Diposkan pada life, love, Uncategorized

Jurnal Kehamilan Si Jagoan

Lanjutan cerita tentang calon anak kami, kalo kemarin gue cerita kantongnya belom keliatan kan yak.

5 weeks (10 April 2018)

Huruf GS sebagai penanda kantung janin

Pertama kalinya flek itu datang. Rencana ingin periksa di usia 6 weeks terpaksa kami majukan karena hati ini mulai khawatir. Segera malam itu kami menuju rumah sakit terdekat dari rumah.

Setelah cap-cip-cup mencari dokter, akhirnya diputuskan ke salah satu dokter kandungan. Secara tak terduga, beliau dokter fetomaternal. Dokter yang memang mengetahui tentang kandungan yang beresiko.

Gue mulai diminta berbaring untuk usg transvaginal (usg dalam). Dokter mencari dimana letak dia. Alhamdulillah ada kantung janin. Walau tampak samar. Lega rasanya hati ini. Sepulang dari rumah sakit, gue dibekali obat penguat kandungan dan diminta bedrest beberapa hari.

6 weeks to 7 weeks (20 April 2018)

Gue pikir, flek ini akan berlalu begitu saja. Flek ini hilang timbul tapi tidak membawa rasa kram sama sekali. Hanya sesekali flek ini muncul tiap kali gue mengusapnya dengan tisu. Satu minggu lebih berlalu, flek kembali datang. Rencana kami berubah lagi. Maunya periksa nanti saja sekitar 8 minggu jika kandungan ini sehat, namun apa daya terpaksa gue dan masbeb kembali menemui dokter.

Perasaan sedih, takut, deg-degan campur jadi satu. Kembali lagi gue diperiksa dalam. Hasilnya kantung janin membesar dan ada kehadiran kantung makanan. Namun….detak jantung janin kami lambat sekali hanya sekitar 70 detakan permenit. Dokter memeriksa berkali-kali dan berkali-kali pula berucap “mungkin dia ngga akan bisa berkembang”. Ketika dokter mengatakan hal itu kepada kami, seperti biasa kami berpura-pura tegar. Belum ada air mata di hadapan beliau.

Bahkan untuk sekedar obat penguat, obat mual pun tidak dokter berikan karena beliau sudah prediksi bahwa janin kami tidak akan bertahan. Jujur saja, gue sedikit kecewa. Selama ini gue cukup sering mengalami mual hingga muntah. Gue juga masih berharap keajaiban itu ada.

Dokter bilang bahwa kita hanya perlu menunggu janin ini. Dalam artian bisa jadi janin ini akan luruh sendiri atau nantinya akan berhenti berdetak lalu gue harus kuret di rumah sakit. Dokter tidak bisa melakukan itu sekarang karena janin ini sesungguhnya masih hidup.

Setelah semuanya selesai, kami bergegas pamit. Pintu ruangan dokter terbuka, nyokap gue yang menunggu diluar bertanya tentang kondisi kehamilan gue ini. Tanpa bisa gue bendung air mata, gue cuma bisa bilang “nanti aja ya ma bahasnya di mobil”.

Masbeb mengurus pembayaran dokter dan hasil usg. Sementara gue dan nyokap duduk di sudut rumah sakit. Perlahan, air mata gue turun. Gue sedih mikirin janin gue ini, nyokap gue berusaha menasihati supaya gue ikhlas walau beliau sendiri hancur hatinya.

Urusan administrasi selesai, kami pulang ke rumah. Kebetulan nyokap gue lagi menginap. Sesampainya di rumah, kami masuk kamar masing-masing. Gue dan masbeb terduduk lemas di sisi tempat tidur. Kami berdua menangis bersama. Angan-angan kami seperti pupus begitu saja. Rencana empat bulanan setelah lebaran, rencana nanti mau ditempatkan dimana box bayinya, semua angan indah kami buyar. Kami berdua menangis, gue memeluk masbeb dan bilang “Udah ya mas, kita harus ikhlas. Nanti kita akan mengulang semua dari awal. Jangan sedih ya. Janin ini masih hidup kok“.

Gue berusaha lebih tegar daripada masbeb. Karena gue sadar, gue harus lebih kuat demi janin ini. Gue tetap akan minum vitamin hamil dan sisa obat penguat yang gue miliki (hanya punya dua butir obat penguat). Gue tatap hasil usg tadi di buku kontrol kehamilan gue. Sigh..ya Allah saya cinta sekali dengan calon anak kami.

Setelah menenangkan diri di kamar berdua sama masbeb, gue pergi ke kamar nyokap. Gue lihat beliau menangis diatas kasur, ngga tega. Sungguh, ini menyakitkan juga bagi gue. Gue kembali berusaha menguatkan orang yang gue sayang “Mama, udah jangan sedih ya. Janin ini masih hidup kok ma, cuma lemah. Syera minta doa dari mama supaya nanti segera diberi keturunan yang jauuuh lebih baik. Jika janin ini bukan rejeki kami, mudah-mudahan nanti segera dikasih pengganti yang baik ma. Tapi kalo ini masih rejeki syera dan masbeb, semoga janin ini tumbuh kembang sempurna hingga lahirnya nanti. Doain ya ma”.

Setelah vonis tidak mengenakkan dari dokter mengenai kondisi calon anak kami, disitulah kami berusaha berdoa setiap hari. Meminta kepada Allah SWT untuk diberi kekuatan dan ketabahan jika memang belum saatnya rejeki kami hadir. Sebagai calon ibu, wanita yang sedang mengandung ini gue merasa bahwa janin gue ada harapan. Nyaris setiap hari gue habiskan waktu senggang untuk browsing sana-sini perihal detak jantung janin yang lemah. Tidak jarang, hasil pencarian gue malah semakin memupuskan harapan ini. Di sisi lain, ada harapan muncul ketika gue membaca forum mengenai detak jantung janin yang belum terdeteksi tapi kemudian akan terdeteksi di dua minggu berikutnya. Artinya gue dan suami perlu menunggu waktu saja. Jika dalam hitungan hari terjadi peluruhan, berarti janin gue memang gagal hidup. Tapi Jika dalam waktu dua minggu tidak terjadi apa-apa, Insha Allah anak kami bertahan.

Selama masa penantian, mungkin karena sudah pasrah kali ya?! Jadi gue lebih santai menghadapi semuanya. Gue pergi makan steak enak, yang katanya sebaiknya menghindari malah gue hampiri. Tentunya gue makan steak tingkat kematangan well done. Terus yang tadinya saat gue flek disarankan untuk tidak hubungan badan demi mencegah terjadinnya keguguran, karena sudah pasrah dan ikhlas gue jalanin ibadah gue kepada suami. Dan itu semua berhasil kami lewati tanpa flek, tanpa kram sama sekali.

8 weeks (7 Mei 2018)

Dua minggu sudah kami lewati kecemasan itu, di suatu pagi saat bangun tidur gue merasa perut gue kempes. Gue ngadu ke masbeb “Mas, kok perut aku kempes ya?” kemudian masbeb merasa perut gue dan dia mengiyakan. Ngga tau Iyain biar gue diem atau emang dia males aja ngeraba-raba perut bininya di pagi hari.

Gue dan masbeb tetep menjalankan aktifitas kantoran seperti biasa. Tapi karena gue agak parno, gue minta izin buat pulang cepat supaya bisa cek kandungan. Suami gue bolehin gue periksa tapi dia bilang ngga bisa nemenin karena pekerjaan kantornya lagi padat. Fweeehh.

Yaudah lah, gue kan istri yang kuat. Yang penting isi ATM full, aman lah buat naik taksi dan bayar biaya dokter di rumah sakit. Segera siang itu gue coba telepon rumah sakit lain yang masih satu kota dengan rumah kami. Gue emang ngga mau balik lagi ke dokter yang sebelumnya. Trauma, ngga sreg. Nomer booking sudah gue pegang, sore itu gue siap bertemu dokter kandungan yang baru. Dokter kandungan nomer tiga karena sebelumnya gue udah ganti dua kali dokter.

Sore itu di rumah sakit favorit gue, waktu terasa amat lambat. Gue duduk di poli kandungan sambil mulut tidak henti-hentinya komat-kamit berdoa. Kanan-kiri gue penuh dengan pasutri, kebanyakan bininya udah melendung. Beda sama gue yang masih pake seragam kantor, perut masih rata, dan sendirian. Huuhuhu, sendu amet dah punya lakik sibuk. Saat itu gue dapet antrian nomer enam, posisi gue masih berada di ruang tunggu antrian dokter nomer dua. Gue melirik jam dinding rumah sakit, sebentar lagi magrib. Segera saja gue ijin ke suster untuk solat magrib dulu.

Emang yah kalo lagi punya hajat, manusia ibadahnya cepet. Giliran udah kagak ada hajat, kadang ibadah aja dilambat-lambatin hehehe. Gue antri solat magrib dengan cepat. Kondisi musola rumah sakit sedang padat-padatnya. Gue juga ngga mau kelamaan nunggu solat magrib karena takut antrian dokter gue keselak. Setelah selesai solat, secepat kilat gue kembali di ruang poli kandungan. Lucky me, pas banget mau masuk antrian nomer gue.

Gue menemui dokter dengan tegang, deg-degan banget. Dokter kandungan gue kali ini wajahnya kayak arab, cakep. Beliau mempersilakan gue berbaring di ruang periksa USG. Bagian perut bawah dibuka, dituang gel dingin dan kemudian dokter mulai memutar alat USGnya. Sedikit menahan nafas seraya mata gue melihat layar di depan gue. “Pertama kali periksa ya?” dokternya membuka percakapan. “Nggg..kalo disini pertama kali dok, tapi sebelumnnya sudah ditempat lain.”. Gue menjawab sambil melirik layar hasil USG, tampak bulatan yang berisikan sesuatu, itu janin gue kah?!.

“Bagus nih hasilnya, coba diliat ya usianya berapa…”

“HPHTnya sekitar 9 minggu 4 hari, kalau kita coba ukur dengan kandungannya sekitar 8 minggu 2 hari”. Dokter masih sibuk memutar alat USG sembari capture gambar serta print hasilnya.

“Normal semua dok? Detak jantungnya?”

Dokter kemudian beralih untuk mengecek suara detak jantung janin gue.

“Dugdugdugdugdugdugddug”..terdetak kencang dan cepat.

“Normal kok, sekitar 180 detakan permenit. Bagus semua ini”

Alhamdulilaaaah..” gue mengucapkan itu dengan suara yang lirih, hampir menangis karena terharu.

“Oke, sudah selesai periksanya ya”.

