih rejeki syera dan masbeb, semoga janin ini tumbuh kembang sempurna hingga lahirnya nanti. Doain ya ma”.

Setelah vonis tidak mengenakkan dari dokter mengenai kondisi calon anak kami, disitulah kami berusaha berdoa setiap hari. Meminta kepada Allah SWT untuk diberi kekuatan dan ketabahan jika memang belum saatnya rejeki kami hadir. Sebagai calon ibu, wanita yang sedang mengandung ini gue merasa bahwa janin gue ada harapan. Nyaris setiap hari gue habiskan waktu senggang untuk browsing sana-sini perihal detak jantung janin yang lemah. Tidak jarang, hasil pencarian gue malah semakin memupuskan harapan ini. Di sisi lain, ada harapan muncul ketika gue membaca forum mengenai detak jantung janin yang belum terdeteksi tapi kemudian akan terdeteksi di dua minggu berikutnya. Artinya gue dan suami perlu menunggu waktu saja. Jika dalam hitungan hari terjadi peluruhan, berarti janin gue memang gagal hidup. Tapi Jika dalam waktu dua minggu tidak terjadi apa-apa, Insha Allah anak kami bertahan.

Selama masa penantian, mungkin karena sudah pasrah kali ya?! Jadi gue lebih santai menghadapi semuanya. Gue pergi makan steak enak, yang katanya sebaiknya menghindari malah gue hampiri. Tentunya gue makan steak tingkat kematangan well done. Terus yang tadinya saat gue flek disarankan untuk tidak hubungan badan demi mencegah terjadinnya keguguran, karena sudah pasrah dan ikhlas gue jalanin ibadah gue kepada suami. Dan itu semua berhasil kami lewati tanpa flek, tanpa kram sama sekali.

8 weeks (7 Mei 2018)

Dua minggu sudah kami lewati kecemasan itu, di suatu pagi saat bangun tidur gue merasa perut gue kempes. Gue ngadu ke masbeb “Mas, kok perut aku kempes ya?” kemudian masbeb merasa perut gue dan dia mengiyakan. Ngga tau Iyain biar gue diem atau emang dia males aja ngeraba-raba perut bininya di pagi hari.

Gue dan masbeb tetep menjalankan aktifitas kantoran seperti biasa. Tapi karena gue agak parno, gue minta izin buat pulang cepat supaya bisa cek kandungan. Suami gue bolehin gue periksa tapi dia bilang ngga bisa nemenin karena pekerjaan kantornya lagi padat. Fweeehh.

Yaudah lah, gue kan istri yang kuat. Yang penting isi ATM full, aman lah buat naik taksi dan bayar biaya dokter di rumah sakit. Segera siang itu gue coba telepon rumah sakit lain yang masih satu kota dengan rumah kami. Gue emang ngga mau balik lagi ke dokter yang sebelumnya. Trauma, ngga sreg. Nomer booking sudah gue pegang, sore itu gue siap bertemu dokter kandungan yang baru. Dokter kandungan nomer tiga karena sebelumnya gue udah ganti dua kali dokter.

Sore itu di rumah sakit favorit gue, waktu terasa amat lambat. Gue duduk di poli kandungan sambil mulut tidak henti-hentinya komat-kamit berdoa. Kanan-kiri gue penuh dengan pasutri, kebanyakan bininya udah melendung. Beda sama gue yang masih pake seragam kantor, perut masih rata, dan sendirian. Huuhuhu, sendu amet dah punya lakik sibuk. Saat itu gue dapet antrian nomer enam, posisi gue masih berada di ruang tunggu antrian dokter nomer dua. Gue melirik jam dinding rumah sakit, sebentar lagi magrib. Segera saja gue ijin ke suster untuk solat magrib dulu.

Emang yah kalo lagi punya hajat, manusia ibadahnya cepet. Giliran udah kagak ada hajat, kadang ibadah aja dilambat-lambatin hehehe. Gue antri solat magrib dengan cepat. Kondisi musola rumah sakit sedang padat-padatnya. Gue juga ngga mau kelamaan nunggu solat magrib karena takut antrian dokter gue keselak. Setelah selesai solat, secepat kilat gue kembali di ruang poli kandungan. Lucky me, pas banget mau masuk antrian nomer gue.

Gue menemui dokter dengan tegang, deg-degan banget. Dokter kandungan gue kali ini wajahnya kayak arab, cakep. Beliau mempersilakan gue berbaring di ruang periksa USG. Bagian perut bawah dibuka, dituang gel dingin dan kemudian dokter mulai memutar alat USGnya. Sedikit menahan nafas seraya mata gue melihat layar di depan gue. “Pertama kali periksa ya?” dokternya membuka percakapan. “Nggg..kalo disini pertama kali dok, tapi sebelumnnya sudah ditempat lain.”. Gue menjawab sambil melirik layar hasil USG, tampak bulatan yang berisikan sesuatu, itu janin gue kah?!.

“Bagus nih hasilnya, coba diliat ya usianya berapa…”

“HPHTnya sekitar 9 minggu 4 hari, kalau kita coba ukur dengan kandungannya sekitar 8 minggu 2 hari”. Dokter masih sibuk memutar alat USG sembari capture gambar serta print hasilnya.

“Normal semua dok? Detak jantungnya?”

Dokter kemudian beralih untuk mengecek suara detak jantung janin gue.

“Dugdugdugdugdugdugddug”..terdetak kencang dan cepat.

“Normal kok, sekitar 180 detakan permenit. Bagus semua ini”

Alhamdulilaaaah..” gue mengucapkan itu dengan suara yang lirih, hampir menangis karena terharu.

“Oke, sudah selesai periksanya ya”.

Suster membantu gue membetulkan pakaian gue, setelah itu gue duduk di depan meja periksa. Dokter sempat bertanya tentang apa yang terjadi sebelumnya, kemudian gue menceritakan bahwa di dokter sebelumnya (di rumah sakit lain) bahwa janin gue divonis lemah detakannya bahwa dibilang tidak berkembang. Dengan tersenyum dokter kali ini menjelaskan bahwa sebenarnya vonis tidak bisa langsung diberikan saat itu juga, perlu adanya evaluasi satu atau dua minggu kemudian. Alhamdulillah, janin gue berkembang baik, pengen rasanya gue meluk dokternya tapi gue malu hahaha.

Setelah diberikan resep vitamin, gue keluar dari ruang pemeriksaan. Rasanya hati gue tenang banget, bahagia. Sayangnya saat itu gue sendirian. Gue pengen segera kasih tau masbeb tapi gue tahan. Orang pertama yang gue kasih tau justru nyokap gue, kemudian mertua gue. Gue pengen kedua ibu gue merasakan hal yang sama. Calon cucu mereka berkembang dan hidup. Alhamdulillah.

Saat mengantri resep, masbeb telepon menanyakan kondisi gue. Gue bilang kalo sudah selesai periksa, masbeb mendesak untuk hasilnya. Gue mau bilang nanti aja lah, tapi dia ngga mau teteuuup penasaran. Gue bilang “Anak kita hidup mas, alhamdulillah dia tumbuh”.

Di ujung telepon sana, masbeb berucap yang sama. Alhamdulillah.

Dokter bilang ukuran anak kami sudah sebesar 2 cm. Betapa mungil ukurannya saat itu. Subhanaullah, ada calon penerus kehidupan tumbuh di rahim ini.

13 weeks (2 Juni 2018)

Hampir satu bulan berlalu setelah kontrol terakhir, tiba waktunya untuk kontrol berikutnya. Selama jeda pemeriksaan ini, rasanya kangen banget. Penasaran juga sudah sebesar apa si utun di dalam sini. Rasa penasaran juga menghinggapi masbeb. Dia selalu nanya “Jenis kelaminnya kapan sih bisa taunya?”.

Gue udah bilang kemungkinan kita bisa tau pastinya jenis kelamin janin itu sekitar usia kandungan 20 mingguan. Masih agak lama, jadi sabar dulu. Awal Juni ini kandungan gue memasuki usia 13 minggu berdasarkan HPHT, waktunya cek up ulang sembari melihat apakah ada kelainan pada pertumbuhannya ataukah semuanya normal.

Seperti biasa, gue selalu deg-deg an setiap kali USG. Komat-kamit doa ngga hentinya gue ucapkan. Begitu gue baringan di meja periksa dan dokter mulai mengarahkan alat USGnya diperut, si utun keliatan lebih besar daripada satu bulan yang lalu.

Whuaaa, udah ada tangan dan kakinya lengkap. Eh dia keliatan gerak-geraknya seperti melambai, meluruskan kakinya, lucuuuuu banget. Subhanullaah, ada kehidupan di dalam sini.

Dokter memeriksa utun mulai dari panjangnya, lingkar kepalanya dan ketebalan tulang belakang. Kata dokter semuanya normal dan tidak ada penembalan atau tanda-tanda abrnormal lainnya. Sekedar informasi, usia kandungan sekitar 12-13 minggu ini kita bisa mengecek lewat USG apakah ada kelainan kromosom pada janin atau ada tanda-tanda down syndrome pada calon janin. Cara mengeceknya dengan mengukur ukuran janin lewat bentuk tulang belakangnya, lingkar kepalanya dll. Walau memang ada test yang lebih akurat dibandingkan USG tapi umumnya sih dokter memeriksanya lewat USG terlebih dahulu.

Ketika dokter memeriksa keselurahan badan janin, secara spontan dokter mengatakan jenis kelamin bayinya. Tapi karena terlalu dini, masih ada kata “Kayaknya” jadi harus diliat lagi di pemeriksaan bulan berikutnya. Walau masih belum pasti yang jelas kami berdua senang mendengarnya. Terharu atas karunia Allah SWT kepada kami.

Sekarang usia kandungan gue insha Allah memasuki usia 15 minggu, perubahan yang terasa itu berat badan yang sudah naik sekitar 5 kilo. Tapi jangan salah, perut masih aja dong belum keliatan baby bumpnya.

Kalaupun mau keliatan masih kayak “maksa” buncitnya hehehe.

Kadang saking penasaran melihat perbandingan baby bump seusia kandungan saya ini sampai buka instagram dan mencarinya lewat hashtag. Tapi walaupun Baby bump belum terlihat, yang penting ukuran janin dan lainnya normal serta sehat.

Sekali lagi Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas kehamilan ini. Kami yang dulu sempat divonis susah hamil alami, kami yang dulu sempat nyaris putus asa bahkan saya sempat membayangkan “bagaimana jika harus keluar uang banyak untuk bayi tabung?” Rasanya rasa Syukur ini tidak henti-hentinya kami ucapkan. Memang pernikahan kami ini masih tergolong baru, tapi berhubung kami periksa dini mengenai program hamil jadi kami bisa tahu kekurangan kami berdua. Entah gimana jadinya jika kami enggan periksa ke dokter lebih awal. Bisa jadi tiap bulan saya hanya menangisi jadwal menstruasi, bisa jadi masbeb akan terus merokok dan tidak makan sehat.

Jangan pernah berkata untuk membuat kehamilan itu mudah, karena ada sebagian dari pasangan itu perlu perjuangan untuk mendapatkannya.

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Berhubung besok sudah lebaran..

