Diposkan pada Pelaut, Uncategorized

Membagi Keuangan

IMG_2672-0

Note: ini kesekian kalinya gue nulis sotoy soal rumah tangga.
Engga papa lah, pan ini blog gue
Sudut pandang gue.
Ga suka? Silakan klik “close” di toolbar anda (bener ga namanya toolbar?).

Alkisah hidup gue yang malang melintang di dunia percintaan *hoeekks, gue banyak belajar dari pria-pria yang pernah singgah di hati gue. Termasuk cerita si anu dan inu temen-temennya. Jadi kan mantan-mantan gue *sok kebanyakan mantan 😜 yang terakhir-terakhir hidupnya engga jauh lah dari namanya pelayaran.
Lha bijimane kagak?! Sarwo kerjanya shipping ngurusin kapal-kapal, kuliahnya pelayaran,temen-temennya pelaut, terus Erwin juga pelaut. Jadi eheeem, cukup tau dikit soal cerita mereka tentang keuangan pelaut.
Kalo engga salah inget, pelaut itu kerjanya sistem kontrak. Misal kerjanya dikontrak 6 bulan, nah selama 6 bulan itulah si pelaut di gaji. Selesai kontrak, tak ada gaji kakak 😶

Nah disinilah problematikanya, mereka pernah bilang kalo pelaut kelamaan di darat bisa kering. Ya alasannya karena engga di gaji. Dan kerap kali pula gue dibilangin kalo pelaut engga boleh salah pilih istri,bisa-bisa bangkrut.
Sarwo cerita tentang beberapa teman-temannya yang pernah kehabisan uang selama tidak berlayar, Erwin pun pernah bilang ke gue kalo dia pernah ditipu berkali-kali oleh cewe soal keuangan. Feewhh, pria 😪

Gue awalnya aneh sih ya, gimana bisa mereka yang katanya digaji besar (ga tau pastinya berapa sih) tapi bisa kehabisan uang kalo engga berlayar. Sedangkan kalo dibandingkan kita-kita yang kerjanya di darat yang mungkin penghasilannya sepersekian dari salary mereka masih bisa survive.
Ternyata letak kesalahannya adalah tidak terkontrolnya uang keluar setelah mengumpulkan pemasukan. Misal nih abang pulang bawa duit segudang,ngerasa banyak duit dan ngerasa banyak yang tiba-tiba pengen dibeli jadi beli ini itu. Konsep begini yang bikin boros.
Lupa bahwa masih ada hari yang panjang untuk hidup *cieeehh..

Gue pernah baca kalimat kayak gini “laki-laki itu tipe kalo ada duit, yaudah pake aja,buat besok mikirnya besok aja. Kalo cewe kadang mau pake uang mikirnya panjang”. Nah sayangnya engga semua cewe mikir panjang,sebagian lagi mikirnya sama kyak si cwo. Gimana kalo mereka bertemu dan bersatu?! Ya udah,habislah itu uang sebelum waktunya.
Maka disini gue gatel banget pengen cuap-cuap mengenai pendapat gue soal pengaturan keuangan kayak gini (yang bergaji tidak sepanjang tahun) *tengok kanan-kiri ga ada pelaut kan?! Amaaaan.

Seperti yang tadi gue tulis,pelaut berpenghasilan jika melaut,selebihnya tidak (kecuali punya usaha sampingan)
Nah diperlukan manajemen keuangan soal begini,agar tidak bocor.
Misal pelaut kontrak kerja 6 bulan dengan salary perbulan 20juta.
Maka 6 bulan x 20 juta = 120jt. Itu uang yang didapat. Nah misalkan 6 bulan kemudian masa cutinya,otomatis ga ada pemasukan dong.
Maka sebaiknya pengaturan keuangan dengan cara seperti ini :
6×20 jt = 120jt
Nah 120juta dibagi 12 bulan. Rata-ratanya adalah 10juta/bulan.
Cukup ga?harusnya sih cukup kan? Tapi teori sama praktek rata2 berbanding terbalik.
Yang gue perhatiin kebanyakan mereka lupa mengatur sisa 6 bulan ke depan pada masa cuti. Lupa banget sih engga, tapi lupa memperhitungkan dengan benar.
Kalo gue,ketika gue terima uang maka yang gue perhitungkan bukan tabungan.
Gue lebih utamain pengeluaran tetap gue. Baru kemudian gue bagi lagi gaji gue dengan kebutuhan hidup sebulan ke depan,setelah itu baru berpikir tabungan.
Beberapa diantara kalian mungkin ada yang engga setuju,mungkin ada yang lebih utamain tabungan dulu baru yang lainnya.
Tapi alasan gue kenapa dahulukan pengeluaran tetap,karena sebagai perhitungan uang yang tersisa di gue.
Karena menurut gue,jika gue udah tau sisa uang yang gue pegang,maka gue bisa memperhitungkan skala prioritas milik gue. Hal ini seharusnya bisa diterapkan dalam kehidupan pelaut atau bininya pelaut.
Jadi dari prorata pembagian keuangan dalam setahun tadi,yang 10jt/bulan bisa mulai dihitung,berapa pengeluaran pasti mereka.
Misalnya pengeluaran pasti untuk cicilan rumah dan mobil totalan 5jt/bulan,maka sisa uang yang ada 5jt yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan tabungan.
Keliatannya kok jadi dikit?sebenarnya engga dikit lah,pintar membagi uang yang tersisa aja.
Karena kadang manusia lupa dengan kebutuhan jangka panjangnya. Dan biasanya pun teori semakin besar pendapatan,semakin besar pengeluaran sebenarnya bisa kita “press” dengan mengeliminasi kebutuhan mana yg primer,sekunder dan tersier. Masih pada inget istilah ekonomi ini kan?!
Enihoo,sebenarnya perhitungan ini engga cuma berlaku dengan pelaut aja, yang darat kayak kita juga berlaku. Kebetulan aja gue ambil contoh dari pelaut.