Suster membantu gue membetulkan pakaian gue, setelah itu gue duduk di depan meja periksa. Dokter sempat bertanya tentang apa yang terjadi sebelumnya, kemudian gue menceritakan bahwa di dokter sebelumnya (di rumah sakit lain) bahwa janin gue divonis lemah detakannya bahwa dibilang tidak berkembang. Dengan tersenyum dokter kali ini menjelaskan bahwa sebenarnya vonis tidak bisa langsung diberikan saat itu juga, perlu adanya evaluasi satu atau dua minggu kemudian. Alhamdulillah, janin gue berkembang baik, pengen rasanya gue meluk dokternya tapi gue malu hahaha.

Setelah diberikan resep vitamin, gue keluar dari ruang pemeriksaan. Rasanya hati gue tenang banget, bahagia. Sayangnya saat itu gue sendirian. Gue pengen segera kasih tau masbeb tapi gue tahan. Orang pertama yang gue kasih tau justru nyokap gue, kemudian mertua gue. Gue pengen kedua ibu gue merasakan hal yang sama. Calon cucu mereka berkembang dan hidup. Alhamdulillah.

Saat mengantri resep, masbeb telepon menanyakan kondisi gue. Gue bilang kalo sudah selesai periksa, masbeb mendesak untuk hasilnya. Gue mau bilang nanti aja lah, tapi dia ngga mau teteuuup penasaran. Gue bilang “Anak kita hidup mas, alhamdulillah dia tumbuh”.

Di ujung telepon sana, masbeb berucap yang sama. Alhamdulillah.

Dokter bilang ukuran anak kami sudah sebesar 2 cm. Betapa mungil ukurannya saat itu. Subhanaullah, ada calon penerus kehidupan tumbuh di rahim ini.

13 weeks (2 Juni 2018)

Hampir satu bulan berlalu setelah kontrol terakhir, tiba waktunya untuk kontrol berikutnya. Selama jeda pemeriksaan ini, rasanya kangen banget. Penasaran juga sudah sebesar apa si utun di dalam sini. Rasa penasaran juga menghinggapi masbeb. Dia selalu nanya “Jenis kelaminnya kapan sih bisa taunya?”.

Gue udah bilang kemungkinan kita bisa tau pastinya jenis kelamin janin itu sekitar usia kandungan 20 mingguan. Masih agak lama, jadi sabar dulu. Awal Juni ini kandungan gue memasuki usia 13 minggu berdasarkan HPHT, waktunya cek up ulang sembari melihat apakah ada kelainan pada pertumbuhannya ataukah semuanya normal.

Seperti biasa, gue selalu deg-deg an setiap kali USG. Komat-kamit doa ngga hentinya gue ucapkan. Begitu gue baringan di meja periksa dan dokter mulai mengarahkan alat USGnya diperut, si utun keliatan lebih besar daripada satu bulan yang lalu.

Whuaaa, udah ada tangan dan kakinya lengkap. Eh dia keliatan gerak-geraknya seperti melambai, meluruskan kakinya, lucuuuuu banget. Subhanullaah, ada kehidupan di dalam sini.

Dokter memeriksa utun mulai dari panjangnya, lingkar kepalanya dan ketebalan tulang belakang. Kata dokter semuanya normal dan tidak ada penembalan atau tanda-tanda abrnormal lainnya. Sekedar informasi, usia kandungan sekitar 12-13 minggu ini kita bisa mengecek lewat USG apakah ada kelainan kromosom pada janin atau ada tanda-tanda down syndrome pada calon janin. Cara mengeceknya dengan mengukur ukuran janin lewat bentuk tulang belakangnya, lingkar kepalanya dll. Walau memang ada test yang lebih akurat dibandingkan USG tapi umumnya sih dokter memeriksanya lewat USG terlebih dahulu.

Ketika dokter memeriksa keselurahan badan janin, secara spontan dokter mengatakan jenis kelamin bayinya. Tapi karena terlalu dini, masih ada kata “Kayaknya” jadi harus diliat lagi di pemeriksaan bulan berikutnya. Walau masih belum pasti yang jelas kami berdua senang mendengarnya. Terharu atas karunia Allah SWT kepada kami.

Sekarang usia kandungan gue insha Allah memasuki usia 15 minggu, perubahan yang terasa itu berat badan yang sudah naik sekitar 5 kilo. Tapi jangan salah, perut masih aja dong belum keliatan baby bumpnya.

Kalaupun mau keliatan masih kayak “maksa” buncitnya hehehe.

Kadang saking penasaran melihat perbandingan baby bump seusia kandungan saya ini sampai buka instagram dan mencarinya lewat hashtag. Tapi walaupun Baby bump belum terlihat, yang penting ukuran janin dan lainnya normal serta sehat.

Sekali lagi Alhamdulillah, terima kasih ya Allah atas kehamilan ini. Kami yang dulu sempat divonis susah hamil alami, kami yang dulu sempat nyaris putus asa bahkan saya sempat membayangkan “bagaimana jika harus keluar uang banyak untuk bayi tabung?” Rasanya rasa Syukur ini tidak henti-hentinya kami ucapkan. Memang pernikahan kami ini masih tergolong baru, tapi berhubung kami periksa dini mengenai program hamil jadi kami bisa tahu kekurangan kami berdua. Entah gimana jadinya jika kami enggan periksa ke dokter lebih awal. Bisa jadi tiap bulan saya hanya menangisi jadwal menstruasi, bisa jadi masbeb akan terus merokok dan tidak makan sehat.

Jangan pernah berkata untuk membuat kehamilan itu mudah, karena ada sebagian dari pasangan itu perlu perjuangan untuk mendapatkannya.

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Berhubung besok sudah lebaran..

Syera dan Masbeb mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1439H, Mohon Maaf Lahir dan Batin yaaa teman-teman..”

We love youu

Semoga yang jomblo yang kangen jadi pengantin akan segera menjadi pengantin, semoga yang ingin mendapatkan keturunan akan segera mendapatkan keturunannya sendiri, semoga hal-hal baik lainnya menular kepada teman-teman blogger dan pembaca lainnya. Amiiin.

Iklan
Diposkan pada love, Review, Ulasan, Uncategorized

Akhirnya Nikah (Review Vendor)

DSC00535

Sebelumnyaa…Helaaaaawww semuanyaaaa, udah liat foto aye pamer foto buku nikah kan?? Sekarang alhamdulillaah udah resmi jadi istri masbeb. Alhamdulillaah Masbeb emang sadar 100% waktu mengucap ijab kabul untuk menikah sama gue, pan takutnya ada yang curiga kalo si masbeb gue sirep wkwkwkwk.

Kami menikah di tanggal syantiiiiik yaitu 7 Oktober 2017

Katanya sih itu angka bisa dibalik-balik tapi samaan, 7102017 atau 071017. Ngga ngerti dah ya, sebenarnya kami nikah kemarin itu karena emang cuma tanggal segitu aja yang kosong pas booking gedung. Mwahahahaha. Jadi kalo baca tulisan sekarang, harap maklum kalo gue masih ngerasa hepi di aneka sosmed gue, dari Facebook sampai Instagram pun gue masih nyampahin timeline dengan foto kami *duileeeeh.

Tapi untuk postingan kali ini emang sengaja ngga ceritain gimana pas hari Hnya, gimana pas malam pertamanya, gimana rasanya melukin anak orang tanpa mesti deg-degan takut digrebek sama pak RT, ahh itu mah indah lah yak. Ngga usah ditanya enaknya semanah 😂😂.

Kali ini kita ngereview aja vendor nikahan kemarin. Menikah itu memang sebaiknya karena pilihan hati. Begitu juga ketika memilih vendor pernikahan, harus dari hati dan teliti. Maka daripada itu, gue mau memberi review vendor-vendor pernikahan yang gue dan masbeb pakai.

Rias Wajah Pengantin Wanita

Hair do and Paes by Sunin Make Up Paes

DSC00003

Detail Bunga Paes Jogja Putri Modifikasi

Cita-cita saya ketika menikah nanti adalah dirias dengan adat jawa dengan riasan paes YOGYA PUTRI. Karena itu, memilih perias yang ahli untuk hal paes memaes ini penting pake bangeet. Walau bukan seorang dukun manten setidaknya cari orang yang ahli soal riasan jawa ini. Kalo pilih asal-asalan terus hasilnya jelek, bisa bikin BETE seumur hidup tiap kali liat foto nikahan 😂😂.

Makanya beberapa bulan jauh sebelum hari H, udah nanya kesana-kemari cari perias yang cocok. Kalo bisa periasnya punya akun instagram deh, biar sekalian liat portofolio hasil riasannya. Bersyukur, salah satu teman saya merekomendasikan perias paes manten yang oksbangs, alias OKE BANGET. Minta tolong tanyain harganya, alhamdulillah lagi masuk budget saya. Nah tinggal nanti bakalan disetujui sama orangtua dan masbeb ngga? Karena artinya gue mesti menghitung dana ekstra diluar paketan catering.

Oh iya, btw catering yang gue pake ini sebenarnya emang sepaket sama rias pengantin dan keluarga. Tapi berdasarkan penerawangan mata batin gue via instagram, kok hati neng ini ngga sreg gitu sama riasan sanggar sana. Adaaaaa aja yang salah menurut GUE, entah paesnya ga presisi antara kanan-kiri lukisan dikeningnya lah, entah gue liat kondenya kekecilan lah, entah gue liat bulu matanya mau ga cocok sama mata lah. Ahh pokoknya menurut gue kurang cocok di hati untuk riasan dari sanggar di catering gue.

Sewaktu gue ajukan “proposal” perias paes manten ke emak dan calon suami, awalnya mereka ngga setuju. Klasik sih, karena bakalan nambah duit. Tapi kan nambahnya dikiiiiiiit *dijitak suami 🙈. Karena gue anaknya keras kepala dan suka drama, gue merajuk biar dibolehin pake perias paes idaman gue. Gue bilang kalo nanti biar gue aja yang bayar sendiri -akuhmasihmampu-, walau endingnya sih dibayarin suami juga hehehe.

Pas orangtua dan suami setuju, saatnya dealing ke perias. Cuma mau ngewhatsapp beliau aja deg-degan. Ya Allaaah kalo harganya naik bijimana?! Hahaha. Dan setelah isi pesan meminang perias gue terkirim, ga lama dapet balesan…..perias gue udah dibooking duluan sama orang lain. TIDAAAAAKKKKK. Embeeran deh cin, begitu tau ditikung orang itu SHAKIIIIT. Maksudnya perias gue udah diambil sama orang lain, ya Allaaaaah sedih gue, sampe nangis gitu curhat ke temen gue, ke calon suami, ke nyokap. Gue bilang kalo gue maunya beliau yang merias, ngga mau yang lain. Tapi semuanya meyakinkan yaudah ga papa pake perias sanggar catering aja ya. NGGA MAU!! gitu lah kira-kira jawaban calon manten saat itu. Sedih pokoknya sampe kebawa di solat minta supaya gue bisa dapet perias paes yang bagus.