Syera dan Masbeb mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1439H, Mohon Maaf Lahir dan Batin yaaa teman-teman..”

We love youu

Semoga yang jomblo yang kangen jadi pengantin akan segera menjadi pengantin, semoga yang ingin mendapatkan keturunan akan segera mendapatkan keturunannya sendiri, semoga hal-hal baik lainnya menular kepada teman-teman blogger dan pembaca lainnya. Amiiin.

Iklan
Diposkan pada Uncategorized

Rindu Sheila on 7

Bawaan hamil atau emang lagi rindu masa remaja kali ya? Tetiba selalu memutar lagu-lagu Sheila On 7 di salah satu aplikasi hape. Sebagai anak yang lahir tahun 80an, masa remaja di awal 2000an, SO7 mengiringi masa remaja gue. Masa dimana gue selalu GR ngebayangin om atau mas Duta nyanyi lagunya buat gue, atau ketika gue lagi mulai puber dan suka-sukaan gitu liat kaka kelas.

Gue inget banget sekali-kalinya nonton konser Sheila on 7 waktu SMP di Gor Bekasi, tiketnya pun gratisan alias kagak beli karena gue dan temen gue nyelip di pager yang sengaja dijebol oleh sekumpulan massa yang pengen keliatan keren dengan nonton konser tapi kagak punya duit bwahahahaha.

Gue melihat band Sheila on 7 dari kejauhan, ikutan nyanyi lagunya, dan saat itu adalah waktu terbahagia di memori remaja gue. Terakhir baju gue basah kena guyuran air dari pemadam kebakaran yang stand by saat konser 😂😂😂 ya Allaaaah receh bener ya kisah gue waktu ABG.

Waktu berlalu, hingga sekarang SO7 tetap menjadi salah satu band yang gue sukai. Walau sekarang gue mampu beli tiket konsernya tapi belum pernah sekalipun dapet kesempatan melihatnya lagi secara langsung. Alasan gue karena kurang informasi aja sih, hehehe. Gue emang kurang update soal jadwal konser artis. Lebih update soal gosip artis daripada jadwal beginian, huhuhu.

Sheila on 7 ngga melulu liriknya aja yang bagus, video klipnya pun unik di mata gue. Beberapa video klip lagu seperti Pejantan Tangguh, Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah, Sebuah Kisah Klasik, Hari Bersamanya dll selalu mengena di dalam ingatan. Siapa yang juga ngerasain hal yang sama kayak gue soal video klip ini?

Sekali lagi…gue merasa rindu dengan band ini..atau gue merasa rindu dengan kenangan ABG gue?

Entahlah.

Diposkan pada life, Pregnancy, Progam Hamil, Uncategorized

Program Hamil : Hasil Ikhtiar Kami

Bagi sebagian orang mungkin akan mengira hamil itu mudah. Cukup hub badan di masa subur, langsung dung!. Tapi bagi sebagian lagi, terutama kami yang mempunyai masalah infertilitas entah baik dari suami atau istri atau keduanya, yang namanya kehamilan adalah perjuangan.

Gue menikah di bulan Oktober 2017, sedari awal kami berdua tidak menunda bahkan bisa dibilang excited banget soal bikin anak hahaha. Masa dimana semua orang nyaris bilang “Santai aja, jangan dibawa pikiran”. Kami memang ingin seperti itu, tapi hasrat pengen jadi calon orang tua lebih besar dari keinginan rasa santai. Setiap bulan gue mendapati diri mens, gue nangis sedih. Merasa gagal, bingung kok ini sperma ga ketemu-ketemu sih sama telur gue??. Gue emang rada lebay kali ya. Tapi karena awalnya gue mikir hamil itu gampang. Hingga akhirnya gue sama suami membicarakan diri untuk pergi ke dokter kandungan. Ngga niat promil banget tapi pengen cek aja apakah kami baik-baik aja kaya lagunya si Pinkan Mambo, atau ada yang salah diantara kami berdua?!.

Setelah pemeriksaan pertama, hasilnya gue baik-baik aja, masbeb diperiksa spermanya dan mesti menunggu satu minggu lagi untuk dibacakan hasilnya. Soalnya waktu kami ke dokter cuma ada di weekend. Setelah satu minggi berlalu, kami melihat hasil sperma masbeb, disana tertera jumlah spermanya, jumlah geraknya, bentuknya. Intinya masbeb divonis Oligoasthenoteratozoospermia. Suatu masalah yang kompleks bagi pihak lelaki.

Dalam sperma normal, seharusnya jumlah minimal yang dikeluarkan adalah 20juta sperma dalam satu kali pengeluaran (apalagi tidak dikeluarkan dalam waktu tiga hari), gerakan yang bagus harus sekian persen artinya geraknya lurus bukan zig-zag, dan bentuknya sempurna mulai dari kepala bulat sampai ekornya sempurna tidak ada bercabang minimal diatas 4%.

Tapi yang terjadi di masbeb, jumlah sperma yang keluar hanya 4juta, dari jumlah tersebut gerakan yang abnormal 98%, bentuk yang normal hanya 1%. Dokter berkata bahwa suami gue mesti minum obat mengejar kekurangannya, untuk inseminasi minimal 15juta sperma, untuk hamil alami minimal 20juta sperma. Saat itu di ruangan dokter rasanya gue pengen nangis kejer. Tapi cuma gue tahan aja ini air mata ngembeng.

Selanjutnya gue dikasih lembaran untuk HSG tapi ngga gue lakukan karena udah terlanjur HB sama suami setelah masa haid beres. Bulan berikutnya pun gue malah males-malesan untuk periksa HSG.

Kembali lagi ke cerita masbeb, setelah vonis tersebut kami sepakat promil perbaikan spermanya. Masbeb berhenti merokok (tapi ketauan tetap merokok selama satu minggu setelah komitmen mau berhenti itu, setelah drama #biningamuk akhirnya dia berhenti total 100% insha Allah), minum obat teratur, minum jus buah, dan semua ikhtiar yang gue bahas di postingan sebelumnya.

Bulan pertama promil, gue masih mens. Belum baper sih, karena baru sebulan perbaikan mungkin masih tahap penyembuhan. Di bulan pertama ini kami banyak melakukan kegiatan baik seperti berenang di waterpark, jalan-jalan ke semarang, pergi ke panti asuhan. Dibawa senang sembari menekuni ikhtiar kami. Bulan pertama obat dari dokter habis. Gue bilang ke masbeb kita coba ikhtiar islami aja ya. Maka gue mulai menekuni kegiatan ngejus buah pagi dan malam, belikan masbeb habbatusaudah, beli madu sidr mesir, beli kurma muda, rebus air zuriat.

Semua gue coba demi kebaikan kami berdua. Gue ikut makan kurma muda yang rasanya sepat setiap pagi, gue juga ikut minum madu. Obat-obatan ngga gue sentuh sama sekali. Bahkan folavit dan vitamin E yang jadi stok di kamar gue malah nganggur.

Bulan kedua promil, masih dengan cara yang sama, minus obat dari dokter karena sudah habis. Hanya saja gue udah nyaris kendor semangatnya. Masbeb kebalikannya dia masih semangat dan minta dibuatkan jus terus. Di bulan kedua promil gue malah sakit panas sampai 39 dercel, endingnya opname di rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, gue tipes tapi skalanya masih terhitung rendah. Orang-orang yang besuk gue pas opname kemarin semuanya bilang “mau hamil kali, makanya sakit dulu”. Hahaha, emang sebenarnya ngga ada korelasi ya orang sakit sama hamil, tapi gue cuma bisa mengaminkan saja.

Setelah pulang opname keadaan gue membaik tapi lambung gue yang ngga baik. Gue selalu muntah, asam lambung naik terus sampe males mau makan apa lagi. Masbeb bilang mungkin gue hamil. Tapi gue bilang ini tuh masa subur keleuus. Lah iya, gue opname di masa setelah mens selesai. Artinya pas gue balik dari rumah sakit, ini tuh masa kesuburan gue. Kali ini dalam prosesnya jauh lebih santai. Ngga ngoyo, tapi tetep berharap dan berdoa. Oh iya di promil bulan kedua, gue mulai pake Babytest lagi. Semacam alat mengukur kadar LH yang bentuknya kayak testpack.

Gue dulu pernah pake ini di awal pernikahan, tapi kondisinya belum tau soal masalah infertilitas kami. Setelah tau, pengobatan dimulai dan dibulan kedua promil gue baru pake lagi. Gue test H-2 sebelum tanggal perkiraan ovulasi. Hasilnya dua garis samar cenderung tebal. Mulai deh ya kikuk-kikuk. Tapi lagi-lagi pas abis tanggal ovulasi agak males 😂. Gue masih ngarep ada satu jagoan yang bertahan di dalam.

Atas : tes H-2 masa ovulasi, Bawah: tes H+3 masa ovulasi.

H+3 setelah tanggal ovulasi, gue coba test lagi kadar LH gue. Asumsi gue seharusnya garisnya melemah. Tapi diluar dugaan, garisnya tebal sekali. Gue bingung, kok bisa ovulasinya meleset di hari ke 20?! Akhirnya gue bilang ke masbeb dan kami coba lagi berkikuk-kikuk walau sebenarnya ngantuk hahaha.

Akhir bulan Maret, kami melakukan perjalanan Yogyakarta untuk liburan, disana puas-puasin deh jalan ke Borobudur, Kulari ke Gunung kemudian ke Pantai (dari naik Jeep merapi lanjut ke pantai) kayaknya puisi AADC terinspirasi dari Yogya, terus main ke Kulonprogo dll. Gue dan masbeb memutuskan sewa mobil lepas kunci. Kami pergi dari pagi dan baru pulang malam hari. Seharian diluar pokoknya.

Perkiraan gue seharusnya gue mens tanggal 29 paling cepat atau tanggal 30 paling lambat. Mengingat catatan tanggal haid yang teratur. Bahkan sempet deg-degan takut mens 😂 repot ganti pembalut soalnya. Tapi diluar prediksi gue, hari pertama di Yogya terlewati begitu saja. Gue masih bersih. “Oh mungkin besok kali ya”. Hari kedua gue udah persiapan menggunakan pembalut, prediksi gue siang atao sore nih datang bulannya. Hingga malam hari gue masih bersih. Bahkan gue sempat terbangun dari tidur tengah malam buat sekedar cek kondisi. Ga enak kalo sampe bocor di kasur hotel yang seprainya putih. Ternyata ngga mens. Gue mulai curiga dan ngebatin “masa sih gue hamil?”. Apalagi tadi pagi gue sama masbeb naik jeep merapi, gonjang-ganjing ajee itu badan sampe pantat 😂😂. Emang sih waktu naik jeep gue sempet khawatir soal rahim gue, gimana kalo ada isinya?! Padahal harusnya tanggal itu gue mens. Wkwkw feeling cewe kali ya.

Oke, lanjut hari ketiga masih jalan-jalan seharian, makan gelato malem-malem, pulang masih packing pula. Gue masih nungguin di M. Rada nyesel sih ngga bawa stock testpack tapi kan ga pernah tau bakalan telat begini. Perjalanan gue dan masbeb pulang ke Bekasi berasa lama banget. Pengen banget cepet-cepet testpack.