Note : maafin kesotoy-an gue ya, kan namanya juga pendapat dari gue. Iya kan?! Iya kan?!

Iklan
Diposkan pada Pelaut, Uncategorized

Cerita Pelaut

Nenek moyangku orang pelaut..gemar mengarung luas samudera. Menerjang ombak tiada takut. Menempuh badai sudah biasa.

Oke sip saya disini bukan mau nyanyi lagu anak kecil, eh tapi kalo nanti punya anak saya pasti ajarin lagu ini daripada nanti anak saya keburu hapal lagu “sakitnya tuh disini” #ya kali syeer..salah fokus

Jadi saya mau sedikit cerita soal pelaut dari sudut pandang saya dan pemikiran kecil saya.
Sebelumnya kan saya pernah cerita kan yah di postingan sebelumnya soal mantan pacar saya yang pelaut. Tapi kali ini bukan mau cerita soal mantan pacar. Lebih kepada kerjaannya.
Kalau mantan pacar kemarin itu kerjaannya ya melaut juga sih tapi palingan 1-2 hari doang dilaut karena kapalnya bukan kapal yang segede gaban (gaban aja gue ga tau aslinya kayak apa?!). Jadi putus komunikasi ga lama,sebentar doang sisanya tetep gue bisa haha hihi.
Ini aja gue udah takjub dengan kerjanya yang kayak begitu. Ya di tengah laut 1-2 hari kan ngeri juga. Gue aja yang naik kapal kecil waktu nyebrang pulau terus liat laut yang bergelombang gitu aja udah ngeri,mikir ini pasti dalem,mikir kalo gue tenggelam bijimane?! *plakk!! Lebay kau syera!.

Nah aku kan punya teman,teman sepermainan (kok kayak lagu ratu yah?!). Teman saya ini pelaut. Dulu nih ya sebelum kenal pelaut entah mantan pacar atau teman saya. Ya saya mikirnya pelaut yang melaut dari utara ke selatan ya biar cepet naik pesawat dulu. Maksudnya misal pelaut tersebut dari malaysia terus mau ke afrika ya dia naik pesawat dulu kemana gitu biar cepet sampe afrika. Ini dulu saya mikirnya begitu. Ternyata salah broooo 😅
Mari ketawain saya. Hahhahahaha
Ternyata emang pelaut beneran mengelilingi dunia dengan melaut. Bener-bener mengarungi samudera pake kapal laut bukan pake sulap bukan pake sihir apalagi pake pesawat yang selama ini saya pikirkan.
Melaut dua minggu ya itu beneran bahkan mungkin setengah bulan di laut ya itu beneran bukan bercanda apalagi bohongan.
Salut dengan nenek moyang kita. Prok prok prookk
Jaman dulu kan kapalnya aja manual gitu ya,gile ga mabok laut apa yah dilaut berhari-hari.
Jadi kepikiran belanda ke indonesia dulu berapa hari melaut yah?!
Teman saya kan sempat cerita dia mau ke vancouver dari jepang 18 hari berlayar. Waktu pertama kali baca bbmnya saya pikir 18 jam karena mikirnya naik pesawat. Saya baca ulang lagi errgghh 18 hari makk,bukan 18 jam. Weww dan wooww.
Yang bapaknya pelaut saya salut dengan kalian yang lama ketemu bapaknya. Bahkan mungkin pernah ada yang engga sempat ngenalin bapaknya saat pulang saking lama ga ketemu.
Yang suaminya pelaut,saya salut karena kalian berani survive di darat selama ditinggal suami.
Yang pacarnya pelaut,jangan sedih jangan galau. Namanya juga cari duit.
Yang temennya pelaut,happy-happy aja kayak saya. Nikmatin cerita tentang pengalaman di laut,hitung hitung menambah pengetahuan.
Gimana cara pelaut komunikasi dengan kalian yang di darat? Hanya Tuhan lah yang tau. Hehee,engga deh. Mereka bisa komunikasi saat dapet sinyal,walau naik turun kembang kempis. Biasanya internetan kalau udah sampai di negara tujuan,kalau cuma dapet sinyal satu-dua tiga bar biasanya sms aja.
Segitu dulu cerita pelaut dari sudut pandang saya. Sumpah gue merasa konyol karena awalnya gue pikir melaut paling lama 10 hari doang. Sisanya tuh pelaut naik pesawat. Ternyata kagaaak. Hahaha
Selamat melaut bapak-bapak, mas-mas pelaut indonesia.