Satu minggu kemudian setelah percakapan tragis itu (tragis karena tau udah ditikung orang)…..

.

.

Perias dambaan hati gue ngewhatsapp, nawarin jasa temennya buat rias akad, nanti biar dia yang handle gue pas resepsi. Gue.. Tetap… Ngga mau.. Gue kekeuh maunya dari akad sampe resepsi sama beliau, gue bilang kalo gue udah kadung jatuh cinta sama hasil riasan dia yang gue liat di akun instagramnnya. Terus periasnya nanya..nikah di gedung apa? Nginep di hotel atau berangkat dari rumah? Pas beliau tau kalo gue nginep di hotel, beliau menawarkan diri untuk merias gue paling pagi. Iyaa, pagi banget alias dini hari sekitar jam 02.30 pagi. MAMAAAMIAAAAA….MANTAAAP DJIWAAAA. Gue langsung deal 😂😂😂😂😂😂😂😂 Ngga papa gue kudu bangun lebih pagi demi dirias beliau hahaha. Setelah deal, langsung ga pake lama gue bayar DP. . .

Hari pernikahan tiba.

Jam 01.41

Alarm sepupu gue bunyi cuy, ahhilaaah pengennya tidur sampe jam dua pagi lah kok kebangun jam segini. Yasutralah kami berdua siap-siap mandi. Gue ngga bisa tidur lagi karena berusaha menerima kenyataan kalau gue bakalan nikah hari ini. Aaarrhh…i’m so excited..

Jam 02.00

Perias gue ngewhatsapp kalau beliau sudah on the way. Wuooohhh on time. Tiga puluh menit kemudian tau-tau beliau sudah sampai aja gitu di depan kamar.

Jam 02.30 mulai dirias.

Perkenalkan, beliau ini adalah Mba Ning (suninyowati). Akun instagramnya @suninmakeuppaes bisa langsung cus dikepoin atau via WA ke +628176488345. Pekerjaan mba ning sehari-hari sebenarnya MUA di salah satu studio televisi dan kalo gue kepoin IGnya sih beliau sering pegang riasannya Soimah. Ngga tau Soimah?? Yaudaah bye, berarti kalian ngga pernah nonton tipi 😂. Sebelum gue cerita review riasan ini lebih lanjut, mungkin ada beberapa teman pembaca yang heran kenapa gue dirias paes? Jawabannya karena gue orang jawa dan kedua ibu baik kandung maupun mertua maunya riasan gue itu ya jawa asli, ngga dimodifikasi atau dipaksain kondisinya *you know what i mean. Makanya mesti siap kuping kalo ada yang bertanya “kok..bla..bla..” Iya, maunya ibu gue dan mama mertua begini walaupun sudah dijelaskan bisa diakalin, tapi tetep kata pandangan orang tua, aneeh aaaah. Udah yang asli aja paes pengantinnya.

Rias pengantin dimulai dari make up wajah terlebih dahulu, baru kemudian disasak rambutnya untuk sanggulan. Rias wajah selesai sekitar jam 4 lewat. Lebih dari 1,5 jam buat merubah wajah gue yang biasa aja jadi luaaaaaar biasaaaa. Rasanya gue pengen nanya ke cermin di depan gue “Cermin..cermiin….siapa yang paling cantik pagi ini…GUE KAAAAAN?“. Tapi ngga gue lakukan karena gue anaknya kan tau diri. Setelah make up yang nyaris setengah jadi selesai, rambut mulai disasak. Sisir sana sini, sasak sana sini,.semprot hair spray, sasak lagi, semprot lagi dan ini hasilnya. Eh iya sedikit info, untuk rias paes ini mengharuskan dikerik bagian anak rambutnya. Katanya sih biar paesnya rapi. Rasanya dikerik, eeerrggghh pedih hahaha. Tapi pas kelar nikahan, lucu aja gitu liat bentukan hasil dikerik anak rambutnya dikening, berasa pengantin jawa beneran *Kan emang lo pengantin jawa, dul!

Selama rambut disasak, beberapa kali gue auuwww..auuwww..dan mikirin rambut gue yang rontok. Tapi ngga papa demi cantik paripurna kayak pengantin jawa *lah kan emang iya yak. Emejiing ngga? Dari kayak kuntilanak baru bangkit dari kubur berubah menjadi putri jawa yang anggun *mau bilang cantik, apalah diriku ini. . .

Begitu kelar semua wajah dipaes dan liat hasil riasan paes Jogja Putri di wajah ini. Rasanya puaaaas bangeet, sesuai sama yang gue mau. Paesnya rapi banget, ngga berantakan dan sisi kiri kanan pun sama garisnya.

Makeupnya juga kece bangeeet. Ahhh sukaaa 😍 makasih mba Ning, makasih Cibie (teman yang merekomendasikan mba Ning). Make up dan paes selesai jam 5.17 pagi. Mba Ning dan asistennya buru-buru harus cabut karena mau ngerias manten lain di kelapa gading. Tinggalah gue menunggu fotografer dkk. . .

Foto dan Video Pernikahan

Koncomoto

IMG_6860

Suka Banget Sama Jepretan Ini

Selain riasan paes pengantin wanita, bagian ini juga gue pake dari luar. Ngga mau pake paketan dari catering *belaguuuu siaaahh, biarin 😂 Kenapa? Lagi-lagi ya urusan hati. Gue kepoin dan semedi di mba gugel, semua pada bilang hasil dari foto dari catering ya so..so…gitu lah. Standar, apalagi mereka hanya menggunakan satu fotografer dan satu videografer. Ada orang di blog lain bilang katanya mereka cuma bisa foto kalo moment yang kece kayak fotografer mevwaaah mendingan pake yang lain aja. Jadi akhirnya gue merayuuu lagi ke calon suami. Kalo ini kan yah moment seumur hidup, moment sakral, gue pengen foto yang kece badai pleaseeeee bukan foto ala-ala biasa atau candid pura-pura bahagia. Alhamdulillah calon suami menyetujui, dia ijinkan gue berkelana di instagram dan mengirimkan email permintaan harga dari berbagai vendor foto. Setelah menyebar email permintaan harga dan semedi bolak-balik buka instagram demi liat hasil foto para kandidat vendor, akhirnya gue putuskan memilih Koncomoto. Tim Koncomoto bisa dibilang belum sengehits kata timnya Rio Motret atau Diera Bachir *yaiyalaaaah 😂 lah wong belum begitu lama berdiri. Mereka pun dibesarkan oleh customer mereka bukan karena hasil endorse ngefotoin artis. Dari segi penawaran harga, untuk tim koncomoto termasuk rata-rata di pasaran kandidat tim motret yang gue mintain harganya. Tapi gue berusaha melihat satu persatu hasil foto di laman instagram, untuk koncomoto seni bidikan fotonya gue rasa satu tipe sama gue. Halus hasilnya dan kasar gitu. Duhh susah gue lukiskan kenapa gue milih mereka. Intinya sih hasil tangan mereka bagus dan halus.

Soal urusan foto please jangan asal cari tukang foto yang bisa pegang shuter kamera, kudu tau angle mana yang baik. Apalagi cewe, tau sendiri ngga pengen keliatan GENDUT. Hahaha, ada loh temen gue yang ngga mau pajang foto nikahannya dengan alasan foto nikahannya jelek semua saking fotografer ga bisa ambil angle yang benar. Body temen gue yang sudah berisi aduhai dengan balutan kebaya gaun pink ketat jadi keliatan penuh kayak karung beras dipakei baju gara-gara fotografernya ngga bener ambil angle. GUE NGGA MAU INI TERJADI, makanya kami berdua pilih foto dan video dari luar paketan yang emang udah ada jaminan bagus portofolionya.

Di hari H pernikahan, rencana awal mereka datang sebelum subuh. Tapi endingnya mereka datang setelah subuh dan setelah perias gue pulang dari hotel tempat gue dirias. Lha………. Mau marah? Ngga sih, yang ada waktu mereka ngga dateng-dateng gue deg-degan takut mereka ketiduran hahaha. Gue maklumin keadaan mereka yang terlambat dari waktu yang dijanjikan, yang penting bisa teteuuup fotoin gue sebelum digiring ke gedung pernikahan, hihihi.

Pertama kali ketemu tim lengkap mereka dinikahan gue, reaksi gue di batin “uceeeedd dah, anak muda semua” mwahahaha, tapi gue yakin mereka ngga akan asal-asalan untuk urusan foto ini. Gue ikhlasin percayain deh nasib dokumentasi gue sama mereka. Gue pikir, cuma gue doang yang mikir soal anak muda ini, ternyata suami gue juga dong bilang “Yang, itu koncomoto teamnya masih pada bocah-bocah yak hehehe“.

Walaupun anak muda, cara kerja team mereka cukup baik dan solid bangeeet. Setidaknya menurut gue dan Masbeb sewaktu mengarahkan kami saat difoto, mengingatkan kami agar SENYUM melalui kode tangan, mertua gue juga ngeh hahaha katanya dikodein buat senyum.

Ini hasil foto beauty gue pas di hotel.

DSC00286

DSC00302

DSC00017

Keliatan bahagia beneran kan? Yaiyalaaaah, bentar lagi kan mau dinikahin sama masbeb 🙈🙈🙈 . .

Sejujurnya gue merasa kesulitan dengan wajah gue. Jujur nih ya, angle wajah gue lebih bagus kalo dari sisi kanan. Kalo foto dari sisi kiri entah kenapa gue merasa ancur 😂. Bentuk bibir gue kalok ngga senyum, ya beneran deh keliatan cembetut padahal emang udah dari bentuk sananya, aslinya begitu. Wajah jutek dan cemberut yang keliatan di gue kalo gue diem dan tanpa senyum.

DSC00133

Tapi kalo senyum…aahhh seperti senyuman bidadari *mau muntah ga sih gue muji diri sendiri kayak gini 😂😂😂

wp-image--1697184766

Pengantinnya Sadar Kamera

Ngga usah panjang-panjang yak, langsung cus aja gue share foto mentahan dari fotografernya (belum diedit)

Gue dan Masbeb merasa cukup terbantu dengan kehadiran team mereka, ada saat-saat moment terbaik terambil dengan baik. Yang bikin gue sedih cuma bentuk bibir gue yang emang udah manyun dari sananya bwahahahahaa dan gue lupa senyum pas tegang di acara Akad nikah. Hiks, inget ini bukan salah Koncomoto tapi salah gue yang lupa senyum dan malah bengong karena menghayati detik-detik ijab kabul.