Sesampainya di rumah, riweuh sama bawaan dari Yogya. Mana rumah semerbak bau duren. Soalnya emang gue ninggalin satu buah duren pas pergi kemarin. Eh ditengok ke dapur, durennya udah merekah mateng dong. Gue buka deh itu duren, simpenin di kulkas.

Kelar urusan duren, gue diem-diem coba testpack. Harapannya garis dua, tapinya…sigh, garis satu 😂🤣

Sampe gue pelototin itu garis masih aje garis satu. Karena gue KZL, udah telat 3 hari tapi satu garis, yaudah makan duren yang tadi gue belah sendirian. Masbeb?! Dia lagi rebahan di kamar. Hahaha. Gue whatsapp emak gue kalo gue telat tapi hasil testpack negatif. Kata emak gue, sabar aja. Pikir positif. Yailaah mak, bukan aye kagak sabaran. Tapi kan galau jadinya mau ngabisin ini duren.

Untungnya sih gue masih waras, cuma abisin empat biji doang. Mana durennya manis pahit, enak beneer kan yah. Sorenya gue sama masbeb ke rumah nyokap gue buat anterin oleh-oleh. Udah ditekad bulat tuh kalo gue bakalan mau ambil testpack yang ada di emak gue. Eh ketauan sama nyokap. Sial hahahaha. Kata nyokap sabar aja tunggu 14hari telat.

Ebuseeed lama beuut.

Gue pun pulang tanpa bisa culik testpack gue sendiri. Malamnya gue testpack lagi pake testpack murah yang tersisa di kamar gue. Hasilnya teteup negatif. Udah telat 3 hari tapi negatif. Ini gue stress makanya telat mens ato apaan sik?! Perasaan gue hepi dah walau sempet opname. Gue pun galau kayak anak perawan telat mens.

Besoknya gue whatsapp temen gue yang dokter. Cuma buat nanya kali aja efek obat opname gue bisa bikin mundur ini siklus. Tapi kata temen gue, ngga kok. Tungguin aja sminggu baru test lagi. Ya Allaaah nunggu kan lama yak.

Hari keempat, gue tungguin si M ngga dateng-dateng.

Hari kelima, gue tungguin masih aja kalem.

Malam harinya gue curhat ke masbeb, gue nih kenapa telat ya?? Masbeb sambil nyisirin rambut gue yang kusut, dia bilang gue kagak hamil. Kesel jadinya. Dia mau jadi bapak gak sih?! Saking keselnya gue ngamuk dikasur, nendang-nendangin laki gue sendiri 😂 terus tidur punggungin badan. Masbeb cuma bisa menghela nafas.

Menjelang jam satu pagi, gue kebangun. Gue masih galau soal telat mens ini. Kesempatan testpack gue sisa satu lagi. Testpack termahal 😂😂 yang gue sayang-sayangin. Belinya online, dulu gue beli karena gemes aja sama ini testpack pake ada indikatornya usia kehamilan gitu. Sampe tang-ting-tung “pake..kagak..pake…kagak..tapi dulu gue emang nazar bakalan pake testpack ini kalo udah telat. Sekarang kan udah enam hari telat…pake ngga ya?!”

Udah galau duduk sendirian di atas closet tengah malem, untung kagak ditemenin kunti. Akhirnya setelah tarik nafas dalem, gue ikhlasin celupin ini testpack mahal ke urine gue. Bismillahirahmanirrahim…clup..

Berdasarkan kertas petunjuk, celupnya dua puluh detik. Gue hitung..tu..wa…ga..pat..ma..namm..luhh..dll sampe dua puluh detik. Angkat hati-hati. Ngeri kecebur bak mandi soalnya hahaha.

Gue liatin itu testpack, muncul jam pasir..asli disini adalah detik terpanjang dalam hidup gue 😂 gue sampe takut liat hasilnya, gue baca lagi itu kertas takut salah. Katanya abis jam pasir bakalan muncul tulisan “pregant” atau “not pregnant”. Gue panas dingin buat liat testpack lagi.

Pas gue liat kembali, muncul tuliasan “Pregnant”. Makkkk?? Seriusan gue hamil????udah senyum-senyum aja. Ngga lama muncul lagi tulisan 1-2.

Alhamdulillah, insha Allah gue hamil. Tengah malam itu gue kembali ke kamar, testpack sengaja gue taruh di meja rias. Pagi harinya ketika gue menyiapkan jus buah untuk masbeb, dia nanya soal gue yang testpack lagi. “Kamu semalam testpack ya? Hasilnya mana?“. Terus sambil senyum gue jawab “Tuh ada di meja rias, liat aja”. Dia kembali ke kamar, abis itu nyamperin gue ke dapur sambil bawa testpack. “Ini artinya apa?” Muka dia bingung kali ya. Gue balikin “lah, disitu tuliasannya apa?”. Masbeb jawab singkat “Pregnant”. “Lah iya itu pregrant artinya apa????” Gue test tanya balik. “Kamu hamil yang?? Beneran hamil??” Segera dia meluk gue sambil cium kening. Kami emang masih takjub soal hasil testpack. Dan cuma bisa bilang “banyak doa aja ya, semoga aku beneran hamil” amin ya Allah.

Kami sepakat untuk menahan rasa gembira ini, kami ngga mau kasih tau ortu dulu. Tapi nyokap gue yang keburu tau gue telat udah bilang kalo gue hamil.

Masbeb masih penasaran sebenarnya dengan hasil testpack. Kenapa telat tiga hari negatif, tapi telat enam hari positif?!. Yowis untuk mengatasi rasa penasaran masbeb, gue beli testpack lagi. Kali ini beli yang cebanan ajah. Kamis pagi gue main celup-celupan lagi. Alhamdulillah hasilnya positif walau samar. Gantian gue yang galau.

Kok masih samar ya? Padahal telat satu minggu. Rasa penasaran gue membesar, gue telat satu minggu tapi kok samar?! HCG gue kok rendah ya? Jangan-jangan BO atau KET (amit-amit jabang bayi, jangan sampai ya Allah). Okeh, gue sabarin untuk testpack ulang lagi di hari Sabtu tanggal 7 April.

Celup-celupan lagi kita

Alhamdulillah garisnya perlahan menebal, tanda ada yang berkembang di rahim gue (Insha Allah). Masbeb makin senang tentunya. Sejujurnya kami penasaran pengen cek USG ke dokter tapi pesimis karena biasanya belum kelihatan benar isi di dalam rahim ini.

Sayangnya rencana mau nunda satu minggu lagi, terpaksa ke dokter hari itu juga karena gue kram perut. Emang kram selewatan, alhamdulillah ngga ada flek sama sekali. Dokter pun cek USG dan hasilnya…adalah…kosong. ya Allah, masha Allah. Huhuhu, gue khawatir campur sedih. Dokternya kalem.

Gue cek kalkulator kalender harusnya udah 5 weeks kok belum ada kantungnya?! Tapi dokternya menenangkan gue. Katanya normal karena masih muda. Dokternya bilang gue balik lagi bulan depan aja. Sigh baiklah. Mudah-mudah kantong dan janinnya sudah terlihat berkembang sesuai pada usianya.

Karena masih galau soal kondisi ini dan masih penasaran besoknya masbeb nyuruh gue testpack ulang lagi. Kali ini test di sore hari. Karena selama ini testnya kan pagi-pagi. Dia mau tau, apa hormon HCG gue bakalan naik ato ngga.

Okelah, bapaknya masih penasaran rupanya sama kamu nak, ayo cek lagi.

Horee hasilnya makin tebal sekarang. Alhamdulillaah. Insha Allah gue hamil, Amin. Kali ini terpaksa kami kasih tau aja deh orangtua kami. Sekalian minta doa semoga janin ini berkembang dengan sempurna di dalam rahim gue.

Kami harus bersabar menunggu ketemu dedek. Yang gue rasakan sekarang cuma rasa mual sampai muntah kalo habis makan. Kayaknya tuh kalo ngga muntah, ngga enak. Tapi alhamdulillah frekuensi mual muntah normal. Penciuman gue juga masih wajar sih, belum sampe bikin eneg. Malah gue suka pake parfum sejak testpack hari pertama. Alhamdulillah sampai saat ini belum menggangu.

Semoga semuanya berjalan baik ya. Semuanya kuat, janinku bertumbuh sempurna di dalam rahim, sempurna fisiknya, sehat fisik dan akal pikirannya. Amiin.

Nak tumbuh yang sehat di dalam sini ya. Ayah, eyang kamu, om tante semua sudah menanti kehadiranmu.

I love you..

Untuk pejuang promil yang masih berjuang, percaya lah bahwa Ikhtiar yang sudah kalian lakukan akan membuahkan hasil. Tidak ada yang tidak mungkin bagiNya. Manusia selayaknya berusaha, pasrahkan kepada Tuhan. Minta lah kepadaNya, mohon ampun kepadaNya, minta agar kalian dipantaskan menjadi orangtua bagi darah daging kalian sendiri.

Diposkan pada Uncategorized

Weekend Singkat ke Semarang

BeautyPlus_20180228110044_save
Spiegel Kota Tua Semarang

Ya ampuun, ini blog lama banget ga ke update yak. Sebenarnya banyak banget draft yang udah gue tulis tapi..gue keseel udah cape ngetik eh ga kesimpen gitu tulisan gue di WP. Yaudah jadinya badmood dan berakhir ahh bye aja deh nulisnya.

Nah, karena sekarang sedang mood bagus jadi kenafaaah tidaak kita mengupdate kehidupan gue yang sederhana ini. Duilee, gue siapa sih?! cuma blogger abal-abal yang nulis aja berantakan dan kadang lebih banyak curhatan daripada cerita berfaedahnya hahahaha.

Jadi gue mau cerita pengalaman gue dan masbeb ke Semarang akhir Februari lalu. Kami pergi menggunakan kereta api dan bertepatan dengan banjir di Brebes. Efek dari banjir itu adalah force majeur yang mengakibatkan kereta banyak delay gitu. Kereta ke Jawa loh yah bukan commuter line. Delaynya pun parah bisa sampe lebih dari dua jam, bahkan pihak KAI sendiri membolehkan penumpangnya untuk refund 100% uang kembali.  Mungkin saking putus asanya kali ya makanya diperbolehkan refund full gitu di hari H keberangkatan.

Gue dan masbeb naik kereta Argo Bromo Anggrek dengan jam keberangkatan 21.30 dan pada akhirnya kena delay juga sekitar 30 menit. Alhamdu…lillaaaah. Durasi keberangkatan Jakarta menuju Semarang kalo naik kereta itu harusnya 6 jam. Kemungkinan estimasi sampai sana pun jam 3 pagi. Tapi karena banjir di Brebes itulah, kereta kami pun kena imbasnya.

Selama perjalanan beberapa kali kereta berhenti di tengah rel supaya bisa gantian jalur dengan kereta lainnya. Gue yang selama perjalanan tidur pun jadi susah karena gerbong kereta terang benderang, lampunya ngga diredupkan kayak pesawat. Udah gitu ya ampuuuun beberapa penumpang bapak-bapak tidurnya ngorok kenceng banget. Lebih kenceng dari ngoroknya suami gue hahaha. Masbeb sampe beneran susah merem, kata dia suara ngorok penumpang lain itu mengganggu tidurnya. Yaudah deh jadi selama perjalanan itu dia begadang dan gue setengah begadang.

