Menghitung Keuangan Bersama

Nyaris tujuh tahun lalu gue baca tulisan blog dari penulis favorit gue Kang Adhitya Mulya tentang persiapan menikah (silakan linknya ya). Tujuh tahun berlalu, gue beberapa kali mention tulisan ini sama para mantan hahaha. Ya biar pada mikir aja kali ya tentang betapa pentingnya perhitungan itu.

Tapi sama Mas Bebi, gue malah ngga mention karena gue kok percaya kalo dia udah menyiapkan semuanya selama kita belum bertemu. Seperti tulisan surta konyol untuk calon suami yang bermuatan doa agar dia pintar mengatur keuangan.

Ketika kami memutuskan untuk menikah, gue berulang kali maju mundur mau bahas keuangan sama dia. Antara takut dianggap ngga etis sama ngga pede aja dengan keuangan gue 🙈😂. Untungnya Mas Bebi pun beberapa kali bilang kalau suatu saat dia perlu buka-bukaan soal keuangan dia. Sampai akhirnya gue ngga tahan kali ya, gue mulai dengan membahas pendapatan dan pengeluaran gue setiap bulan. Gue cerita kalo tahun lalu ngga nabung, ya abis lah buat jalan-jalan tiap bulan 😅 maklum status staff dengan gaji bulanan tanpa adanya bonus jadi yaudah gitu aja lah. Dibilang pinter nabung ya ngga juga sih gue, tapi gue cukup perhitungan dalam gaya hidup. Maksudnya ngga terlalu ngikutin. Barang baru dibeli kalo udah rusak, atau hilang. Dan ternyata penting juga bahas gaya hidup masing-masing termasuk cara menggunakan uang.

Selama 2,5 bulan pacaran sama Mas Bebi alhamdulillah kok ya kita nyaris mirip dalam memakai uang. Konsumstif ngga, pelit ya ngga juga. Berapa budget pacaran? Kayaknya kisaran 300ribu kebawah untuk dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Dua hari menghabiskan biaya 300rb bahkan kurang dari itu, untuk berdua masih kategori normal menurut gue dengan usia sekarang ya. Berhubung kita berdua jarang nonton maka budget segitu biasanya abis buat makan, biaya parkiran doang 😅😅😂 sebenarnya gue demen nonton sayangnya dia ga suka nonton. Apalagi gue maunya horror dan dia ogah banget nonton film horor. 

Ada temen kuliah gue cerita yang terbiasa boros dalam pacaran, persekali ketemuan sama cewenya minimal ngabisin 500ribu sampai akhirnya bikin dia kudu “nabung” dulu buat pacaran. Kalo lagi bokek malah ditunda dengan ngasih seribu alesan ke cewenya. Kok ya mahal yo, itu minimal loh. Kalo sebulan ketemu empat kali bisa abis dua juta cuma untuk pacaran. Wewww 😑 okaay, mungkin nasib itu ngga cuma temen gue yang ngalamin, toh ngapain dipusingin sama gue yak hahaha. 

Balik lagi ke topik buka-bukaan keuangan, tujuan gue dan mas Bebi dibuka sekarang karena kita perlu tau apa aja tanggungan masing-masing sebelum kita menikah. Karena ini akan menentukan perhitungan ketika berumah tangga nanti. Misalnya Mas Bebi perlu banget tau budget make up gue selama setahun biar dia ngga kaget, atau gue juga kudu tau dia ada ga sih utangan atau tanggungan?!. Jangan sampai kita berdua kaget karena ngga mengenal pola keuangan pasangan. Dan tau sendiri dong dimana-mana namanya duit mah sensitip kayak testpack.