DSC00133

Manyun Hahaha

DSC00158

Sudah SAH , Senyumnya Lebar

Untuk Kontak Person Koncomoto bisa dihubungi melalui Whatsapp +6281222282251

Berikut ini hasil video yang diambil oleh tim koncomoto

https://youtu.be/3GQhuCthGBQ

Catering dan Dekorasi

Chikal Primarasa Catering

Cukup satu kata, PUAS.

Alhamdulillah gue dan masbeb ngga salah pilih dalam memilih vendor pernikahan. Semuanya memuaskan termasuk pilihan catering dan dekorasi. Untuk urusan makanan emang beneran ngga bisa sembarangan asal ambil tanpa penerawangan sana sini di goa gugel. Makasih Google dan para Blogger yang mereview Chikal Catering.

Seperti yang sudah gue tulis di postingan sebelumnya, gue dan Masbeb emang ngga terlalu sering melakukan test food. Cukup satu kali langsung deal aja di Chikal. Pertama kali kami datang konsultasi itu di hari biasa dengan mengorbankan jatah cuti tahunan kami. Alhamdulillah marketing Chikal Catering saat konsultasi pertama cukup baik memberitahu kami bahwa gedung pertama yang kami booking itu mahal charge harganya. Hahahaha, selisih 40juta dari harga paketan standar. Marketingnya Mas Wiwid membuatkan kami list gedung yang harga paketannya standar dan tidak kena mahal. Itu lah kenapa kami akhirnya menikah di tanggal 7 Oktober 2017, bukan tanggal 1 Oktober 2017 (pindah gedung). Beruntungnya geser tanggal malah dapet tanggal cantik, hehehe.

Lanjut reviewnya, konsultasi kami berikutnya dilakukan setiap tanggal merah di hari kerja (Senin-jumat) karena Chikal Catering tidak membuka konsultasi pada waktu weekend. Nah kan pusing ngga tuh ngejar tanggal merah demi ke Chikal. Udah gitu kalau konsultasi di hari libur nasional, tempatnya penuuuuh bangeeeet. Gue sarankan sih mending datang pagi sekalian, abis solat subuh aje kesana kalu rumah lau jauh dari Chikal Catering. Berkaca dari pengalaman gue dan Masbeb yang pernah datang kesiangan jam 11.30 baru bisa konsultasi di jam 17.30. CAPE NUNGGU plus KENYANG MAKAN. Karena kalau jadwal konsultasi di tanggal merah itu emang dikasih makan kayak orang lagi hajatan. Kumpliit dari prasmanan sampe pondokan.

Ohh iya, untuk Chikal Catering ini paketannya meliputi makanan, dekorasi, rias pengantin dan keluarga, dokumentasi, hiburan bahkan MC. Yaa semacam one stop wedding gitu lah, cuma di pernikahan gue dan masbeb kami memutuskan untuk tidak menggunakan jasa dokumentasi dan perias wajah pengantin wanita. Riasan suami dan keluarga tetap dari Sanggar Chikal walau endingnya banyak sodara bahkan adek gue sebel karena riasannya ngga gitu bagus, bwahaahaha *nasib gue selameeeeeeeet sebagai pengantin wanita.

Balik lagi ke cerita Chikal Primarasa Catering, alhamdulillah setelah acara masih banyak omongan baik yang nyampai ke gue dan masbeb. Semua tamu undangan bilang makanannya enak-enak.

Bahkan ketika gue masuk ngantor setelah cuti selama tiga hari, teman kantor gue ngebandingin pernikahan gue dengan pernikahan temen lainnya yang kebetulan hanya berselang satu hari dari tanggal nikahan gue. Ngebandingin kalau makanan di resepsi gue dan masbeb kemarin melimpah dan enak, beda sama si A yang baru sejam udah abis dan makanannya ngga enak. Bahkan bakso pondokan aja dibandingin karena menurut teman gue bakso di nikahan gue empuk, di nikahan si A keras. Lagi-lagi alhamdulilaaah senang banget dapet omongan baik-baik begini. Ngga salah pilih catering.

Tamu undangan gue dan masbeb yang datang di acara kemarin sekitar 700-800 orang dengan undangan yang disebar sekitar 450 undangan baik fisik maupun sosmed. Kami tau dari melihat buku tamu yang ada. Tapi walaupun banyak tamu undangan, semua makanan masih sisa banyak banget, bahkan pondokan pun ada yang masih tersisa. Alhasil selesai resepsi semua sodara dan tamu yang nyusul dateng ke rumah ortu masih bisa kebagian makanan.

Berikut ini gue sertakan menu yang kemarin kami pesan. Siapa tau ada yang perlu gambaran besarnya.

Undangan 450-500 undangan (Undangan Fisik dan Sosial Media)

Chikal Primarasa Catering

Menu Buffee Prasmanan 700 Porsi

  • Nasi Putih
  • Nasi Goreng
  • Sop Telur Puyuh
  • Empal Balado
  • Ayam Rollade
  • Ikan Kakap Asam Manis
  • Cah Sapo Tahu Sayuran
  • Salad Mix
  • Kerupuk Udang
  • Buah Potong (semangka, nanas, melon)
  • Soft drink
  • Jus Buah (Jambu dan Mangga)
  • Pudding Coklat
  • Snack dan Air Mineral

Menu Pondokan

  • Soto Betawi 450 Porsi
  • Soto Tangkar 450 Porsi
  • Bakwan Malang Porsi 450 Porsi
  • Zuppa Soup 350 Porsi
  • Bebek Peking dan Nasi Hainan 300 Porsi
  • Es Puter 3 Galon

Keluarga kami sepakat melebihkan jumlah porsi demi menjamu para tamu. Alasannya biar ngga malu-maluin lah. Dan terbukti makanan itu memegang peranan penting dalam suatu pesta. Soal pemilihan menu pun gue dan Masbeb sepakat memilih makanan yang mengenyangkan. Biar tamu puas, jadi bukan gelitikin gigi dan bikin jigong doang hahahaha. Bahkan sewaktu pilih menu prasmanan yang gue konsentrasikan itu menu daging, jangan sampai alot. Karena pernah makan di pesta orang eh dagingnya alot dong. Makanya pilih menu empal yang emang dagingnya dijamin empuk. Kemudian menu ayam, kami ngga mau tamu kerepotan makan sambil berdiri tapi kesulitan gigit daging ayam utuh. Kalau ayamnya mental kena baju, kasian juga. Apalagi kalo yang makan nenek-nenek nanti susah gigit ayamnya hehehe. Makanya menu ayam yang dipake itu ayam rolade biar gampang motong pake sendoknya.

Tapi seenak apapun menu yang dipilih, percaya deh kalo pengantin ngga bakalan bisa nyobain semua menu. Gimana mau nyobain kalo begitu turun dari pelaminan bawaannya pengen copot konde sama ganti baju. Pengantinnya syudaaah lelaaaaah.

Dari kualitas makanan, Chikal emang ngga diragukan. Dijamin enak, makanan pun melimpah. Ngga pernah kekurangan, bahkan sampai acara selesai pun sisa menu pondokan kayak soto sama bakso masih ada. Yang abis itu zuppa soup dan bebek peking, ini menu hitz banget kayaknya.

Dekorasi Gedung dan Pelaminan

Untuk dekorasi dari Chikal Primasa syukur alhamdulillah juga, bagus semua. Gue emang ngga merhatiin detail. Yang penting rapi dan sesuai sama yang gue mau. Oh iya, gue nambahin 90 tangkai bunga Calla Lily untuk dekorasi pelaminan hasil sumbangan dari teman yang punya kebun bunga Calla Lily Dieng . Jadi tuh ya, H-3 sebelum acara tau-tau temen gue kirim message di fesbuk kalau dia mau kirim 100 tangkai bunga Calla Lily.

22196292_1694144777262318_6758198125699829790_n

Kaget sekaligus seneeeeeeng banget. Karena ngga nyangka dikasih bunga sebanyak itu, satu lagi gue bahkan belum pernah ketemu dengan pemilik kebun bunganya. Selama ini hubungan itu ya sebagai teman fesbuk dan mbaknya itu pernah beli kue brownies gue buat dikirim ke Dieng sana. Rejeki pengantin banget. Pemiliknya super baiiiiik bangeet, apalagi gue tau bunga Calla Lily itu lazim dipakai untuk dekorasi bunga kelas menengah keatas yang biasanya disandingkan dengan kelas bunga tulip, casablanca, peony.

Dari 100 bunga, gue pisahkan 10 tangkai untuk handbouqet gue dan sisanya gue serahkan ke tukang dekor Chikal.

DSC00012

Calla Lily and Baby Breath Handbouqet

dsc00296.jpg

IMG_6929

Gebyok Putih dengan Calla Lily

DSC00333 (2)

Calla Lily di Pelaminan

Yang gue senang juga dari dekorasi ini ketika team Chikal beneran mempercantik gedungnya dengan baik. Mulai dari akad nikah, permintaan gue itu kursi tiffany dengan pita, pas hari H dibuat cantik dengan hiasan bunga. Meja Akad pun bukan polosan asal pakai kain putih tapi menggunakan kain motif yang bagus disertai petunjuk nama pengisi kursi masing-masing

DSC00332

DSC00335

Kursi Akad Nikah

DSC00377

DSC00389

Akad dengan Backgroud Pelaminan

Kenapa gue cuma review tiga vendor saja? Rias Pengantin, Dokumentasi Foto dan Video serta Catering plus Pelaminan? Karena menurut gue hal ini yang paling sering dicari oleh para capeng. Gue pun bolak-balik buka review blogger lainnya demi nemu sesuatu yang pas di hati gue dan masbeb. Pernikahan ini kami harapkan awet langgeng hingga akhir hayat kami. Stress selama berbulan-bulan hilang sudah setelah acara usai.

Nyesel ngga menghabiskan biaya segitu banyak untuk pesta pernikahan? Untuk jawaban kami, tidak menyesal. Karena kami ingin semua tamu yang hadir ikut merasakan kebahagiaan kami. Karena kami ingin selesai acara ini usai bisa tetap dikenang dengan baik dalam ingatan mereka.