Foto Kapal di bawah ini kapalnya teman saya. Nama kapalnya cakep deh “Regina Oldendorff”

IMG_0358.JPG

Diposkan pada Pelaut, Uncategorized

Pacar di Darat, Laut, Udara

Pagi….hoaeemhh, ngantuk banget abis aktivitas kerjaan kemarin yang bikin saya melek seharian.

Pagi ini saya mau berbagi cerita beserta tips menghalau kegalauan jika pacar kamu bekerja di…….. Darat, Laut atau Udara. Berdasarkan pengalaman pribadi saya sih.
Jadi udah ada riset nyata, hahahaha #sokiye

Mari Dimulai.
Jika pacar kamu bekerja di DARAT.

Sebenarnya definisi bekerja di darat, bukan yang saya maksud kerja kantoran kya di Bank atau apa. Ini saya mau cerita kalau pasangan kamu bekerja di kedinasan DARAT. Yang kerjaannya ga lazim maksudnya.

POLISI, oke saya ngaku kalau saya pernah beberapa kali pacaran sama mas polisi (lebih dari satu). Eh tapi bukan piala bergilir yah, jadi penyebab kenapa saya bisa pacaran beberapa kali dengan mas polisi adalah karena situasi.
Polisi pertama, dulu saya dikenalin saya temen saya yang juga punya pacar polisi. Dan biasanya ini akan menular bagi kalian yang punya temen terus pacaran sama polisi, cepat atau lambat biasanya sih dikenalin gitu, taelaaaah seperti pepatah jika kamu mau wangi ya berteman lah dengan tukang parfum, jika kamu mau punya pacar polisi bertemanlah dengan yang punya pacar polisi. hahaha, jadiannya kala itu ga lama cuma 2 bulan. Ya pacaran singkat gitu. Namanya juga kan masih mahasiswi tingkat awal, masih bocah. Putus ya udah deh.

Polisi kedua yang jadi pacar saya saat itu justru saya kenal dari mantan pacar saya yang polisi. Oke sip, ini emang rada parah yah. JADIAN SAMA TEMEN MANTAN, ya abis kalau udah suka gimana dong?!
kok bisa jadian? ya gara-gara sms ga sengaja gitu ke nomer temennya ini, ucapan lebaran eh malah bisa jadian. Pacarannya cukup lama dua tahun. selama dua tahun itu dia bersedia jadi “Ojek” cinta saya, nah kali ini saya punya baca cerita soal suka duka pacaran sama polisi dari dia.
Posisi dia di kepolisian bukan pangkat perwira, cuma bintara biasa. Bukan polantas juga, dia kesatuannya di Samapta alias sampai mati pegang tameng.hahaha, just joke 😛
kerjaannya ya kalo ga jaga demo di gedung-gedung pemerintahan, ngawal uang, atau jaga gedung. sebenarnya sih ga sibuk banget, makanya kalau pacar kamu polisi samapta ya beruntunglah masih bisa halo-haloan sayang, bisa bbman, malah cenderung banyak santainya (kalo ga ada demo). aturan jam kerjanya saya agak lupa, karena udah lama banget putusnya. pokoknya mereka ada yang namanya piket 24 jam, nah abis piket kan lepas dinas tuh, mereka libur deh seharian. jadi bisa diajak jalan buat pacaran. cieeehh.

DARAT lainnya adalah ketika saya pacaran sama cowo yang kerjanya di dinas perhubungan darat. Jadi yah pacar saya saat itu kan alumni STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) terus pas lulus kerja di Dishub, kerjaannya ya ke pelosok gitu deh ngerjain jalanan gitu, terus rapat gitu, keluar kota gitu deh. tingkat kesibukan masih normal dan wajar sih menurut saya. Jadi belum ada namanya tahap galau kalau kerja yang berhubungan dengan DARAT.

Jika pacar kamu bekerja di LAUT
Sebenarnya sih ya yang mau saya maksud disini bukan yang kerjaannya bener-bener melaut kayak nelayan, bukan yah. Jadi saya mau cerita jika pasangan kalian bekerja di bidang pelayaran entah yang di officenya atau di kapalnya.