Ngga terasa sudah enam jam kereta berjalan, sekitar jam 3 pagi gue kira udah memasuki daerah jawa tengah. Ternyata…….ngga dong. Jam tiga pagi kereta kami baru sampe Cirebon. Cireboooon wanjiiiir, enam jam naik kereta baru sampe Cirebon?! Kemana aja luuu?! Oke ini bukan salah keretanya tapi emang kondisi imbas banjir. Sekitar jam setengah empat pagi, kereta kami sampai di stasiun Cirebon. Semua penumpang dipersilahkan turun buat naik bus sampai Stasiun Tegal.

BeautyPlus_20180305141659_save
Stasiun Cirebon

Wooow, daebaaaak. Jadi kami semua beneran turun dari kereta terus nyambung naik bus yang memang disediakan pihak KAI secara gratis. Abis naik bus menuju kota Tegal baru deh lanjut naik kereta lagi. Luar biasa bangeet kan. Yang turun tidak hanya penumpang, masinis sampai OB kereta pun ikut naik bus yang sama kayak kami. Entah ada berapa bus yang disewa untuk mengangkut penumpang seperti kami. Lumayan banyak sih. Bus besar sudah tersedia di parkiran Stasiun Cirebon.

Jujur gue salut loh sama KAI, mereka sigap dan memikirkan penumpangnya. Ngga asal main ngebatalin keberangkatan, bahkan skenario supaya kami sampai tujuan pun sudah dipikirkan. Ini pertama kalinya gue ngerasain naik kereta yang nyambung begini hahaha. Kembali ke cerita naik bus ya, perjalanan dari Stasiun Cirebon menuju Stasiun Tegal sekitar dua jam. Melewati Tol Brebes Timur tentunya sih. Sepanjang perjalanan ini gue dan masbeb sempat tidur, supaya ngga teler amet.

BeautyPlus_20180305141725_save
Stasiun Tegal

Akhirnya setelah dua jam naik bus, kami sampai di Stasiun Tegal jam enam pagi. Kereta pengganti pun sudah dipersiapkan. Langsung aja cusss naik kereta. Oh iya nama keretanya pun tetap sama yaitu Argo Bromo Anggrek. Setelah semua penumpang dipastikan masuk naik gerbong, ngga lama kereta pun berangkat. Ditengah perjalanan masinis dan OB mendatangi penumpang satu persatu untuk membagikan biskuit Malkist dan Air mineral ukuran 600 ml ke setiap penumpang seraya mengucapkan kalimat “Maaf ya keretanya terlambat”. Gue meleleh banget denger ucapan maaf dari mereka. Dengan kondisi sama-sama cape, tapi masih tetep menjalankan tugas dengan baik plus attitudenya mengucapkan maaf padahal kan bukan salah mereka ya.

Nah kalo dari Tegal menuju Semarang Tawang perjalanan ditempuh dalam waktu sekita 2,5 jam. Jadi jam 8.20 pagi pun kami sudah sampai di Semarang. Akhirnya kan yaaah sampai juga perjalanan panjang ini. Eh pas kami antri di pintu keluar, udah ada petugas yang pake baju polo gitu membagikan makana lagi buat penumpang yang datang terlambat. Cukup banyak petugas yang keliatan masih kayak anak muda ini menghampiri penumpang satu persatu sambil membagikan makanan dan minuman. Kali ini dapetnya burger mcd sama air mineral lagi. Hahahahaa.

IMG_20180224_082235
Makanan dari pihak KAI

Lumayan banget ini sih, tapi bawaan jadi berat juga lah gue sama masbeb pegang masing-masing dua air mineral ukuran 600 ml (total 4 botol). Ini sih kompensasi makanannya aja udh lumayan bangeet buat mengganjal perut di pagi hari.

Berhubung ke Semarang ini tujuannya untuk kondangan nikah temen kantornya masbeb, jadi langsung aja deh kami bersih-bersih di teman satu angkatannya masbeb yang kebetulan tinggal disana. Udah capek, lecek, ngantuk banget tapi mesti kondangan. Yasudah deh seada-adanya aja. Untung gue udah pasang bulu mata extention jadi dandannya pun minimalis aja udah cukup.

BeautyPlus_20180305141614_save
Kondangan Terjauh di Semarang

Selama menghadiri kondangan, gue banyakin makan aja biar nih mata melek hahaha #alibi. Tapi seneng juga sih karena ini merupakan kondangan terjauh gue plus penuh derita menuju ke kota ini. Kelar acara, gue minta balik ke Hotel. Ngantuk bangeet. Oh iya kami menginap di Pandanaran Simpang Lima. Lokasinya cukup strategis banget karena dekat dengan Lawang Sewu dan pusat oleh-oleh. Beneran cuma kisaran waktu menit untuk kesana kemari. Udah gitu hotelnya murah cuma 400ribuan permalam sudah sama breakfast. Mantap lah untuk tipe pelancong singkat kayak kami ini. Kendaraan pun sengaja kami sewa motor dengan biaya 80ribu/24 jam alias seharian. Harga yang standar tapi memudahkan akses kalo mau kemana-mana. Untuk tempat sewa motor di Semarang, kami menghubungi Asha Rent (0856.0005.6080) cukup melampirkan KTP dan kartu identitas lainnya bisa NPWP plus wajib mempunyai SIM ya.

Motor ini kami gunakan untuk muter-muter seputar Semarang Langsung aja yak ini pamer foto selama di Semarang sana.

BeautyPlus_20180228105840_save
Lawang Sewu

IMG_20180225_090846

BeautyPlus_20180305141453_save
Klenteng Sam Po Kong

BeautyPlus_20180305141521_save (1)

BeautyPlus_20180305141601_save

Gue dan Masbeb hanya mengunjungi Lawang Sewu, Klenteng Sam Po Kong, dan Kota Tua Semarang. Soalnya waktu kami hanya terbatas itu pun muterin Semarang di hari Minggu sebelum kami pulang. Kenapa ngga pergi di hari Sabtunya? Karena kami capek banget udah gitu sore hari sampai malam di Semarang turun hujan yang cukup deras.

Biaya masuk ke Lawang Sewu sekitar 10ribu/ orang. Klenteng Sam Po Kong kalo ngga salah inget 8ribu/orang tapi hanya bisa sebatas keliling di depan lapangannya aja. Kalo mau full bisa masuk klenteng harus bayar 24ribu per orang. Ih mahal hahaha, karena bagi gue cukup foto depannya aja jadi gue cuma bayar 16ribu berdua buat fotoin depannya aja. Toh cukup mewakili hehehe. Kalo jalan-jalan di Kota Tua Semarang sebenarnya sama persis kayak Kota Tua di Jakarta. Banyak cafe di bangunan antik, tempatnya full sun alias panas hehehe dan cukup berjalan kaki aja foto-foto buat dimasukin ke IG.

Wisata kota Semarang sudah, wisata kuliner? Nyaris sama, ngga banyak yang bisa kami icip karena diburu waktu. Gue dan Masbeb cuma makan di Nasi Pindang Gajahmada, beli Lunpia Cik Meme. Untuk Lunpia kenapa ngga ke gang lombok?! Karena muahaaal. Bagi gue harga yang dijual kemahalan toh rasa Lunpia Cik Meme juga enak dan dijamin juga keaslian rasanya yang sama dengan Lunpia Gang Lombok. 1 pcs Lunpia Cik Meme dibandrol mulai 15ribu-25ribu tergantung isiannya. Gue beli harga yang murah aja dong hahaha. Sayangnya gue lupa foto Lunpianya karena laper banget. Rasanya enak dan ngga bau pesing.

Sebenarnya gue dan masbeb banyak banget rincian perjalanan ke Semarang mau ngapain aja gitu, karena ngga cuti dan memanfaatkan weekend jadi seada-adanya aja. Mudah-mudahan nanti makin banyak waktu luang buat liburan supaya gue bisa update kesenangan disini. Karena piknik itu perlu biar ga jadi netizen yang Julid. Mwhehehehehe.

 

Diposkan pada love, Review, Ulasan, Uncategorized

Akhirnya Nikah (Review Vendor)

DSC00535

Sebelumnyaa…Helaaaaawww semuanyaaaa, udah liat foto aye pamer foto buku nikah kan?? Sekarang alhamdulillaah udah resmi jadi istri masbeb. Alhamdulillaah Masbeb emang sadar 100% waktu mengucap ijab kabul untuk menikah sama gue, pan takutnya ada yang curiga kalo si masbeb gue sirep wkwkwkwk.

Kami menikah di tanggal syantiiiiik yaitu 7 Oktober 2017

Katanya sih itu angka bisa dibalik-balik tapi samaan, 7102017 atau 071017. Ngga ngerti dah ya, sebenarnya kami nikah kemarin itu karena emang cuma tanggal segitu aja yang kosong pas booking gedung. Mwahahahaha. Jadi kalo baca tulisan sekarang, harap maklum kalo gue masih ngerasa hepi di aneka sosmed gue, dari Facebook sampai Instagram pun gue masih nyampahin timeline dengan foto kami *duileeeeh.

Tapi untuk postingan kali ini emang sengaja ngga ceritain gimana pas hari Hnya, gimana pas malam pertamanya, gimana rasanya melukin anak orang tanpa mesti deg-degan takut digrebek sama pak RT, ahh itu mah indah lah yak. Ngga usah ditanya enaknya semanah 😂😂.

Kali ini kita ngereview aja vendor nikahan kemarin. Menikah itu memang sebaiknya karena pilihan hati. Begitu juga ketika memilih vendor pernikahan, harus dari hati dan teliti. Maka daripada itu, gue mau memberi review vendor-vendor pernikahan yang gue dan masbeb pakai.

Rias Wajah Pengantin Wanita

Hair do and Paes by Sunin Make Up Paes

DSC00003

Detail Bunga Paes Jogja Putri Modifikasi

Cita-cita saya ketika menikah nanti adalah dirias dengan adat jawa dengan riasan paes YOGYA PUTRI. Karena itu, memilih perias yang ahli untuk hal paes memaes ini penting pake bangeet. Walau bukan seorang dukun manten setidaknya cari orang yang ahli soal riasan jawa ini. Kalo pilih asal-asalan terus hasilnya jelek, bisa bikin BETE seumur hidup tiap kali liat foto nikahan 😂😂.

Makanya beberapa bulan jauh sebelum hari H, udah nanya kesana-kemari cari perias yang cocok. Kalo bisa periasnya punya akun instagram deh, biar sekalian liat portofolio hasil riasannya. Bersyukur, salah satu teman saya merekomendasikan perias paes manten yang oksbangs, alias OKE BANGET. Minta tolong tanyain harganya, alhamdulillah lagi masuk budget saya. Nah tinggal nanti bakalan disetujui sama orangtua dan masbeb ngga? Karena artinya gue mesti menghitung dana ekstra diluar paketan catering.