Rasanya menikah? lega sudah pasti. Kegalauan gue bertahun-tahun yang gue curahkan di blog ini serasa terbayarkan di hari bahagia kemarin. Melihat kedua ortu kami senang, keluarga, sahabat yang terharu melihat kami menikah. Setelah ijab kabul terucap dan semua hadirin bilang SAH, ada rasa ngga percaya bahwa ini beneran terjadi. Gue yang taun lalu menggalau kesana-kemari, gue yang tahun lalu curhat nangis-nangis ke adek gue karena mikirin jomblo di usia 28 tahun, gue yang suka nulis postingan surat terbuka untuk calon suami sampe berseri-seri padahal saat itu entah dimana si calon suami….gue yang…ahh sudahlah.

Melihat suami gue yang amat sangat baik dalam memperlakukan gue, mendidik gue sebagai istri dan menantu di keluarganya, sudah cukup bikin gue berkali-kali mengucap rasa syukur. Penikahan kami yang terwujud pada 10 bulan 10 hari kami berpacaran di bulan 10 kelahiran kami berdua, merupakan angka magic, angka yang memang Allah SWT gariskan untuk kami berdua.

Terima kasih untuk teman-teman pembaca blog ini, mohon doa restunya ya. Semoga postingan berikutnya lebih berfaedah, lebih bersemangat, lebih informatif, komunikatif dll. Mudah-mudah postingan bulan depan berisi cerita testpack garis dua, hahahaha. Amiiiiiin

Sincerely

Syera

#yangakhirnyamenikahjuga

Diposkan pada life, love, TINDER

Kaledoiskop 2016

images-1

Berhubung sudah memasuki akhir tahun, jadi postingan random ini saya dedikasikan tentang apa yang sudah terjadi sepanjang tahun 2016 ini. Ayo kemooon.

Januari 2016

Kalo mau di flashback, bulan Januari tahun ini masa-masa gue galau dengan si mantan. Udah banyak berantem dan ga cocoknya tapi mau putus berasa tanggung banget. Sampai saya berdoa minta petunjuk tentang mau dibawa kemana hubungan gue kala itu. Gue masih sok-sok tegar dan pura-pura bahagia sama si mantan. Karena gue nggak mau curcol kala itu.

Februari 2016

Puncak kegalauan gue dan masih pura-pura tegar. Gue sempet ngebolang main ke Dufan sama Dita dan curhat sama dia. Hahaha. Di bulan ini juga gue mulai mengurus entah karena nggak nafsu makan atau sadar badan mulai melar *sekarang masih melar hahaha. Kegalauan makin menjadi karena akhirnya gue sama mantan mulai perang dingin dan gue pikir mendingan udahan deh ya.

Maret 2016.

Gue resmi putus dari si mantan dan mulai menjalani hidup dari awal. Maksudnya gue kudu siapin jawaban dari temen-temen gue perkara #gagalmenikah ini, harus bisa jawab pertanyaan kenapa?. Di bulan ini juga gue disuruh adek gue instal tinder, mana gue males-malesan banget tapi nginstal juga. Terus gue potong rambut pendek di bulan ini. Gue anggap “selametan” jadi jomblo. Ngejomblo di usia segitu kan kaya sesuatu hal yang We O We. Gimana nggak WOW ketika temen kanan-kiri lo udah beranak pinak atau sibuk ngurusin nikahan, eh diri lo sendiri malah nggak jadi nikah. Malah ngejomblo jlebb. Tapi di bulan Maret ini lah titik awal hidup usia dewasa. Tsaaahhhh….. Gue kenalan dengan orang banyak, gue mulai lagi menjalani yang namanya hidup senang-senang.

Iya senang-senang yang gue maksud adalah menikmati jalan-jalan. Dulu waktu gue sama si mantan beneran buat jalan-jalan aja mikir dulu, diomelin dulu ahh nggak asik lah. Jalan-jalan gue di bulan Maret saat itu pergi ke Pantai Anyer. Gue ngambil cuti sehari dan pergi pulang sama temen gue berdua. Disana kita ngegalau sambil liatin laut.

Gue galau, temen gue lebih galau.Yang kami syukuri ketika menggalau itu yaituuuu kami nggak nyemplung ke laut. Gue sama temen gue masih cukup waras untuk main kecipak-cipak di pinggir pantai. Setelah nggak tidur semalaman dan nggak mandi pagi, kami berdua balik ke Jakarta. Jorok yak? masa nggak mandi. Yah namanya juga jalan-jalan dadakan. Kan kami ceritanya lagi galau, sah dong kalo nggak mandi pas lagi jalan-jalan.

April 2016

Kenalan gue dari Tinder makin banyak. Artinya gue makin banyak kopdar, tapi ya gitu kenalan doang nyangkut aja kagak. Kecantol satuuu aja kagak. Yaudah nggak papa sih. Tapi koneksi relasi gue jadi banyak ahahahaha. April itu gue lalui dengan wisata kuliner di Bogor sama temen kantor, terus ke Ciater sama keluarga gue abis itu gue dines lagi keluar kota, tepatnya ke kota Surabaya. Daaaan ke Dufan lagiiihh (gilee doyan banget). Jalan-jalan lagi mameeeen.

Mei 2016

Bulan itu kan ada longwiken kan yah, gue pun nggak mau rugi menghabiskan longwiken gue bersama sahabat gue. Kita pergi cus ke Yogyakarta. Nggak tanggung-tanggung kan mainnya, biasa ke Bandung kali ini malah ke Yogyakarta. Beruntungnya kami bisa nginep di rumah bude gue. Jadi modal dia buat ke yogya (gue cukup bawa diri aja lah) hanya mobil+bensin sama duit buat makan kita aja gitu. Hepi-hepi lah yah. Gue mulai enjoy dan mensyukuri banget nikmat hidup dari Allah SWT. Bahwa walau gue jomblo, gue nggak sedih-sedih amet. Masih punya temen-temen yang ngajak gue jalan, makan, nonton.

Juni 2016

Sebelum memasuki bulan puasa, gue masih sempet-sempetnya jalan-jalan ke museum di Jakarta plus ke Balaikota Jakarta. Jalan-jalan yang random sama temen gue. Pas ramadhan tiba pun gue jalanin dengan khusyuk. Ada sih acara bukber-bukber gitu. Oh ya kalo nggak salah di bulan ini juga gue hapus akun tinder gue.

Juli 2016

Lebaraaan. Horeee, gue selamat dari pertanyaan kapan oleh keluarga besar gue. Pengertian sekaliii. Kalo nggak salah pas di hari terakhir puasa gue sempet kopdar sama temen tinder gue sisaan waktu kenalan bulan-bulan kemarin. Lucunyaa gue malah mau dijodohin sama sahabatnya. Laaah pegimane sih bang?! Hahaha.
Ohh ya jadwal jalan-jalan bulan ini ke Chinatown. Seruuu banget ternyataa dan nagih banget dong jalan-jalannya. Oh iya di bulan ini gue mulai ada kegiatan baru, jualan Macaroni Panggang setiap weekend.

Agustus 2016

Gue awali dengan trip ke Kota. Masih tetep jalan-jalan (mulu) walau skala sederhana dan di dalam kota. Kemudian gue ngedufan lagii. Daaaan gue juga mulai tambah variasi jualan gue yaitu brownies dan lasagna. Jualan gue di tiap akhir pekan beneran padat banget sampe gue susah buat pergi keluar dan harus atur waktu untuk sekedar main-main. Uang hasil penjualan lumayan banget lah buat jajan sepatu dll.

September 2016

Gue ke Bali (lagi) selama satu minggu bareng sahabat gue. Di bulan itu juga gue dapet pelajaran hidup yang berhargaaaaa banget untuk selama-lamanya. Ada penyesalan teramat besar tapi yaudah mau gimana lagi?! Gue ngga bisa terus-terusan meratapi penyesalan gue. Yang gue syukuri Allah masih sayang banget sama gue.
Septemberain.

Oktober 2016

Ketika gue udah mulai kuat lagi, gue kembali ceria. Oktober ini adalah bulannya gue. Gue berusia genap 28 tahun. Gue dapet hadiah tiket konser Kahitna pula. Btw mulai lagi beberapa cowo melakukan pendekatan sama gue dan ada satu yang cukup intens. Tapi ibarat lagunya Kahitna, PDKT itu hanya bisa diberi judul “Hampir Jadi”. Maksudnya udah bikin baper, bikin senyum-senyum dan susah tidur eehh tapiii…..
Akhir Oktober gue lalui dengan jalan-jalan ke SG sama adek gue sampai kaki gue sengkleh gara-gara kelamaan jalan kaki dengan alas kaki yang salah. Alas kaki aja bisa salah yak, pantesan kemarin jatuh pada cinta yang salah *eaaaakk apaaan sihhh.

November 2016

Di awal bulan itu perlahan gue mulai nyerah dan pasrah. Ketika PDKT gue mandek, mentok yaudah gue memutuskan untuk memandang ke depan. Gue bilang sama sahabat gue kalo gue nyerah. Kalo gue ngga mau cari-cari jodoh lagi dan mau fokus buat nabung aja tahun depan. Sama sekali ngga ada masuk itungan rencana kalo gue bakalan punya pacar apalagi mikirin buat menikah di tahun depan. Tapi apa daya ketika gue baru mulai berjanji tau-tau ada Masnya nongol di kehidupan gue. Kehadiran dia tuh beneran tanpa terduga dan terencana. Gue lagi ngga usaha sama sekali untuk mencari kenalan, gue juga awalnya males-malesan waktu dia gencar ngajak kenalan. Agresif bangeeet dia teleponin sama chat gue mulu. Tapi gue kena tulah gitu akhirnya, entah kenapa gue malah mulai merasa grogi setelah dia ngajakin kopdar di weekend itu. Begitu ketemuan laaaaah akuuu ehh kakiku lemeees. Dan besoknya malah resmi jadian 🙈🙈

Desember 2016

Gue cuma bisa bilang bahwa dari awal bulan ini gue bahagia banget. Mungkin karena gue baru aja resmi pacaran kali yah, masih berasa anget hahahaha. Desember itu diawali dengan kenalan diri masing-masing ke keluarga. Gue ke keluarganya Mas, nah Mas gue kenalin ke keluarga gue. Terus gue jalan-jalan ke Taman Safari sesuai dengan rencana awal kami sebelum jadian yang mana malah kehujanan sampai sana hahaha. Untung ga pake acara mau gelar tiker yak, wkwkwk. Rencana berikutnya masih seperti biasa ya menghabiskan weekend berdua sambil ngerjain pesenan brownies atau macaroni panggang. Sementara sih itu ya, karena untuk rencana tahun baru pun kita berdua belum ada clue. Random aja lah nanti.