Hal pertama yang Mas Bebi tau dari gue adalah harga bedak. Hahaha, yeaah bedak cin. Sepele tapi ketika gue bilang harga bedak yang dipakai saat ini sekitar 500rb, mas Bebi melongo. Laki-laki mana tau sih perbedaan harga bedak 8rbuan sama ratusan ribuan, syukurnya masih bisa dimengerti sama Mas Bebi soal harga bedak walau tetep dianggap ngga masuk akal. Kenapa sih kudu banget tau budget ginian segala? Ya supaya ga kaget lah. Daripada kelak dia merong-merong ketika gue belanja bedak sampai setengah juta karena dia ga tau budget make up bininya selama ini. Sama halnya ketika dia kasih tau harga velg mobilnya yang belasan jeti dan pas gue tau juga sama shocknya sih, mengingat itu merupakan point “kesenangan pasangan” kita pun sepakat buat ngga boros juga 😂😂 gue bedakan juga pemakaian awet kisaran setahun. Sumpeeh, gue bedakan juga ga tebel-tebel amet kayak donat ditaburin tepung gula jadi budget bedak dengan harga segitu untuk setahun (ini gue yang irit apa pelit yak? Hahahaha) mah masuk akal dan bisa ditolerir. Sama ketika gue mensyaratkan agar dia ngga sering-sering ganti velg, cukup sekian tahun sekali saja ya Mas 😂 . Mungkin bagi sebagian orang hal printilan ini sepele, tapi bagi Kami soal beginian itu pasangan perlu tahu. Anggap aja ini bagian dari budget kesenangan.

Lalu gue sama dia pun mulai hitung-hitungan tanggungan yang kita keluarkan sekarang ini (saat lajang). Ini juga penting agar ke depannya pas berumah tangga nanti ga jadi perselisihan. Jika kelak menikah pun, kita berdua juga memperhitungkan untuk tetap memberi kepada kedua orang tua masing-masing. Di sisi gue tanggungan lainnya adalah kucing-kucing. Cost gue saat ini sekitar enam ratus ribu per-dua bulan untuk lima ekor kucing, itu pun diluar biaya kalo mereka sakit. Syukurnya gue saat ini masih berdua sama adek gue untuk hal tersebut. Dan beruntungnya lagi, Mas Bebi mengijinkan gue pelihara salah satu kucing gue kalo kami menikah nanti tentunya setelah gue hamil. Dia satu-satunya pria yang membiarkan gue dekat sama kucing kesayangan gue. Makanya cinta banget sama Mas Bebi. Sampai disini kita berdua punya tanggung jawab berbakti kepada orang tua yang kita sepakati untuk tidak menghentikannya walaupun sudah menikah.Termasuk soal kucing pun, ya tetep akan berjalan karena gue pun udah merasa mereka bagian dari tanggung jawab gue.Penting ngga untuk perlu diketahui pasangan soal beginian? Penting. Karena hal kecil kayak gini kebanyakan dilupakan sama orang-orang. Belum tentu loh punya pasangan yang mau mengerti soal beginian. 

Kemudian perhitungan cicilan. Yang bikin kita berdua lega adalah ngga ada cicilan rumah ataupun kendaraan baik di pihak gue maupun di pihak Mas Bebi. Nah buat kalian yang punya cicilan ga usah malu sama pasangan, lebih baik buka-bukaan agar semua perhitungan keuangan terencana. Jangan sampai si istri ngga terima karena dikasih duit dikit banget dibawah ekspektasinya padahal ternyata tanpa sepengetahuan istri bahwa si suami punya cicilan ini-itu pas masih lajang. Bagi gue dan Mas Bebi ini juga penting banget dan perlu tau kondisi keuangan saat ini.Karena akan berpengaruh pada take home pay yang akan diberikan kepada pasangan.

Point penting lainnya adalah perlu tahu punya tunggakan atau ngga. Entah apapun itu termasuk kartu kredit. Boleh aja punya CC tapi please sesuaikan kebutuhan dan jangan sampai nunggak. Prinsip hidup gue jangan pernah gali lobang tutup lobang tapi ngegali lobang lain. Hutangan tambal sulam seperti itu jangan pernah terjadi. Ketika gue bahas soal CC ke Mas Bebi, dia baru inget punya CC yang jarang kepake dan kayaknya mau dia tutup aja pas gue bahas soal beginian sama dia.