Oh iya, btw catering yang gue pake ini sebenarnya emang sepaket sama rias pengantin dan keluarga. Tapi berdasarkan penerawangan mata batin gue via instagram, kok hati neng ini ngga sreg gitu sama riasan sanggar sana. Adaaaaa aja yang salah menurut GUE, entah paesnya ga presisi antara kanan-kiri lukisan dikeningnya lah, entah gue liat kondenya kekecilan lah, entah gue liat bulu matanya mau ga cocok sama mata lah. Ahh pokoknya menurut gue kurang cocok di hati untuk riasan dari sanggar di catering gue.

Sewaktu gue ajukan “proposal” perias paes manten ke emak dan calon suami, awalnya mereka ngga setuju. Klasik sih, karena bakalan nambah duit. Tapi kan nambahnya dikiiiiiiit *dijitak suami 🙈. Karena gue anaknya keras kepala dan suka drama, gue merajuk biar dibolehin pake perias paes idaman gue. Gue bilang kalo nanti biar gue aja yang bayar sendiri -akuhmasihmampu-, walau endingnya sih dibayarin suami juga hehehe.

Pas orangtua dan suami setuju, saatnya dealing ke perias. Cuma mau ngewhatsapp beliau aja deg-degan. Ya Allaaah kalo harganya naik bijimana?! Hahaha. Dan setelah isi pesan meminang perias gue terkirim, ga lama dapet balesan…..perias gue udah dibooking duluan sama orang lain. TIDAAAAAKKKKK. Embeeran deh cin, begitu tau ditikung orang itu SHAKIIIIT. Maksudnya perias gue udah diambil sama orang lain, ya Allaaaaah sedih gue, sampe nangis gitu curhat ke temen gue, ke calon suami, ke nyokap. Gue bilang kalo gue maunya beliau yang merias, ngga mau yang lain. Tapi semuanya meyakinkan yaudah ga papa pake perias sanggar catering aja ya. NGGA MAU!! gitu lah kira-kira jawaban calon manten saat itu. Sedih pokoknya sampe kebawa di solat minta supaya gue bisa dapet perias paes yang bagus.

Satu minggu kemudian setelah percakapan tragis itu (tragis karena tau udah ditikung orang)…..

.

.

Perias dambaan hati gue ngewhatsapp, nawarin jasa temennya buat rias akad, nanti biar dia yang handle gue pas resepsi. Gue.. Tetap… Ngga mau.. Gue kekeuh maunya dari akad sampe resepsi sama beliau, gue bilang kalo gue udah kadung jatuh cinta sama hasil riasan dia yang gue liat di akun instagramnnya. Terus periasnya nanya..nikah di gedung apa? Nginep di hotel atau berangkat dari rumah? Pas beliau tau kalo gue nginep di hotel, beliau menawarkan diri untuk merias gue paling pagi. Iyaa, pagi banget alias dini hari sekitar jam 02.30 pagi. MAMAAAMIAAAAA….MANTAAAP DJIWAAAA. Gue langsung deal 😂😂😂😂😂😂😂😂 Ngga papa gue kudu bangun lebih pagi demi dirias beliau hahaha. Setelah deal, langsung ga pake lama gue bayar DP. . .

Hari pernikahan tiba.

Jam 01.41

Alarm sepupu gue bunyi cuy, ahhilaaah pengennya tidur sampe jam dua pagi lah kok kebangun jam segini. Yasutralah kami berdua siap-siap mandi. Gue ngga bisa tidur lagi karena berusaha menerima kenyataan kalau gue bakalan nikah hari ini. Aaarrhh…i’m so excited..

Jam 02.00

Perias gue ngewhatsapp kalau beliau sudah on the way. Wuooohhh on time. Tiga puluh menit kemudian tau-tau beliau sudah sampai aja gitu di depan kamar.

Jam 02.30 mulai dirias.

Perkenalkan, beliau ini adalah Mba Ning (suninyowati). Akun instagramnya @suninmakeuppaes bisa langsung cus dikepoin atau via WA ke +628176488345. Pekerjaan mba ning sehari-hari sebenarnya MUA di salah satu studio televisi dan kalo gue kepoin IGnya sih beliau sering pegang riasannya Soimah. Ngga tau Soimah?? Yaudaah bye, berarti kalian ngga pernah nonton tipi 😂. Sebelum gue cerita review riasan ini lebih lanjut, mungkin ada beberapa teman pembaca yang heran kenapa gue dirias paes? Jawabannya karena gue orang jawa dan kedua ibu baik kandung maupun mertua maunya riasan gue itu ya jawa asli, ngga dimodifikasi atau dipaksain kondisinya *you know what i mean. Makanya mesti siap kuping kalo ada yang bertanya “kok..bla..bla..” Iya, maunya ibu gue dan mama mertua begini walaupun sudah dijelaskan bisa diakalin, tapi tetep kata pandangan orang tua, aneeh aaaah. Udah yang asli aja paes pengantinnya.

Rias pengantin dimulai dari make up wajah terlebih dahulu, baru kemudian disasak rambutnya untuk sanggulan. Rias wajah selesai sekitar jam 4 lewat. Lebih dari 1,5 jam buat merubah wajah gue yang biasa aja jadi luaaaaaar biasaaaa. Rasanya gue pengen nanya ke cermin di depan gue “Cermin..cermiin….siapa yang paling cantik pagi ini…GUE KAAAAAN?“. Tapi ngga gue lakukan karena gue anaknya kan tau diri. Setelah make up yang nyaris setengah jadi selesai, rambut mulai disasak. Sisir sana sini, sasak sana sini,.semprot hair spray, sasak lagi, semprot lagi dan ini hasilnya. Eh iya sedikit info, untuk rias paes ini mengharuskan dikerik bagian anak rambutnya. Katanya sih biar paesnya rapi. Rasanya dikerik, eeerrggghh pedih hahaha. Tapi pas kelar nikahan, lucu aja gitu liat bentukan hasil dikerik anak rambutnya dikening, berasa pengantin jawa beneran *Kan emang lo pengantin jawa, dul!

Selama rambut disasak, beberapa kali gue auuwww..auuwww..dan mikirin rambut gue yang rontok. Tapi ngga papa demi cantik paripurna kayak pengantin jawa *lah kan emang iya yak. Emejiing ngga? Dari kayak kuntilanak baru bangkit dari kubur berubah menjadi putri jawa yang anggun *mau bilang cantik, apalah diriku ini. . .

Begitu kelar semua wajah dipaes dan liat hasil riasan paes Jogja Putri di wajah ini. Rasanya puaaaas bangeet, sesuai sama yang gue mau. Paesnya rapi banget, ngga berantakan dan sisi kiri kanan pun sama garisnya.

Makeupnya juga kece bangeeet. Ahhh sukaaa 😍 makasih mba Ning, makasih Cibie (teman yang merekomendasikan mba Ning). Make up dan paes selesai jam 5.17 pagi. Mba Ning dan asistennya buru-buru harus cabut karena mau ngerias manten lain di kelapa gading. Tinggalah gue menunggu fotografer dkk. . .

Foto dan Video Pernikahan

Koncomoto

IMG_6860

Suka Banget Sama Jepretan Ini

Selain riasan paes pengantin wanita, bagian ini juga gue pake dari luar. Ngga mau pake paketan dari catering *belaguuuu siaaahh, biarin 😂 Kenapa? Lagi-lagi ya urusan hati. Gue kepoin dan semedi di mba gugel, semua pada bilang hasil dari foto dari catering ya so..so…gitu lah. Standar, apalagi mereka hanya menggunakan satu fotografer dan satu videografer. Ada orang di blog lain bilang katanya mereka cuma bisa foto kalo moment yang kece kayak fotografer mevwaaah mendingan pake yang lain aja. Jadi akhirnya gue merayuuu lagi ke calon suami. Kalo ini kan yah moment seumur hidup, moment sakral, gue pengen foto yang kece badai pleaseeeee bukan foto ala-ala biasa atau candid pura-pura bahagia. Alhamdulillah calon suami menyetujui, dia ijinkan gue berkelana di instagram dan mengirimkan email permintaan harga dari berbagai vendor foto. Setelah menyebar email permintaan harga dan semedi bolak-balik buka instagram demi liat hasil foto para kandidat vendor, akhirnya gue putuskan memilih Koncomoto. Tim Koncomoto bisa dibilang belum sengehits kata timnya Rio Motret atau Diera Bachir *yaiyalaaaah 😂 lah wong belum begitu lama berdiri. Mereka pun dibesarkan oleh customer mereka bukan karena hasil endorse ngefotoin artis. Dari segi penawaran harga, untuk tim koncomoto termasuk rata-rata di pasaran kandidat tim motret yang gue mintain harganya. Tapi gue berusaha melihat satu persatu hasil foto di laman instagram, untuk koncomoto seni bidikan fotonya gue rasa satu tipe sama gue. Halus hasilnya dan kasar gitu. Duhh susah gue lukiskan kenapa gue milih mereka. Intinya sih hasil tangan mereka bagus dan halus.

Soal urusan foto please jangan asal cari tukang foto yang bisa pegang shuter kamera, kudu tau angle mana yang baik. Apalagi cewe, tau sendiri ngga pengen keliatan GENDUT. Hahaha, ada loh temen gue yang ngga mau pajang foto nikahannya dengan alasan foto nikahannya jelek semua saking fotografer ga bisa ambil angle yang benar. Body temen gue yang sudah berisi aduhai dengan balutan kebaya gaun pink ketat jadi keliatan penuh kayak karung beras dipakei baju gara-gara fotografernya ngga bener ambil angle. GUE NGGA MAU INI TERJADI, makanya kami berdua pilih foto dan video dari luar paketan yang emang udah ada jaminan bagus portofolionya.

Di hari H pernikahan, rencana awal mereka datang sebelum subuh. Tapi endingnya mereka datang setelah subuh dan setelah perias gue pulang dari hotel tempat gue dirias. Lha………. Mau marah? Ngga sih, yang ada waktu mereka ngga dateng-dateng gue deg-degan takut mereka ketiduran hahaha. Gue maklumin keadaan mereka yang terlambat dari waktu yang dijanjikan, yang penting bisa teteuuup fotoin gue sebelum digiring ke gedung pernikahan, hihihi.

Pertama kali ketemu tim lengkap mereka dinikahan gue, reaksi gue di batin “uceeeedd dah, anak muda semua” mwahahaha, tapi gue yakin mereka ngga akan asal-asalan untuk urusan foto ini. Gue ikhlasin percayain deh nasib dokumentasi gue sama mereka. Gue pikir, cuma gue doang yang mikir soal anak muda ini, ternyata suami gue juga dong bilang “Yang, itu koncomoto teamnya masih pada bocah-bocah yak hehehe“.

Walaupun anak muda, cara kerja team mereka cukup baik dan solid bangeeet. Setidaknya menurut gue dan Masbeb sewaktu mengarahkan kami saat difoto, mengingatkan kami agar SENYUM melalui kode tangan, mertua gue juga ngeh hahaha katanya dikodein buat senyum.

Ini hasil foto beauty gue pas di hotel.

DSC00286

DSC00302

DSC00017

Keliatan bahagia beneran kan? Yaiyalaaaah, bentar lagi kan mau dinikahin sama masbeb 🙈🙈🙈 . .