So…………………2016 merupakan tahun yang:

AMAZING bagi gue.

Walau diawali berdarah-darah di awal tahun tapi alhamdulillah di akhiri senyum manis di hidup gue. Gue mensyukuri apa pun yang telah terjadi dalam hidup gue baik itu hal yang terburuk maupun terbaik. Karena sesuatu yang tadinya gue anggap buruk (batal menikah) di awal tahun, Tuhan menggantikan dengan sesuatu yang baik di akhir tahun. Jauh lebih baik malah. Ketika gue malah dipertemukan dengan seseorang yang menurut gue sendiri ngga pernah masuk dalam prediksi hidup gue sebelum bertemu dengannya. Dia terbaik yang gue dapatkan di tahun 2016 ini. Gue juga dapet banyak pelajaran berharga dalam hidup di sepanjang tahun 2016 plus dapet banyak teman .

Jadi ini cerita 2016 gue, ditunggu cerita kalian semua juga yaa.

Diposkan pada life, love, TINDER

Goodbye Tinderela

image

Sebelumnya saya pernah bercerita tentang “tinder” yang diunduh dengan sengaja oleh adik saya agar saya bisa “segera bertemu jodoh” *mana tahu, kalo kata Tia, agar saya bisa punya “kenalan di lingkungan yang baru”.

Saya mulai mencoba aplikasi itu di pertengahan Maret, baru banget ganti handphone, diajarin ini-itu sama Tia, kondisi hati masih berdarah-darah karena sakit hati. Kalo kata Tia, saya bakalan susah move on jika masih aja menangisi mantan saya setiap malam, mikirin kenapa rencana kami hancur berantakan, mikirin kenapa mantan saya terasa pengecut untuk bertemu menghadapi diri saya agar masalah selesai, semua rasa “kepikiran” bikin adek saya nggak tega jadi harus ada yang diubah.

Akhirnya saya mulai berkenalan dari sana, bertemu dan mencoba mengenal laki-laki lain yang sebelumnya sudah saya seleksi dengan baik agar menghindari bertemu pria yang aneh-aneh *muka mesum, coret *gay detected, coret *foto di depan kaca toilet, telanjang dada, coret. Intinya saya mencoba cari kenalan berdasarkan feeling bahwa ini orang nggak bakalan macem-macem sama saya, dan ahh ya yang berani sama orang Bekasi hahaha, karena semua orang menganggap Bekasi itu jauh banget.

Perkenalan saya dari bulan Maret hingga akhir Mei bagi saya cukup. Cukup untuk kenal beberapa, bertemu beberapa. Sebagian dari mereka masih keep kontak sebagai teman beneran dan diputuskan nggak lebih dari itu karena beberapa faktor, sebagian lagi saya diamkan, cuekin bahkan saya blokir beneran *kezaaaaaam kan saya.

Dua bulan kenalan dengan berbagai orang, bagi saya sudah cukup semua walau belum ada yang terlihat berhasil ke jenjang yang lebih dari sebuah kenalan. Ada suatu malam saya tersadar bahwa ada yang harus berubah, ada suatu perasaan saya kali ini sedang lelah dan kembali berbalik arah bahwa diri saya harusnya berbenah dulu. Iya saya harus berbenah, saya sadar bahwa bisa masak aja nggak cukup, tampang cakep aja nggak cukup *ehh saya nggak cakep kok, de el el yang tadinya saya rasa cukup untuk bekal jadi istri dan ibu yang baik, nyatanya nggak cukup, saya harus berbenah walau nggak tau mesti mulai dari mana.

Proses berbenah itu pula yang membuat saya memutuskan menghapus aplikasi Tinder dari handphone saya. Bagi saya kenalan yang kemarin sudah cukup, sekarang saatnya saya membenahi apa yang kurang dari diri yang nggak sempurna ini. Saya nggak tau kurangnya saya disebelah mana, tapi kata orang pasangan kita itu cerminan kita nantinya. Kali ini saya sedang mau fokus berdoa dan mendoakan “dia” yang sedang bekerja di sana, mendoakan “dia” yang saya harapkan sedang mengusahakan bertemu saya, mendoakan “dia” yang saya harapkan bekerja dengan baik, menabung dengan baik, semoga “dia” disana sedang jomblo bukan sedang dipinjem sama jodoh orang lain *hahaha, dan mendoakan semoga “dia” kuat berpuasa full 30 hari di bulan ramadhan ini. Dan saya percaya kelak “dia” akan benar-benar datang kepada saya untuk keseriusannya, kali ini saya hanya perlu berdoa untuk “dia”. Walau saya tidak tahu pasti dimana “dia”, seperti apa dirinya. Dia yang kelak orang-orang bilang adalah jodoh.
Dan akhirnya saya akhiri cerita Tinderela Story ini 🙂

Kalo kata anak jaman sekarang ” Bhayyyy ✋✋
” *eniwei saya nggak tahu cara hapus akun Tindernya, jadi kalo masih ada yang ngeliat saya di Tinder, ya maafkeun karena nggak bisa dihapus akunnya cuma hapus aplikasinya.

 

UPDATE:

Akhirnya saya bisa “Delete Account” tinder saya karena barusan ada temen yang kirim cara delete account. Ternyata tulisan “delete account” ada di bagian paling terbawah” . Yeayy..

Diposkan pada life, love, TINDER

Tinder (tips buat mbak-mbak newbie)

 

image

Saya sebenarnya masih termasuk “newbie” dalam urusan online dating. Yah kalo enggak dipaksa sama adek tercinta, kayaknya saya alergi deh main beginian (tinder). Yang jomblo saya, yang semangat bantuin saya untuk urusan jodoh malah adek saya. Kata adek saya “mbaa, sepupunya teman gue aja dapet suami dari tinder”. Kalau di post sebelumnya saya cerita soal awal main tinder, kali ini saya mau bahas kasih tips seleksi “teman match” sama tips “kopdar”. Ingeet, kita ini wanita jangan sampe “dikibulin” yang bisa mengakibatkan baper yang berkepanjangan.

Ketika Mencari

Tolong yah mbak-mbak yang main online dating supaya jangan semuanya diklik, jangan semuanya dilibaaas abis demi satu kata “laku”. Seleksi dan kalau perlu intip profile picture mereka. Muka si mas disono boleh aja keliatan kece, eh kenyataanya itu foto tetangga gimana hayo?! Kalau foto udah meyakinkan dan ga ada indikasi muka om-om senang  mesum, dan identitas diri udah jelas, silakan mbaknya di swipe right. Informasi ini penting banget menurut saya. Setidaknya minimal jelas orang tersebut bekerja dimana atau almamaternya apa. Kalau saya pribadi, misal si cowo mukanya kece badai semacam di Adam Levine *tsaah dia lagi acuan gue, tapi di identitas diri ga jelas alias tampak main-main mendingan ga usah di klik. Ada loh yang nulis pekerjaan contohnya PT Angin Ribut atau Universitas maju mundur dll (keliatan main-mainnya). Mendingan swipe left aja deh. Kalo udah swipe right dan langsung match bersyukurlah (artinya dirimu lakuu), kalo engga langsung match ya sabar aja.

Ketika Match

Kalo di saya, biasanya pria duluan yang “say hi” baru deh saya balas, terus topik basa-basa ringan kayak kerja dimana, tinggal dimana, hobbynya apa, dan kalau udah nyaman biasanya berpindah media sosial chatnya ke WA atau BBM atau Line. Saran saya, tempatkan diri sebagai teman, so please jangan jadi jomblo yang baperan, dipuji dikit itu hati tuing-tuing ke udara. Pada dasarnya kan pria itu emang demen banget memuji sebagai manuver rayuannya. Tetap jaga hati, jangan baper. Inget ya sist 🙂

Setelah tukeran medsos, silakan lanjutkan obrolan masing-masing. Kalau saya, biasanya menggali lebih banyak tentang teman match saya. Salah satunya bertanya “nama lengkap” hehehe. Iya loh, nama lengkap itu penting karena terkadang kalau beruntung kita bisa dapetin informasi “lebih” via browser. Misalnya informasi pekerjaan yang sebenarnya, keaslian propic, lingkungan hidupnya seperti apa. Kalau di saya, hal yang cukup membantu adalah LINKEDIN. Yuup, setelah tau nama lengkap, biasanya informasi teratas yah linkedin itu sendiri. Ada hal konyol yang pernah terjadi selama saya kenalan beberapa orang via tinder ini. Saya pernah iseng sampai minta foto KTP teman macth, foto Paspor dan yang kocak pernah juga ada yg kirim CV beneran. Seriusan itu CV lengkap plus tanda tangan gitu. Padahal sebenarnya permintaan “identitas” hanya diawali persoalan iseng dan rasa was-was aja buat jaga diri jangan sampe “salah berkenalan”. Apalagi yah kalo baca pemberitaan soal “nasib apes” kena tipu oleh pria yang ga jelas. Kalo pria bener, biasanya mereka terbuka kok soal identitas diri mereka, karena ya itu asli. Nah kalo enggak bener, pasti deh banyak mengelak kalo ditanya lebih jauh soal diri mereka sndiri. Jadi nih sist, pastikan dengan baik data diri kenalanmu ya.

Ketika Bertemu

Nah, kalo udah nyambung ngobrolnya di chat, biasanya akan ada salah satu pihak yang inisiatif ngajakin ketemuan. Kalo saya, biasanya cowo yang duluan ngajak. Dan kalo udah begitu baru deh ya berasa “grogi” abis 😂😂 seperti mau interview kerja, harus memastikan tampilan diri sebaik-baiknya. Tradisi ketemu pertama kali selalu ya jabatan tangan, say hi sambil nyebut nama. Biasanya basa-basi berikutnya “udah lama nunggunya?”, dan obrolan lain mengalir dengan lancar. Topik yang dibicarakan usahakan hal-hal yang bersifat umum, jangan kebanyakan curhat mengenai hal pribadi kalo enggak ditanya. Terus ya jangan kaku atau bercanda garing, usahakan tatap mata lawan bicara. Karena kita bisa tau ekspresi mereka tuh interest gak sih sama obrolan kita.

Memakai pakaian yang wajar, jangan all out seolah-olah mau tampil mejeng abis. Biasa aja, rapi dan ahh yaa make up. Ini penting ga penting tapi kalo mau make up yang natural aja, jangan asal dempul sana-sini udah kayak model mau photoshoot *makanya sist kalo mau pasang propic jangan pake C360 atau beauty plus yakk. Kalo saya pribadi berhubung saya itu beralis tipis, teteup ya “ngalis”, pake eyeliner sama lipstik biar ga pucat kayak orang lagi sakit. Intinya tampil rapi dan elegan, jangan dandan maksimal kayak emak-emak mau kondangan.
Tips: kalau mau bertemu orang baru, usahakan saat mood sedang baik, bukan saat PMS. Karena berpengaruh sama pembawaan diri selama ketemuan.