Kemudian kita berdua bahas Investasi. Yah gue mah belum tahap nginvest tanah sih 😂 tapi dikit-dikit ada investasi bentuk lagi secara kecil-kecilan. Cewe mah ngga jauh-jauh nginvestnya emas ajalah bwahaahaha. Gue pengen sebenarnya nginvest tanah, tapi emak gue gablek tanah dan kalo kata emak ntar aja noh urusin tanah keluarga sendiri kalo udah nikah. Yaudahlah aku mah apa atuh masih perlu belajar soal beginian. Kalo dari Mas Bebi sendiri mah ngga usah ditanya, lah dia mah anak ekonomi udah jelas lebih pinter soal beginian 😁 jadi alhamdulillah dia termasuk lelaki yang pinter soal mengembangkan duit, bukan mengembangkan utang. Bagi kalian yang berniat investasi gue sarankan mulai dari hal terkecil yaitu emas. Bagi gue itu hal terkecil karena zaman sekarang beli perhiasan atau logam mulia mah banyak tempatnya. Kenapa emas? Karena mudah dijual ataupun digadai dan kalo pun dibeli kadang ngga berasa dihitung. Alias lo beli aja iseng-iseng tanpa mikirin berapa jumlahnya setiap kali beli, eh tau-tau udah punya puluhan gram. Apalagi bagi lelaki muslim, investasi emas dari jomblo kelak bisa digunakan sebagai mahar buat menikahi gadis impian anda. Kece ngga tuh?! Hehehe.

Secara garis besar setelah kami berdua terbuka soal keuangan, ada kelegaan di hati kami masing-masing. Setidaknya kami bisa mulai memperhitungkan berapa pengeluaran kami masing-masing ketika berumah tangga nanti. Misalnya ongkos kerja plus uang makan selama ngantor yang diperlukan istri dan suami, kita juga bisa memperhitungkan pengeluaran untuk diberikan kepada keluarga kami dalam hal ini orang tua, kemudian mengira-ngira pengeluaran rumah tangga nanti dalam sebulan dan terakhir tabungan yang bisa kami tabung untuk masa depan keluarga. Mungkin ya bagi sebagian orang terlalu dini atau terlalu tabu untuk buka-bukaan keuangan dengan pasangan. Ada temen sekolah gue yang sudah menikah lima tahun pun ngga tau take home pay suaminya berapa karena yang paling penting dia diberi nafkah bulanan, ada juga temen gue lainnya yang gaya keuangan keluarganya diatur pihak suami yang mana bahkan untuk belanja ke pasar pun suami yang pergi jalan tanpa istri tau berapa harga cabe dipasaran. Karena semua keuangan suami yang pegang. Tapi ada juga gaya keuangan keluarga yang pihak istri mengatur semuanya termasuk memberi keuangan secara ketat kepada suami. Semua kembali sih kepada kenyamanan masing-masing pihak. Karena masalah keuangan adalah hal yang sensitif sekali, maka dari itu pembicaraan siapa yang kelak memegang peranan utama dalam pengaturan rumah tangga perlu dibicarakan, termasuk membicarakan tanggungan yang sedari masa lajang akan terus mengikuti ketika akan menikah, dan ini penting. Keterbukaan gaya keuangan pasangan perlu diketahui agar ngga kagetan. Karena perceraian karena hal ini aja banyak kejadian, kayak anaknya tante artis yang digugat cerai akibat istri kelilit hutang dan suami ngga mampu bayar *lah jadi ngegosip 🙈

Akhir kata, gue bersyukur dan mungkin ini hikmahnya kenapa gue dan Mas Bebi Insha Allah akan menikah di umur segini (nyaris tiga puluh) karena di posisi sekarang mental kami berdua sudah siap. Siap secara moril dan materiil. Udah ngga ada lagi kesenangan masa lajang yang dikejar kayaknya, karena kita berdua lebih mikirin untuk keharmonisan keluarga nantinya. Kami berdua cuma bisa saling mendoakan agar pernikahan kami nanti menjadi keluarga Samawa dan penuh berkah.