Sejujurnya gue merasa kesulitan dengan wajah gue. Jujur nih ya, angle wajah gue lebih bagus kalo dari sisi kanan. Kalo foto dari sisi kiri entah kenapa gue merasa ancur 😂. Bentuk bibir gue kalok ngga senyum, ya beneran deh keliatan cembetut padahal emang udah dari bentuk sananya, aslinya begitu. Wajah jutek dan cemberut yang keliatan di gue kalo gue diem dan tanpa senyum.

DSC00133

Tapi kalo senyum…aahhh seperti senyuman bidadari *mau muntah ga sih gue muji diri sendiri kayak gini 😂😂😂

wp-image--1697184766

Pengantinnya Sadar Kamera

Ngga usah panjang-panjang yak, langsung cus aja gue share foto mentahan dari fotografernya (belum diedit)

Gue dan Masbeb merasa cukup terbantu dengan kehadiran team mereka, ada saat-saat moment terbaik terambil dengan baik. Yang bikin gue sedih cuma bentuk bibir gue yang emang udah manyun dari sananya bwahahahahaa dan gue lupa senyum pas tegang di acara Akad nikah. Hiks, inget ini bukan salah Koncomoto tapi salah gue yang lupa senyum dan malah bengong karena menghayati detik-detik ijab kabul.

DSC00133

Manyun Hahaha

DSC00158

Sudah SAH , Senyumnya Lebar

Untuk Kontak Person Koncomoto bisa dihubungi melalui Whatsapp +6281222282251

Berikut ini hasil video yang diambil oleh tim koncomoto

https://youtu.be/3GQhuCthGBQ

Catering dan Dekorasi

Chikal Primarasa Catering

Cukup satu kata, PUAS.

Alhamdulillah gue dan masbeb ngga salah pilih dalam memilih vendor pernikahan. Semuanya memuaskan termasuk pilihan catering dan dekorasi. Untuk urusan makanan emang beneran ngga bisa sembarangan asal ambil tanpa penerawangan sana sini di goa gugel. Makasih Google dan para Blogger yang mereview Chikal Catering.

Seperti yang sudah gue tulis di postingan sebelumnya, gue dan Masbeb emang ngga terlalu sering melakukan test food. Cukup satu kali langsung deal aja di Chikal. Pertama kali kami datang konsultasi itu di hari biasa dengan mengorbankan jatah cuti tahunan kami. Alhamdulillah marketing Chikal Catering saat konsultasi pertama cukup baik memberitahu kami bahwa gedung pertama yang kami booking itu mahal charge harganya. Hahahaha, selisih 40juta dari harga paketan standar. Marketingnya Mas Wiwid membuatkan kami list gedung yang harga paketannya standar dan tidak kena mahal. Itu lah kenapa kami akhirnya menikah di tanggal 7 Oktober 2017, bukan tanggal 1 Oktober 2017 (pindah gedung). Beruntungnya geser tanggal malah dapet tanggal cantik, hehehe.

Lanjut reviewnya, konsultasi kami berikutnya dilakukan setiap tanggal merah di hari kerja (Senin-jumat) karena Chikal Catering tidak membuka konsultasi pada waktu weekend. Nah kan pusing ngga tuh ngejar tanggal merah demi ke Chikal. Udah gitu kalau konsultasi di hari libur nasional, tempatnya penuuuuh bangeeeet. Gue sarankan sih mending datang pagi sekalian, abis solat subuh aje kesana kalu rumah lau jauh dari Chikal Catering. Berkaca dari pengalaman gue dan Masbeb yang pernah datang kesiangan jam 11.30 baru bisa konsultasi di jam 17.30. CAPE NUNGGU plus KENYANG MAKAN. Karena kalau jadwal konsultasi di tanggal merah itu emang dikasih makan kayak orang lagi hajatan. Kumpliit dari prasmanan sampe pondokan.

Ohh iya, untuk Chikal Catering ini paketannya meliputi makanan, dekorasi, rias pengantin dan keluarga, dokumentasi, hiburan bahkan MC. Yaa semacam one stop wedding gitu lah, cuma di pernikahan gue dan masbeb kami memutuskan untuk tidak menggunakan jasa dokumentasi dan perias wajah pengantin wanita. Riasan suami dan keluarga tetap dari Sanggar Chikal walau endingnya banyak sodara bahkan adek gue sebel karena riasannya ngga gitu bagus, bwahaahaha *nasib gue selameeeeeeeet sebagai pengantin wanita.

Balik lagi ke cerita Chikal Primarasa Catering, alhamdulillah setelah acara masih banyak omongan baik yang nyampai ke gue dan masbeb. Semua tamu undangan bilang makanannya enak-enak.

Bahkan ketika gue masuk ngantor setelah cuti selama tiga hari, teman kantor gue ngebandingin pernikahan gue dengan pernikahan temen lainnya yang kebetulan hanya berselang satu hari dari tanggal nikahan gue. Ngebandingin kalau makanan di resepsi gue dan masbeb kemarin melimpah dan enak, beda sama si A yang baru sejam udah abis dan makanannya ngga enak. Bahkan bakso pondokan aja dibandingin karena menurut teman gue bakso di nikahan gue empuk, di nikahan si A keras. Lagi-lagi alhamdulilaaah senang banget dapet omongan baik-baik begini. Ngga salah pilih catering.

Tamu undangan gue dan masbeb yang datang di acara kemarin sekitar 700-800 orang dengan undangan yang disebar sekitar 450 undangan baik fisik maupun sosmed. Kami tau dari melihat buku tamu yang ada. Tapi walaupun banyak tamu undangan, semua makanan masih sisa banyak banget, bahkan pondokan pun ada yang masih tersisa. Alhasil selesai resepsi semua sodara dan tamu yang nyusul dateng ke rumah ortu masih bisa kebagian makanan.

Berikut ini gue sertakan menu yang kemarin kami pesan. Siapa tau ada yang perlu gambaran besarnya.

Undangan 450-500 undangan (Undangan Fisik dan Sosial Media)

Chikal Primarasa Catering

Menu Buffee Prasmanan 700 Porsi

  • Nasi Putih
  • Nasi Goreng
  • Sop Telur Puyuh
  • Empal Balado
  • Ayam Rollade
  • Ikan Kakap Asam Manis
  • Cah Sapo Tahu Sayuran
  • Salad Mix
  • Kerupuk Udang
  • Buah Potong (semangka, nanas, melon)
  • Soft drink
  • Jus Buah (Jambu dan Mangga)
  • Pudding Coklat
  • Snack dan Air Mineral

Menu Pondokan

  • Soto Betawi 450 Porsi
  • Soto Tangkar 450 Porsi
  • Bakwan Malang Porsi 450 Porsi
  • Zuppa Soup 350 Porsi
  • Bebek Peking dan Nasi Hainan 300 Porsi
  • Es Puter 3 Galon

Keluarga kami sepakat melebihkan jumlah porsi demi menjamu para tamu. Alasannya biar ngga malu-maluin lah. Dan terbukti makanan itu memegang peranan penting dalam suatu pesta. Soal pemilihan menu pun gue dan Masbeb sepakat memilih makanan yang mengenyangkan. Biar tamu puas, jadi bukan gelitikin gigi dan bikin jigong doang hahahaha. Bahkan sewaktu pilih menu prasmanan yang gue konsentrasikan itu menu daging, jangan sampai alot. Karena pernah makan di pesta orang eh dagingnya alot dong. Makanya pilih menu empal yang emang dagingnya dijamin empuk. Kemudian menu ayam, kami ngga mau tamu kerepotan makan sambil berdiri tapi kesulitan gigit daging ayam utuh. Kalau ayamnya mental kena baju, kasian juga. Apalagi kalo yang makan nenek-nenek nanti susah gigit ayamnya hehehe. Makanya menu ayam yang dipake itu ayam rolade biar gampang motong pake sendoknya.

Tapi seenak apapun menu yang dipilih, percaya deh kalo pengantin ngga bakalan bisa nyobain semua menu. Gimana mau nyobain kalo begitu turun dari pelaminan bawaannya pengen copot konde sama ganti baju. Pengantinnya syudaaah lelaaaaah.

Dari kualitas makanan, Chikal emang ngga diragukan. Dijamin enak, makanan pun melimpah. Ngga pernah kekurangan, bahkan sampai acara selesai pun sisa menu pondokan kayak soto sama bakso masih ada. Yang abis itu zuppa soup dan bebek peking, ini menu hitz banget kayaknya.

Dekorasi Gedung dan Pelaminan

Untuk dekorasi dari Chikal Primasa syukur alhamdulillah juga, bagus semua. Gue emang ngga merhatiin detail. Yang penting rapi dan sesuai sama yang gue mau. Oh iya, gue nambahin 90 tangkai bunga Calla Lily untuk dekorasi pelaminan hasil sumbangan dari teman yang punya kebun bunga Calla Lily Dieng . Jadi tuh ya, H-3 sebelum acara tau-tau temen gue kirim message di fesbuk kalau dia mau kirim 100 tangkai bunga Calla Lily.

22196292_1694144777262318_6758198125699829790_n

Kaget sekaligus seneeeeeeng banget. Karena ngga nyangka dikasih bunga sebanyak itu, satu lagi gue bahkan belum pernah ketemu dengan pemilik kebun bunganya. Selama ini hubungan itu ya sebagai teman fesbuk dan mbaknya itu pernah beli kue brownies gue buat dikirim ke Dieng sana. Rejeki pengantin banget. Pemiliknya super baiiiiik bangeet, apalagi gue tau bunga Calla Lily itu lazim dipakai untuk dekorasi bunga kelas menengah keatas yang biasanya disandingkan dengan kelas bunga tulip, casablanca, peony.

Dari 100 bunga, gue pisahkan 10 tangkai untuk handbouqet gue dan sisanya gue serahkan ke tukang dekor Chikal.

DSC00012

Calla Lily and Baby Breath Handbouqet

dsc00296.jpg

IMG_6929

Gebyok Putih dengan Calla Lily

DSC00333 (2)

Calla Lily di Pelaminan

Yang gue senang juga dari dekorasi ini ketika team Chikal beneran mempercantik gedungnya dengan baik. Mulai dari akad nikah, permintaan gue itu kursi tiffany dengan pita, pas hari H dibuat cantik dengan hiasan bunga. Meja Akad pun bukan polosan asal pakai kain putih tapi menggunakan kain motif yang bagus disertai petunjuk nama pengisi kursi masing-masing

DSC00332

DSC00335

Kursi Akad Nikah

DSC00377

DSC00389

Akad dengan Backgroud Pelaminan

Kenapa gue cuma review tiga vendor saja? Rias Pengantin, Dokumentasi Foto dan Video serta Catering plus Pelaminan? Karena menurut gue hal ini yang paling sering dicari oleh para capeng. Gue pun bolak-balik buka review blogger lainnya demi nemu sesuatu yang pas di hati gue dan masbeb. Pernikahan ini kami harapkan awet langgeng hingga akhir hayat kami. Stress selama berbulan-bulan hilang sudah setelah acara usai.

Nyesel ngga menghabiskan biaya segitu banyak untuk pesta pernikahan? Untuk jawaban kami, tidak menyesal. Karena kami ingin semua tamu yang hadir ikut merasakan kebahagiaan kami. Karena kami ingin selesai acara ini usai bisa tetap dikenang dengan baik dalam ingatan mereka.