Yang pertama yang kerja di officenya, cowo saya saat itu bekerja di general agent shipping, kerjaannya ya ngurus dokumen-dokumen gitu dan sibuk banget dengan email plus terima telepon atau telepon sana sini. gak kenal hari libur, pokoknya dimanapun dia berada itu handphone harus standby dan kalau memungkinkan bawa laptop kali buat kirim email dan dokumen-dokumen. kerjanya emang di darat, tapi mengabdinya di kelautan jadinya ya sibuk. Bahkan pernah loh saya liburan bareng sama dia, itu laptop sama handphone ga bisa lepas darinya. lama pacaran dua tahun, jadi saya cukup hapal dan kesabaran saya diuji selama itu. Alhamdulillah sih saya belum ada tahap ngamuk ga jelas karena kesibukannya. walau kadang ribet juga ya, kalau lagi jalan dikit-dikit telepon berdering atau notif emailnya masuk. hahaha. Jadi nih ya jika pacar atau pasangan kamu bekerja di perusahaan pelayaran dan sibuk dengan email atau telepon, sabar aja. mereka bekerja demi kamu juga kok. celah untuk selingkuh kemungkinan kecil, karena pengalaman kemarin ya dia fokus sama kerjaannya.

Yang kedua, ini kerjanya bener-bener dilaut. pasangan saya kali ini bekerja di kapal sebagai chief engginer, kapalnya sih ga gede. Tapi ya namanya juga pelaut kali ya, kerjannya ga kenal waktu. Mau siang atau malam ya harus standby di kapalnya, kadang malem ga tidur karena kapalnya bermasalah atau apalah. dan biasanya kalau kapalnya berlayar ya siap-siap hilang komunikasi ya 🙂
jadi kesabaran pasangannya diuji nih, ga usah pake acara galau badai cetar membahana. ga usah, ga usah lebay. karena setau saya, kalau dia sayang kamu ya dia pasti kabarin begitu dapet signal.
biasanya sih kalau dapat signal, komunikasi lancar jaya, bisa lah apel darat. soal rumor pelaut banyak cewenya? ahh cuekin aja. kalau pemikiran bijak saya sih, ga mesti yang pelaut, yang kerja di darat aja bisa selingkuh koq. saya memilih ikhlasin pasangan saya bekerja, ya kalau selingkuh tinggalin aja. karena artinya mencintai orang yang salah. kalau kalian dikit-dikit takut dia menikung kanan-kiri, ya cuma bikin capek aja. pada dasarnya pria emang nakal, nah tugas pasangannya adalah menaklukan hatinya biar ga berpaling. percaya lah jika memang dia pria baik, maka dia ga akan tega mengkhianatin kalian.
satu lagi pesan saya, jika sudah ada komunikasi dengannya, buatlah hatinya senang. jangan dibikin pusing. udah jauh, malah nyari ribut kan ga lucu.

Jika pacar kamu bekerja di UDARA
sesuai dengan pengalaman saya waktu dulu, ga gitu sulit sih jalaninnya. ehh, maksudnya galaunya engga sih ya. mungkin waktu itu pacarannya juga masih jadi siswa penerbang. jadi masih sebatas dengerin curhatannya pas mau latihan terbang, pas belajar dll gitu. eh tapii, bagi kalian yang pasangannya udah resmi jadi pilot saran saya sih ya ikhlasin pacarnya bekerja dikelilingi wanita cantik.
ikhlasin, karena kalo ga ikhlas cuma bikin sakit kepala. ya namanya juga kerja di udara, flight attendant cantik-cantik, tapi sesungguhnya mereka cantik tapi ga genit koq. 🙂
jadi buang jauh-jauh pikiran lebay takut direbut pramugari. buang jauh-jauh kalau pilot bakalan selingkuhnya sama pramugari.
intinya sih balik lagi ya ke orangnya, kalau sayang dia pasti setia. kalau sayang, kamu juga jangan ribet.

sekian pengalaman dan saran-saran saya.
ya namanya juga pengalaman hidup yang seuprit yang mau saya bagi.hehehe
jangan tanya enakan pacaran sama yang mana?!
bagi saya pacaran ga mandang profesi enak yang mana?! mau yg LDR atau yang deket-deket semua sama aja. alhamdulillah ga pernah selingkuh dan bisa bertahan dengan setia walau jauh-jauhan.
bedanya kalau LDR diri kita didik mandiri, ga manja sedangkan kalau deketan bisa ketemu kapan aja, cuma ya harus kuat-kuatan bunuh rasa bosan aja.
tapi kalau saya boleh pilih, saya lebih suka LDR karena saya suka dengan rasa rindu. hhahahahahaha