Saran gue untuk para adek-adek lajang yang masih kuliahan dan meniti karir, rencanakan keuangan kalian sebaik-baiknya selama kalian belum bertemu jodoh yang sebenarnya, ngegaya boleh asal jangan ngutang, ngegaya boleh asal punya tabungan. Ingat hidup itu bukan tentang “liat nanti” tapi tentang “harus menjadi apa nantinya”. Yang cowo menabunglah sebaik-baiknya, kerja lah segiat-giatnya karena kelak kalian akan menafkahi anak perempuan orang tanpa kalian melepaskan tanggung jawab kalian terhadap orang tua, buat perempuan belajar lah bijaksana terhadap penggunaan uang 

Salaaaaam kepreeet dari mba-mba sok tau tapi kadang sok cantik 😜😜

Iklan

45 thoughts on “Menghitung Keuangan Bersama

  1. hahaha.. emng dalam pernikahan itu harus nyeimbangin kebutuhan dulu baru ngomongin yang lain..
    tapi alhamdulillah, istriku gak pake bedak 500rb itu.. hihihihi..
    paling banter awal nikah dulu cuma 180rb itupun promo dari orif****
    sekarang, pake yang 50rb aja, punyanya bedak yang dibintangi oleh dewi sandra

    1. Hehehe..
      Mungkin mas Nur bakalan sama shocknya dengan Mas Bebi kalo misalkan istri pake bedak harga segituan 😂😂
      Etapi bisa jadi sih budget sgtu turun seiring berjalannya waktu dan banyaknya kebutuhan.
      Yang penting calon suami kudu tau dulu 🙈🙈

      1. aku sih gak masalahin tentang pengeluaran segitu, yang penting, niatnya adalah untuk bahagia dunia akhirat, ya semoga perjalanan pernikahan itu di payungi sebuah keberkahan lillah.. jadi gak begitu berat walau pengeluarannya segitu..
        kan rezeki sudah ada yang ngatur…

        1. Setujuuu banget sama pemikirannya mas.
          Persis kya si Mas Bebi.
          Dia ngga keberatan soal beginian. Klo mnurut dia, cwe emg wajar kok butuh make up dan dia suka klo aq tampil rapi dan merawat diri 😁😂🙈
          Dan kalo si Mama sendiri juga bilang “secinta-cintanya laki-laki dia ttp suka sm cwe cantik dan rapi, makanya nanti kalo jd istri hrs bs merawat diri jangan kumel apalagi kucel kalo ktemu suami”

          Ada benarnya juga kalo suami ikhlas, istri pun juga ikut mendoakan agar rejeki suami juga lancar. Doa istri mengikuti suami kan 🙂
          Begitu pula sbaliknya.

  2. Syelamat ya syer buat babak barunya sama mas bebi. Semoga dilancarkan sampe hari H.
    Btw itu anak si tante artis beneran cermai gara gara itu ya?
    Ho oh, soal perduitan emang kompleks bin sensitip, syukur kalo kalian berdua udah kompak soal duit di awal 👍

    1. Makasih mba Nana,
      Selamat juga utk proses kehamilannya ya 😘😘 senang mendengarnya.

      Iya anak tante artis ceremai krn katanya byk utang, trs suaminya ga kuat. Ada yg komen katanya tmn sekolahnya dan emg dr jaman sekolah suka bgtu. biasa dr IG taunya 😂🙈

      Iyaa, awal mau bahas ginian sbnrnya serem tp alhamdulillah krn emg sama2 mau dibahas jadinya udh lega skrg soal aturan keuangan 😀

  3. Wah, kalian bakal ada anter-anteran nggak? Kalau ada, biasanya salah satu box ada makeup. Hehe… Kebetulan saya paham make up, jadi ngga kaget bedak bisa sampai 500 k. Make up bisa jadi issue penting keamanan negara tuh. Haha…

    Saya ingat waktu pertama kali bahas keuangan sama isteri waktu dulu masih pacaran. Kalau nggak salah, date ke 3. Saya ingat kami ngobrolnya open tanpa prejudice. Dan cukup seru, karena langsung membahas pola keuangan. Interesting enough, she makes more money than me. But I can still provide for us. In syaa Allah. Her money is hers.