Setelah Bertemu

Kalo kalian diantar pulang, syukur alhamdulillah artinya teman baru ini bertanggung jawab, kalo nggak dianterin pulang errgghh yah berasa situ jelangkung amet *datang ga dijemput, pulang nggak dianter. Jangan lupa ucapkan terima kasih atas pertemuan kalian hari itu. Baik secara langsung atau via chat. Mengenai sreg atau nggak sreg setelah bertemu urusan belakangan. Intinya tunjukan itikad baik sista-sista sebagai teman. Sekali lagi, jangan baper. Jangan mentang-mentang udah ketemuan terus jadi agresif sebagai wanita, duhh jangan deh. Kalo pria itu tertarik sama kita, pasti dia akan hubungi kalian lebih dahulu setelah ketemuan. Jadi sedikit tahan rasa “kegirangan” kalo merasa tertarik sama calon korban pasangan. Mamam deeh itu jaim yee, inget jangan pecicilan. Nah selama menunggu jangan lupa berdoa kalo emang ngerasa sreg sama dia, berdoa semoga semakin nyambung.
Terus kalo misal ga sreg sama temen match gimana? Ya tetap berhubungan baik aja, tapi jaga jarak pelan-pelan. Jangan sampai juga ngebikin anak orang baper gara-gara kita. Kasian kalo anak orang di PHPin berkepanjangan 😁😁
Sebenarnya sih sah-sah aja usaha “cari jodoh” via online dating semacam Tinder, namanya juga usaha. Cuma ya tetap harus inget jangan sampai salah pilih, salah berteman, jangan sampai jadi korban “hati”.
Okeehh..okeeehh…
Nah lo sendiri gimana syer?! Umm..yahh gitu deh heheheehe

 

Dengerin Liriknya biar ga berasa “Jelangkung” 😀

Diposkan pada life, love, TINDER

Move On (Again)

puzzle-perfect-match

Berawal dari “masa duka” saya plus ketika saya memutuskan mengganti handphone, adek saya memaksa agar saya “cari jodoh”. Dipaksa, bahkan sampe saya melotot ke adek saya karena kondisinya saya masih bersedih-sedih inget kalau saya “engga jadi” lagi. Hingga tercetuslah untuk main……eheeemm.. TINDER.

Kwakakakakk, adek saya yang instalin itu aplikasi, ajarin caranya bahkan dia heboh banget ketika pilihin mana foto yang akan dipasang. Pun ketika memilih “match” vs “unmatch” itu adek saya yang pilihin, kalo saya mengangguk langsung deh di “like” fotonya sama adek saya. Dalam satu jam pertama coba tinder udah ada lima orang yang match. Ooomaigaaat, ada satu dua menyapa. Agak deg-degan berasa kayak anak ABG gitu. Ah yaa kriteria yang dipilihkan adek saya umur 28-35 tahun. Alasan adek saya, umur segitu pasti udah siap serius. Boookk, adek saya menganggap bahwa tinder bisa loh ketemu jodoh. Okelah saya nurut aja, hingga ada dua orang yang saya perkenankan untuk kontak lebih lanjut.

Ketemuan? iyaah, ketemu kok. Pertama kali bertemu dengan teman tinder semua teman dekat saya heboh termasuk adek saya. Rasanya tuh kayak sakit perut gitu, ga karuan. Apalagi saya beneran engga pede, rambut abis potong pendek pula. Sedangkan foto yang dipasang masih menggunakan foto lama. Ada rasa takut diculik pula, hihihi. Tapi syukurnya berlangsung aman, ngobrol lancar. Memang sih walau ini berawal dari aplikasi tapi saya pun mematok standar match. Saya engga liat orang dari fotonya, tapi lebih kepada hal-hal kecil misal almamaternya, pekerjaannya sama gaya fotonya. Kalau alay, swept left. Kalau oke yaudah swept right, dan ga tau kenapa tiap kali swept right selalu sedetik kemudian langsung match. Sampai saya mikir, jangan-jangan “saringan swept” itu mengada-ada. Masa iya tiap swept right selalu match?!

Kembali ke topik bertemu “Match Tinder” sejauh ini saya baru bertemu tiga orang, alhamdulillah semuanya lelaki baik-baik. Dan memang selama bertemu saya berdoa semoga dijauhkan dari laki-laki yang kurang ajar. Ada yang sreg?! yah namanya manusia yah, saya juga jomblo. Ya adaaa doong 😀 Saya engga menampik kalo saya suka menilai orang dari kepribadiannya, cara bicaranya juga. Penting banget. Ada satu orang yang klop banget sampai saya berulang kali bilang ke adek saya “dia gue bangeet” bahkan adek saya sampai bosen dan bilang “lo udah ngomong itu berulang kali mbaakkk”.

Okee, sadaar ini baru temenan doang kok. Selain tinder, ada sahabat saya pun mengusahakan saya berkenalan dengan temannya juga. Jujur, dalam proses move on ini saya maunya semua dijalanin pelan-pelan. Saya juga ga mau menjadikan orang yang saya suka sebagai pelarian dari rasa sedih saya. Enggak, makanya semua saya jalanin apa adanya. Sambil berdoa semoga Allah menuntun saya kepada lelaki yang tepat. Kali ini pun kenalan saya engga cuma orang yang statusnya lajang, ada juga kenalan yang statusnya sudah berpisah dari pernikahan pertamanya. Iyah, saya engga membatasi dengan siapa saya berkenalan. Mau duda sekalipun kalo memang kelak jodoh saya pun insha Allah pasti saya terima dengan ikhlas. Satu doa saya kali ini kepada Allah…Tolong pasangkan saya dengan pria yang menjaga shalatnya. Karena selama ini mantan-mantan saya solatnya cuma seminggu sekali atau parahnya setahun dua kali pas perayaan hari raya.

Hal terindah bagi saya adalah ketika saya melihat orang yang saya sukai melangkahkan kakinya ke mesjid atau musola dengan ringan. Bukan paksaan ataupun pencitraan.

Diposkan pada love, surat terbuka, Uncategorized

Tulisan Konyol : Surat Terbuka Untuk Calon Suami Part 10

2015/01/img_2119.jpg

Dear Calon Suami….
Huaa udah part 10 aja 😊😄 sepertinya tulisan ini lama-lama saya bukukan saja sebagai hadiah pernikahan kita nanti *kedip-kedipmanja.
Gimana setengah Januari ini? Sulitkah? Sesulit saya yang berusaha keras untuk tidak terluka dalam masa penantian ini. Ahh iya,calon suami..saya baru saja kelar menangis.
Huhu,tapi tenang kalo nangis kali ini pun tidak akan lama karena tahu bahwa Allah perlu kasih saya “hujan” untuk melihat “pelangi” dimatamu *seperti lagu jamrud..
Saya engga mau bahas apa pasal saya bersedih hari ini,males ah. Mending bahas soal Ryan Gosling. *lha.
Seperti yang pernah saya bahas sbelumnya itu loh, saya syukaaa sekali pria brewokan macam Ryan Gosling atau Adam Levine. Dan sangat berharap kamu brewokan sexy seperti mereka *engga tau diri banget ngarepnya 😅😅
Jadi nih yah,calon suamiku… Aku tuh baru aja liat lagi di youtube scene di film Crazy,Stupid, Love yang pemainnya Ryang Gosling dan Emma Stone. Adegan pas si ryan buka bajunya terus nunjukin ke Emma. Oh Tuhaaan, itu perut rata dan kotak-kotak. Sampe Emma bilang “Fuck!!! It’s like your photoshoped”.
Haiyaah, tenang saya engga nuntut kamu kayak dia kok,perut kotak-kotak. Kamu dengan perut rata tanpa buncit aja,saya udah bersyukur kok 😋. Kembali ke topik scene tersebut, engga lama kan mereka sedikit beradegan “dirty dancing” *kalo engga salah namanya, terus yah masa aku pengen seperti itu *liat body *oke gue gendut,nyiahahaha.
Ini salah satu film favorit saya selain pearl harbor. Semoga kita kelak bisa duduk bersama dan nonton film berdua di rumah ya, kayak adegan drama korea.
Dear Calon Imamku, mungkin banyak kelebayan di surat-surat ini, anggap lah ini wadah saya berkomunikasi dengan kamu yang belum tampak. Saya sebenarnya engga nuntut kamu setampan artis favorit saya, kepribadian kamu yang paling utama yang kelak bikin saya jatuh cinta. Saya harap kamu tipe lelaki yang kuat dan pantang menyerah dan mau memperjuangkan saya ketika saya berada diposisi sempit, saya harap kamu tipe lelaki yang juga mau maju untuk kehidupan kita kelak,saya akan dukung kamu jika kelak kamu ingin lanjut sekolah lebih tinggi, atau ketika kamu ingin belajar hal lain yang mendukung pekerjaan kamu. Saya juga tidak akan melarang hobby kamu selama tidak membuat kita berdua repot. Ajari saya mendampingi kamu yah, ajari bagaimana saya bersikap sebagai istri untuk kamu,ibu untuk anak-anak kita dan menjadi anak perempuan bagi orang tua kamu.
Ajari dan bimbing saya ya,calon suamiku. Saya percaya Allah menyiapkan diri kamu sebaik-baiknya.
Saya mudah galau dan bersedih,tolong sabar menghadapi diri saya kelak.
Dear calon imamku, Dan ah yaa, saya punya mantan pacar yang menyebalkan, jika saat kita bertemu,dia mengganggu hubungan ini,tolong pertahankan saya ya. Jangan biarkan dia mengganggu keseriusan kita kelak 😎 saya percaya,kamu lelaki hebat.
Sekian surat terbuka ini.
Saya kali ini tampilkan foto terbaru saya,maaf rada gemuk. Hihihi
Jangan lupa ibadah ya, kerja yang rajin dan banyak nabung.
I love you.

Sincerely

Calon istrimu yang kece 😎
*cium tangan kamu

Diposkan pada love, surat terbuka, Uncategorized

Edisi Akhir Tahun- Tulisan Konyol: Surat Terbuka Untuk Calon Suami Part 9

Edisi akhir tahun 2014.
Saya ingin menuliskan secara khusus kali ini.