Rasanya menikah? lega sudah pasti. Kegalauan gue bertahun-tahun yang gue curahkan di blog ini serasa terbayarkan di hari bahagia kemarin. Melihat kedua ortu kami senang, keluarga, sahabat yang terharu melihat kami menikah. Setelah ijab kabul terucap dan semua hadirin bilang SAH, ada rasa ngga percaya bahwa ini beneran terjadi. Gue yang taun lalu menggalau kesana-kemari, gue yang tahun lalu curhat nangis-nangis ke adek gue karena mikirin jomblo di usia 28 tahun, gue yang suka nulis postingan surat terbuka untuk calon suami sampe berseri-seri padahal saat itu entah dimana si calon suami….gue yang…ahh sudahlah.

Melihat suami gue yang amat sangat baik dalam memperlakukan gue, mendidik gue sebagai istri dan menantu di keluarganya, sudah cukup bikin gue berkali-kali mengucap rasa syukur. Penikahan kami yang terwujud pada 10 bulan 10 hari kami berpacaran di bulan 10 kelahiran kami berdua, merupakan angka magic, angka yang memang Allah SWT gariskan untuk kami berdua.

Terima kasih untuk teman-teman pembaca blog ini, mohon doa restunya ya. Semoga postingan berikutnya lebih berfaedah, lebih bersemangat, lebih informatif, komunikatif dll. Mudah-mudah postingan bulan depan berisi cerita testpack garis dua, hahahaha. Amiiiiiin

Sincerely

Syera

#yangakhirnyamenikahjuga

Diposkan pada Uncategorized

Romantis dan Gentleman itu..

1703736777-will-never-go-out-for-style

Berawal dari obrolan selepas pulang bekerja bersama teman sekantor, kita-kita nih para wanita membicarakan tentang “Pria”. Yap, pria…itu loh semacam makhluk yang kadang bikin engga bisa tidur para wanita. Mwahahahaha, yah walaupun saya belum bisa dikatakan “khatam” soal memahami makhluk Mars ini, tapi tetiba aja pengen buka topik soal beginian. Setiap wanita pasti lah punya kriteria tersendiri tentang pria impiannya. Ada yang suka dengan tipe pria romantis dengan alasan soalnya berasa diperlakukan romantis kayak di film-film. Ada yang suka dengan tipe pria cuek dengan alasan biar ada greget gemes-gemes gimana gitu.

Nah, kalo saya? ahh, saya sebenarnya mau banget diperlakukan romantis nan manis *ceilaaah baek-baek ntar diabetes neng. Namun, apa daya yah ketika seorang pria cuek lewat di depan mata, eh malah kecantol juga *mamam tuh teori engga mau pacaran dengan teman sekantor. Balik lagi ke topik tentang perlakuan pria ini, teman-teman sekantor saya pada ngomongin “pernah ga sih diperlakukan bla blaa” yang sebagian dijawab “pernah” dan sebagian lagi “enggak”. Dan mengalirlah cerita-cerita tentang para pria yang pernah hadir dikehidupan kami.

Sebutlah namanya Bunga *kok kayak cerita di koran?! Bunga ini pacaran dengan pria yang cuek saat ini, namun pernah menemukan pria yang amat sangat romantis menurut dia, dan menurut sebagian temannya itu merupakan sikap seorang “Gentleman”. Sebenarnya saya juga masih susah bedain antara “romantis” dengan “gentleman”, namun gegara obrolan ini jadi sedikit lebih tau. Back to the topic, si Bunga ini dulu pernah PDKT dengan pria manis. Saking manisnya berbagai perlakuan diterima misalnya pas mau naik mobil dibukakan pintunya lebih dahulu, pas mau duduk kursinya ditarik lebih dulu baru dipersilakan duduk, atau pas lagi belanja bareng si pria inisiatif memegang keranjang belanjaan tanpa malu walau dikeranjang penuh dengan soptex *eerggh sebagian pria kan gengsi bawa beginian kan?!Hayo ngakuu!!. Terus gimana kelanjutannya? Yah setelah melalui masa PDKT nan romantis, eh si Bunga malah engga jadi dong dengan pria manis ini. Kata si Bunga, pria ini menghilang gitu aja. Lhaaa?! Pegimane sih bang udah kasih harapan sama Hayati?! Hayati shakiiiit bhaaaangg *terlalu drama. Sekarang bunga sudah bahagia bersama dengan pangeran bebeknya walau cuek seperti bebek. The End

Cerita berikutnya dari si Mawar, kebalikannnya dari bunga, yang dulu punya gebetan cuek bebek sampe si Mawar ini gemes. Ya masaaa cueknya kebangetan gitu, sampe Mawar bener-bener penasaran blingsatan segala. Ya tapi alasan Mawar mau dideketin (diPHPin sih kayaknya) karena mas cueknya itu tipe pria impian gitu. Pintar dan keliatan berwibawa gitu lah. Akhirnya setelah diombang-ambing engga jelas, Mawar mundur cantik dengan teratur. Dan Tuhan memang adil, dikasih lah Mawar dengan pria yang sekarang baginya adalah pria yang amat sangat romantis dan perhatian.  Uhhhh So Sweeet.

Nah kalo saya? yaudah ngelap iler aja lah, bingung sih mau cerita. Hahaha abisnya dakuw maluu. Toh sebagian cerita cinta saya juga udah ditorehkan disini kan yah. Eniwei sebenarnya kalo dipikir-pikir setiap wanita itu suka loh diperlakukan manis. Entah digandeng erat tangannya saat berjalan, dilindungi posisi jalannya ketika berjalan bersisian dipinggir jalan, diacak-acak gemas rambutnya ketika berada dikeramaian, dan sebenarnya membuat wanita “Happy” itu enggak perlu mahal kan ya?! Engga perlu dikasih buket bunga segede gaban, dikasih setangkai bunga aja udah seneng. Atau dipandang manis ketika berjalan bersama aja, itu udah cukup bikin hati seorang wanita meleleh *ehh apa cuma saya yg suka Baper 😛

Tapi yah balik lagi, tingkat keromantisan tiap pria juga kan beda-beda ya mpok??! masa mau nuntut seoarng muka gengster buat berlaku romantis?! pan engga mungkin. Eh mungkin sih kalo di film-film. Yiaaaahhh hahahaha.

Ahhh sudahlah, kelamaan bikin topik beginian takutnya bikin baper orang-orang. Takut bikin Baper wanita-wanita yang sebenarnya pengen diperlakukan manis dan udah susah payah kode-kodein pasangannya tapi engga mudeng si masnya, atau bikin baper para pria yang engga tau gimana bikin wanitanya merasa “so sweet”.

#kemudianhening

#nyetellaguromantis

#ngeriBaper

#BawaPerasaan

 

Diposkan pada Jalan-Jalan, Uncategorized

(Nemenin) Liburan Ortu di Bali


Foto keluarga (tanpa tia) di Garuda Wisnu Kencana

Horaai akhirnya saya dan adek saya berhasil mewujudkan impian untuk membawa ortu ke Bali. Rencana impian ini sebenarnya sudah dari 2013 sejak kepulangan saya dari Bali yang kedua. Tapi pas tahun 2014 eh malah ke Bali lagi sama tia,baru lah tahun 2015 saya malakin adek saya buat patungan biayain ortu plus lukman ke Bali. Mikirnya sih kapan lagi bawa mereka kesini mumpung ortu masih kuat dan papa baru pensiun,lukman juga masih jd mahasiswa dan belum bekerja. Jadi ga ribet urusan cuti libur kayak saya dan tia.

Alhamdulillah juga bisa Kopdar sama Gege. Makaciw  banget gege atas waktunya dan mau bantuin si Mama foto-foto.


Foto bareng Gege di padang-padang.

Gimana cerita di Bali yang penuh haru biru?! Mariiii kita simak.

Hari Pertama

Kami tiba di Bali jam setengah sembilan pagi, si mama begitu sampe udah heboh bener. Maklum emak udah kenal fesbuk,sibuk foto dan update. Pake tagline “honeymoon” cailaaah. Nah ceritanya di Bandara kan ada semacam Pura. Mayan gedenya sih,dan emak gue udah pegang hape terus minta foto disana. Masalahnya itu pura letaknya diluar deket lapangan terbang pesawat,sementara koper-koper aja beluman diambil. Udah gitu tadi semuanya pada ke toilet pas abis landing. Makanya Gue dengan tegas “nanti aja mah. Yang kayak gitu berantakan diluaran sanaa. Kita ambil koper dulu”. Dan bener kan pas di Bagian ambil koper,itu koper sekeluarga udah berjejer rapi,mungkin kalo emak gue nekat foto-foto,itu koper bakalan masuk ke bag lost and found.

Selanjutnya keluar Bandara,Gege dan driver mobil udah menyambut. Langsung cuss kita ke GWK. Situasi masih normal bin kondusif. Ortu sibuk foto-foto sementara saya sibuk mikirin akang 😝. Yah intinya pas di GWK ini semua berjalan lancar dan si emak mulai demen metikin kamboja,waduuuwww.

Abis dari GWK ceritanya kami lafaaaar. Tapi ga punya ide mau makan dimana. Driver dengan cerdasnya mengiring kami ke warung ayam betutu di dekat pandawa sana. Tapi harganya muahaaaaal 😭😭😭 makan siang hari itu dengan sedih saya bayar 435rb cuma buat ayam.  Ayam broohhhh,ga ada seafood macam udang ato apa gitu. Hiks segitu kalo makan di Ta Wan bisa buat bersepuluh. Ini gara-gara gue keburu laper jadi pasrah aja mesen ayam seekor 169rb, ayam perpotong lainnya seharga 44-50rb belum termasuk nasi dan minum. Ah intinya demi menghalau laper jadi pasrah aja pas mesti bayar segitu. Makannya sih berenam tapi harga segitu dengan menu cuma ayam doang dan pemandangan jalan raya rasanya kemahalan.

Abis makan lanjut cus ke Pantai Pandawa. Itu pantai emang kece. Biru campur pasir putih gimanaaa gitu. Rasanya pengen banget gaya-gayan bikinian tapi berhubung saya wanita indonesia dan sadar diri kalo pamer auraaat plus selulit itu dosa. Jadi yaudah kita foto gegayaan aja. Apa kabar emak dan bapak aye?! Beuhh sibuk lah foto-foto. Terus berhubung tengah hari dan sinarnya bikin silauuuw men! Kita pilih duduk-duduk manis sambil liatin laut. Mau main air takut item. Asli lebih takut item daripada takut tenggelam 😅😅😅. Nah ceritanya si emak cuss duluan ke pantai buat main pasir. Saya sama papa jagain tas aja deh. Eh tapi ga tahan juga buat nyamperin apalagi si emak lagi ngobrol sm abang-abang kano.

Jurus merayu anak buat minta dibayarin main kano. Alhasil emak okee mau bayarin dan gue,gege plus lukman langsung girang bisa main kano. Mungkin emak gue iba karena belum lama anaknya ngeluarin duit nyaris setengah juta cuma buat  makan “ayam doang”.