Bismillahirahmanirrahim,
Dear calon suamiku,
Hai apa kabar? Seperti biasa saya selalu menanyakan kabar kamu disana yang entah dimana.
Sore ini Jakarta sukses diguyur hujan, aku senang karena artinya langit basah dan artinya pula tidak ada yang main kembang api atau mercon. Hahaha, karena saya benci sekali dengar suara yang membuat hati ini copot. Malah kamu tau ga?doa jahat saya itu kepada pecinta mercon “semoga kembang apinya sama merconnya BONCOS semua ya Tuhan, Amin”.
Jahat ya doanya?biarin ah, abisnya ganggu dan cuma bikin polusi langit aja. Kan ceritanya calon istrimu ini Go Green.
Calon suamiku sedang apa? Apakah kamu masih tampak tampan versi saya? Yang sedikit brewokan tipis tapi bersih dan wangi gitu 😘. Semoga aja kamu bukan termasuk barisan pria pecinta kembang api atau mercon yah. Aduh kamu jangan main itu, bahaya. Kurang keren aja gitu kalo kamu mainan gitu diusia sedewasa kita ini *caelaaahh.
Malam tahun baru kali ini pun, saya memilih menghabiskan waktu di kamar saja, ya abis mau pulang ke rumah ortu pun tanggung. Karena tanggal 2 masih masuk kerja. Fiuhhh, betapa rajinnya calon istrimu ini kan sayang? 😋😅
Selain itu cucian di kosan engga kering-kering,hiks. Masa baru dijemur kena tampias hujan 😭.
Ah tapi walaupun calon istrimu sedih karena cucian bajunya engga kunjung kering, diriku masih cukup tegar untuk mencuci lagi. Maklum, stok baju bersih menipis. Tukang laundry pun engga bisa janji kalo cucian jadi dalam waktu 3 hari. That’s why saya nyuci sendiri. Walau nyatanya “sami mawoooon”.
Dear calon imamku, harapan dan doa untuk kita masih tetap saya lantunkan, terutama untuk kamu. Saya ingin kamu menjadi pria yang berpikiran maju, mau belajar demi karir dan masa depan kita. Saya engga ingin kamu menjadi lelaki yang hanya jalan ditempat, engga move on.
Percayalah, saya sebagai calon istrimu kelak, akan selalu mendukung langkah kamu ke depan.
Kalau perlu sekolah terus aja biar pintar. Karena jika kamu udah brewokan terus pintar,maka kamu terlihat sexy di mata saya *huwaaaaww
Saya janji, akan mendampingi kamu susah maupun senang. Karena saya ingin menjadi wanita yang mampu memahami kamu sesulit apapun sifat kamu. Ajari saya ya.
Dan jika kita memang benar telah dipertemukan Allah, tolong ajak saya menjadi makmum kamu. Saya ingin sekali shalat berada satu shaf dibelakangmu,mendengarkan kamu membaca Al fatihah dan surat pendek saat kita shalat berjamaah. Dan mencium tangan kananmu seusai kita shalat.
Tolong jangan bilang keinginan saya ingin berlebihan, karena hanya itu permintaan sederhana saya kepada kamu. Karena salah satu doa saya adalah ingin menjadi makmum shalatmu, walau tidak mesti setiap saat.
Teruntukmu, calon suamiku dan calon ayah dari anak-anak kita.
Jadilah pria yang bertanggung jawab dan sabar dalam menghadapi rintangan yah, jika memang ada saatnya kamu merasa emosi, temui saya. Dan saya akan berupaya untuk menenangkan hatimu.
Jaga kesehatan kamu yah,
Saya sayang kamu.. Dan saya rindu kamu
Semoga tahun 2015 kita benar-benar dipertemukan Allah SWT. Semoga Allah memberi kita petunjuk bahwa kita berjodoh satu sama lain. Dan Allah meringankan kita untuk bersatu.
Amin ya rabbal alamin.

Sincerely

Calon istrimu
31 Desember 2014

*cium tangan

Diposkan pada life, love, Uncategorized

Kilas Balik 2014

Judulnya kayak judul berita di infotainment aja yak, hehe. Baiklah karena ini udah mepet banget sama akhir Desember, jadi saya mau nulis kilas balik hidup saya selama tahun 2014.
Tahun ini benar-benar tahun yang berbeda dari tahun sebelumnya. Kalo tahun 2013 kemarin, kehidupan gue berjalan cenderung flat, gitu-gitu aja. Ga ada loncatan atau kejutan berarti kecuali berita kepindahan gue dari Makassar ke Jakarta.
Tapi di tahun 2014 ini bisa dibilang Wakwaakkk banget lah.
Mulai ketika gue akhirnya putus dengan mantan gue yang udah gue jalanin hubungan selama nyaris 2 tahun lamanya, impian dan resolusi gue pas taun 2014 awal buyaaaaar seketika. Pan ceritanye taun 2013 akhir, gue bikin rencana setidaknya tahun 2014 gue udah nikah atau minimal dilamar lah.
Tapi apa daya, manusia merencanakan tapi Tuhan belum restu. Endingnya gue putus juga. Hahaahaa.
Di tahun 2014 ini, beberapa pria silih berganti singgah di hati gue *sok laku beneer 😋
Dan beberapa kali pula hati gue tersayat-sayat akibat hubungan yang awur-awuran, niat hati jadiin gebetan untuk jadi calon suami, eh kagak kunjung jadian. Atau niat hati serius sama pacar baru, eh malah putus. Ya begitulah kehidupan percintaan gue kemarin-kemarin setelah putus dari mantan gue.
Penuh dengan gejolak cuy *negak baygon.
Tapi gue tetep syukurin ketidak jadian gue dengan gebetan atau mantan pacar, karena artinya Allah masih sayang gue dan menyiapkan calon suami sebaik-baiknya buat gue *Tegar abis!!!
Waktu awal putus,sempet sih ya gue mikir apakah masih laku diri gue? Eh ternyata masih ada yang demen walau ya ga jadi sesuai harapan *aku rapopo.
Ketika gue flash back dan baca diary gue di kamar, ahh gue pun ga bakalan nyangka gue akan kenal si anu, ketemu si ini, atau jatuh hati dengan si itu. Anggaplah itu takdir Tuhan.
Kembali ke topik percintaan, setelah gue lalui hati yang tersayat-sayat di tahun 2014, gue ngarepin banget kepada Tuhan YME agar di tahun 2015 nanti gue dipertemukan dengan mr. Right. Yah minimal dilamar lah, syukur-syukur gue dinikahin. Hohoho
Amiin. Oh Tuhaaaan berikanlah petunjuk pria yang jadi jodoh saya *doa kencang.

Life social,
Bicara soal kehidupan gue diluar kisah percintaan, tahun 2014 ini adalah tahun yang luaaaaar biasaaaaa!
Oh terima kasih Tuhan,
Tahun ini gue banyak banget keluar kota. Entah sekedar bussines trip atau bener-bener liburan.
Dari cuma sekedar wisata kuliner di kota Bogor, kemudian gue rafting, terus makan malem di puncak, eh abis itu main seharian di Dufan, terus gue tiba-tiba ditugasin ke surabaya pertama kali, jalan-jalan ke Bali, Tugas ke Bandung, jalan-jalan ke Bandung, libur ala ethnic runaway di Baduy dan akhirnya ditutup dengan jalan-jalan ke kota Malang lalu ke Bromo.
Tuhan Maha Asik, Dia tahu bahwa salah satu hambaNya mudah galau, kemudian dikasih kesenangan dalam bentuk jalan-jalan. Subhanaullah.
Dan masih dalam bentuk doa yang sama tapi beda, gue berharap tahun 2015 gue dikasih kesehatan dan kesempatan untuk icip-icip kota selain Jakarta, entah hanya satu-dua hari, entah karena tugas atau emang jalan-jalan. Tapi yang paling penting, semoga pasangan gue juga mengerti bahwa diri gue demen banget jalan-jalan. Bahwa gue pun ga akan nyusahin sebagai pasangannya, gue jamin gue mampu mandiri *apaa deehh.
Oke jadi rangkuman 2014
*gue banyak jalan-jalan
*gue banyak kenalan
*gue menikmati jatuh cinta dan dipatahin hatinya.

Dan harapan gue di tahun 2015
*gue ketemu jodoh gue
*berharap dilamar
*makin banyak kesenangan dan sedikit kesedihan.
Sisanya biarkan Tuhan menulis takdir gue di luar dugaan gue.
Akhir kata, selamat tahun baru 2015

Btw, gue belum ada rencana untuk tahun baruan,
Kali ini engga begitu pengen hura-hura kayak liat kembang api atau apalah.
Gue pengen banget berdoa dengan khusyuk kepada Sang Pencipta. 🙂
Kalo kalian ada rencana apa?

Diposkan pada life, love, Uncategorized

Cinta dan Sahabat

Bulan Oktober ketika saya sedang galau-galaunya (tapi emang hobi kayaknya,hahaha), saya curhat dengan sahabat saya.
Kami berteman sedari duduk di bangku SMA. Sama-sama satu organisasi, pernah dua-tiga kali berantem kecil salah paham, tapi kemudian kami sadar bahwa emang ga selamanya mulus.
Barusan saya cek galeri foto di hape saya, saya menemukan “capture” nasihat sahabat saya ketika saya galau tentang pria *aduhh malu.

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/558/58073721/files/2014/12/img_0374.png

/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/558/58073721/files/2014/12/img_0373.png

Sahabat saya inilah yang “menguatkan”, “mengingatkan” bahkan “menampar” logika saya ketika saya merasa “down”. Dia yang mengatakan bahwa engga selayaknya saya menangisi pria-pria yang kemarin itu. Mantan-mantan pacar saya yang membuat saya menangis kelelahan.
Amat sangat bersyukur ketika Allah menghadirkan sahabat untuk saya.
Kalau bukan nasihat dia,mungkin saya tidak sekuat sekarang.
Kalau bukan karena dia, mungkin ya saya masih “bodoh” soal cinta-cintaan.
Dan sekarang gimana dengan hati saya?!
Rapuh? Bahagia? Galau? Bingung?
Entahlah..
Yang pasti akhir tahun 2014 ini hati saya sedang jatuh pada seseorang.
Seorang laki-laki yang membuat nyaris sebagian notes milik saya penuh dengan doa,harapan, galau, rindu karenanya.
Saya masih harus menunggu “jawaban” dari Tuhan, apakah dia benar jodoh saya?!
Waktu saya masih panjang untuk melalui itu dan saya harus bersabar..
Yang pasti,
Saya pernah bermimpi solat jama’ah bersamanya.