Main kano seru sih tapi pake acara kejebur gara2 perahunya kebalik sendiri. Dan rencana ke uluwatu selepas dari pandawa dibatalkaaaaan. Jadinya malah ke padang-padang karena kita syudaaah “terlanjur basaaaaah ya syudaaah mandi sekaliaaan”.

Hari kedua

Masih aman terkendali,kali ini jalan-jalan ke agrowisata Negari Gianyar, buat icip-icip kopi luwak. Biar kekinian gituuu 😝😝 secangkirnya 50rebu sajaaah. Tapi selain itu kita dapet free aneka minuman kopi dan teh yang macam-macam rasanya. Gratis kan enaak. Masuk kesini ga bayar sih. Tapi tau diri lah buat kasih tips ke pemandu disana.


Foto di Agrowisata Kopi Negari-Gianyar,Bali

Abis itu ke museum renaisans antonio blanco. Oh ya gue lupa emak gue masih demen metikin ntu  bunga kamboja anywhere and everywhere.


Enyak ame Babeh di museum antonio (kebetulan bisa foto sama burungnya).

Abis itu kita pergi lagi ke Monkey Forest. Nyokap tatutt ditowel monyet 🙊🙊🙊 jadi banyakan selfie dideket pohon daripada selfie sama monyet. Jiaaaahh jadinya foto-foto disana ya foto emak bapak aja deh. Ga punya foto monyet.

Hari Ketiga

Rencana pagi adalah ke sanuuur. Yailah cemen amet yak?! Padahal kesana cuma mau ngajak makan “Sup Ikan Ala Mak Beng”. Alhamdulillah ortu puas sama rasanya. Terus abis dari sanur melimpir ke toko oleh-oleh.

Lo tau kan kalo emak-emak belanja tuh kadang suka kalap. Belanja dari jam 12 siang sampe jam 3 sore. Padahal rencana abis dari situ pengen ke pantai suluban. Apa daya waktu nyokap habis di toko Erlangga 2. Kalo engga gue paksa cabut secara halus mungkin nyokap masih disana kali sampe magrib.

Akhirnya sore itu cuma sempat ke uluwatu aja. Biasaaa, nonton kecak. Karena kesorena terpaksa deh buru-buru ambil tempat biar dapet view yang enak. Gimana kabar nyokap?

Sibuk dengan hapenya. Ah ya beberapa kali drama hape nyokap yang resek suka ngehang. Disuruh ganti malah emgga mau. Alhasil nyokap narsis foto tapi hapenya mati mulu. Padahal udah ditawarin foto pake hape saya tapi emgga mau. Cerita hari keempat dst dilanjut nti ya

Diposkan pada Uncategorized

Melar Berjamaah

  
Meja kecil untuk menaruh “makanan”

Semenjak saya pindah dari frontliner ke back office tadinya saya membayangkan bahwa saya akan langsing seperti dulu saat baru lulus kuliah. 52kg cing! Eh tapi khayalan tinggalah kenangan, yang saya kira bakalan banyak kegiatan daripada duduk manis di toko berlian sehingga meminimalisir hasrat lafaaaar eh tapi ya salaaaaam alihumm gambreeeng! Di back office ini ghuwehh eh maksudnya saya dan teman-teman saya bukannya makin langsing malah makin melaaaar 😭😭

Berat badan melonjak diangka 60kiloan lebih. Ahh sudahlah jangan dikau bertanya tepatnya berapa?! Intinya bertanya kenafaahh inih…terjadii!! Ternyata biarpun saya sering mondar-mandir cantik (sorry itu fitnah yang bagian cantiknya), kenyataan yang terjadi bahwa divisi Hrd ini penuh limpahan makanaaaaan. Alhamdu……lillaaaah. Makanan biasanya jarang sih kita ini semua beli sendiri,kebanyakan yah oleh-oleh dari orang toko luar kota atau kiriman parcel lebaran gitu. Seperti foto yang saya tampilkan itu kalengan snack banyak, dan sebagian udah saya turunkan dari meja karena sudah kosong. 

Jadi nih yah, parcel lebaran dari anak-anak toko baru kita buka rame-rame pas masuk lebaran ini. Sehari saya bukain kaleng dua buah dan segera habis dalam satu hari. Waakkwawww…cemanah kita ga gendut?! Baru snack macam wafer ato biskuit, belum lagi masih ada 5 botol sirup yang belum dibuka,itu pun sudah saya buka dua buah sirup yang saya jadikan es mambo (gile bikin es mambo dikantor 🙈). Belum lagi temen gue bawa bolu meranti dari medan. Ohh well….disini yang namanya meranti udah engga kayak oleh-oleh statusnya,lebih mirip kayak snack biasa saking seringnya dibawain dari Medan.

Maka engga heran kerja di back office bikin body subur-subur. Mungkin efek makanan selalu tersedia atau efek kantor dingin yang bikin perut laper?! *mencari alibi 😝😝

Gimana dengan kantor temamin? Melar berjamaah juga kah?🙈🙈

*dakuw tak berani nimbang dirumah. Ohh badewai di kulkas kantor saya baru inget kalo punya 20 slice nugget udang. Tobaaat….guee….tobaaaat.

Diposkan pada Uncategorized

Jika jadi Ibu

 
Ohh well,mungkin karena kebanyakan teman sudah berkeluarga,lama-lama saya memperhatikan cara mereka mengasuh anak-anaknya. Ada yang memang bercerita secara gamblang,ada yang langsung tergambarkan lewat postingan mereka di medsos.

Entah kenapa ketika teman-teman saya bercerita tentang lucunya anak-anak mereka,saya malah merasa takut sendiri dan khawatir jika saya secara tidak sadar mengikuti gaya beberapa teman-teman saya dalam mengasuh anaknya.

Ahh ya,rata-rata mereka mempunyai anak usia 1-3 tahun (giliiing,gue beneran yak brasa telat kawin,ahahahaha) contoh “cerita” mereka yang dengan bangga memfoto anaknya yang sudah piawai berbelanja baju-sepatu dll di sebuah toko pakaian ternama dengan caption “aduhh,udah pinter milih-milih nih” atau “waduh,salah masuk toko” atau “hasil buruan anak” *(sambil fotoin anak pegang kantong belanjaannya).

Cerita lain tentang sang ibu yang memposting anak-anaknya bermain gadget (inget loh anak temen-temen saya usianya maks 3 tahun) dan bangga sekalii dengan anaknya yang sudah pintar buka youtube atau main games di gadget. Jujur saya sampai sekarang agak sulit menemukan foto anak kecil yang sedang bermain lego atau foto anak kecil yang sedang menggambar atau bahkan foto sang anak main masak-masakan atau alat musik atau play dough. Mata saya lebih sering melihat anak-anak teman saya itu berfoto dengan fashionnya atau dengan gadgetnya.

Yah,mungkin karena saya belum menjadi ibu,belum merasakan “rewelnya” anak kecil,jadi saya engga tau alasan mereka mendidik anak dengan cara modern. Soalnya dibayangan saya itu ya saya emang maunya kasih anak saya mainan secara fisik nyata kya lego,play dough,alat musik,ajak main ke sawah atau kebun,dll. Soalnya dibayangan saya tuh saya engga mau anak saya kenal terlalu dini dengan mini market,supermarket atau toko-toko dept store tertentu yang bikin anak saya konsumtif. Yang bikin saya khawatir kalo misal terlanjur “kenal” jangan-jangan nanti anak saya kalo nangis ngajaknya “belanja”.

Duuh, saya memang belum jadi ibu,jadi bini seseorang aja belum,tapi saya mungkin terlalu memikirkan masa depan keluarga saya nanti,ahh hingga saat ini saya masih jadi pemerhati,hanya sebatas mencatat angan-angan “jika saya seorang ibu”, yang pasti saya pengen banget anak saya kenal lagu anak-anak sama cerita rakyat daripada kenal lagu “goyang dumang”.

Sekian,

Selamat menunaikan ibadah puasa teman-teman blogger 😊 

Diposkan pada Uncategorized

Koleksi

Siapa yang di usia seperti ini masih suka koleksi? coba hayo ngacung tangannya….
Salah satu teman SMP saya malah masih suka koleksi “bebek-bebekan” dan bener-bener niat banget ngumpulin hal yang “berbau” koleksi kesukaannya. Koleksi itu gak jauh-jauh dari kata mengumpulkan sesuatu yang bersifat sejenis. Tapi nih ya, saya pikir koleksi apa yang saya punya? Umm, ternyata saya hobby koleksi buku dari pengarang favorit saya. Bahkan saya bela-belain beli langsung dari si pengarang novel agar koleksi buku saya lengkap. Saking sukanya saya sama si pengarang novel,adek saya pun kecanduan juga malah kami punya dua buku dengan judul yang sama tanpa janjian. Alhasil koleksi bukunya jadi dobel deh. Selain koleksi buku, kayaknya engga ada lagi koleksi-koleksian ala saya.
Dari dulu selama saya hidup sebagai wanitahhh (yes, sampe sekarang masih dan belum berniat ganti kelamin cyn), saya kurang suka koleksi yang berbau kewanitaan. Eh, kok kalimatnya terkesan jorok yak? maksud saya, koleksi yang berhubungan dengan wanita, perempuan, cewek, gadis. Koleksi pacar? engga, saya mah setia atuhh, koleksi sepatu? eerrgh, saya baru ganti sepatu kalo sepatu saya rusak dan beneran udah ga layak pakai, koleksi tas dengan merk tertentu? uhhh yeahhh, tas saya pun ga banyak bahkan jauh dari kata “bermerk” ato minimal “bermerk tapi KW” pun malahan engga ada loh. Hahaha,kebanyakan tas saya yah model ransel tanpa merk yang saya beli dibawah harga 100rb. Gile yah, saya umur segini masih “rapopo” pake tas murah yang mana teman-teman seangkatan saya udah pada pake merk min Charles and Keith ato Pedro atau minimal koleksi LV-LVan alias KWnya. Koleksi make up? Ummm, saya beneran beli kalo udah abis. Gak punya koleksi lipstik-lipstik warna warni, huaaa.
Gimana dengan akang? weits, dia mah ternyata koleksi sepatu, beda sama saya. Hahahaha. Nah ngomongin soal koleksi ini, saya punya pandangan tersendiri kenapa saya engga begitu suka koleksi barang yang spesifik banget.
Alasannya, saya orangnya engga begitu fokus dalam merawat suatu barang yang bentuk atau sifatnya samaan. Sumpah, saya tuh kalo udah ada yang baru akan lupa dengan yang lama *tsaaah. Hahaha, kalo saya koleksi saya takut yang saya miliki sebelumnya akan tidak terpakai atau terlupakan malah engga terurus. Alasan simpel aja sih. Gimana dengan koleksi perhiasan? Umm, saya juga cuma punya masing-masing satu perhiasan ya kalo anting-anting yaudah cuma punya sepasang, ga punya model lain buat ganti-ganti sekalipun anting-anting palsu, atau kalung buat gaya-gayaan pun saya engga punya dulu sih punya boleh dikasih sama temen-temen yang sifatnya “oleh-oleh” tapi yah gitu saya engga urus.
Gimana dengan kalian, ada yang punya koleksi unik ga? koleksi batu bacan gitu misalnya *lha itu mah kerjaan bapak2. Hhehehehe