    Yeah, saya kira obrolan kami waktu itu seperti yang dibahas di blog entry ini. Bahasan klasik kan ya. Mungkin yang beda cuma prioritas keuangan saja.

    Anyhow, selamat mulai mengelola keuangan bersama ya.

    1. Hehehe ada kok seserahan kan maksudnya?
      Iya pembahasan budget make up itu sensitifnya sama kya bahas keuangan hehehe.
      Tapi laki2 yg bijak pasti paham dan mau mengerti kenapa wanita rela keluarkan uang sebanyak itu utk make up.
      Mau istri cantik ya kudu modal, intinya sih gt.
      So far setelah dijelaskan alhamdulillah mengerti dan mau support 😀

      *ternyata mau menikah itu ga cuma membahas gedung dll, yang beginian juga kudu dibahas smp tuntas ya hehehe

      1. Nah iya. Salah make up bisa nambah agenda dokter kulit diluar perawatan lah ya. Haha…

        Anyhow, selamat menikmati luasnya urusan dalam pernikahan. Seru seru sedap euy! Haha…

        *thumbs up

  4. salah satu topik yang penting banget emang untuk dibahas kalo udah serius mau menikah. harus banget ngomongin tentang finansial. baik kondisi sekarang maupun rencana ke depannya. harus buka2an supaya gak ada yang jadi salah paham kedepannya…

  5. Wah aku juga udah ngomongin ini Syer sama si abang. Bener banget, pengeluaran tetap dan yang tersalurkan ke hobi harus dikasitau. Terlebih emang udah harus buka-bukaan banget soal finansial karena belum tentu gaya kita berdua sama

    1. Nah iya itu maksud aq, nda. Karena gaya hidup masing-masing aja udah beda dan jangan sampai jd keributan setelah menikah karena kaget sama gaya hidup pasangan 😀
      Emang perlu banget kan ya satu visi apalagi soal keuangan.

      1. iyaa banget syer, mnrt ku anak jaman skrg lebih melek “persiapan” ketimbang orang dulu yang blek langsung nikah. Pas udah halal baru kaget sama pasangan krn sama2 gak tau

  6. Iya nih masalah keuangan sensitif banget. Tapi klo udah free utang biasa tandanya orangnya cukup bijaksana dalam mengelola keuangan. Ya jelas juga mesti punya tabungan buat anak. Soalnya besar sekali loh kebutuhan bayi di masa sekarang. Klo nggak siap ntar malah kaget sendiri.

    1. Iya, punya bayi tuh mahal ternyata.
      Tmn juga crita dsa anaknya 400rb/konsultasi walaaah.
      Blm lagi urusan popok, baju bayi dll.
      Tapi walau terasa mahal kok kayaknya hepi gitu punya bayi 😂😂
      Aahh intinya mah kalo nikah nanti kudu makin byk nabung yah.

    1. Makasi ci inly,
      Dulu waktu awal mau ngebahas deg-degan sebenarnya takut beda pola konsep 🙈
      Ternyata setelah dibicarakan pola konsep kami sama hehehe.

  7. Tar menghitung keuangan bersama pas udh nikah beda lagi syer hihi.. Gw setelah menikah setiap ditanya tabungan udh berapa langsung deg deg an hahaha.. Abis gw termasuk konsumtif tapi buat anak bukan buat diri sndiri, liat mainan, liat topi, liat sepatu anak lucu2 gatelll langsung beli.. Beli buat diri sndiri paling 2 kali setahun, sering kalau nge mall dibilang kalau gw mba nya Jevan hahahaha..

    1. Hehehe.
      Iya kayaknya kalo udah punya anak bakalan beda lagi hitungannya atau mgkn bakal ada bagian yg dipotong (budget kesenangan misalnya) hihihi
      Lha aq juga sbnrnya konsumtif kok apalagi soal jalan2 tapi skrg ditahan2 banget karena mau nikahan wkwkwkw. Drpd buat jalan2 mending buat beli panci unyu-unyu.

  8. baca ‘bebi’ napa jadi bayanginnya bebi romeo ya :)) maap oot 🙂
    semoga lancar semuanya ya, bahagia masa pacaran dibawa terus sampai nikah dan kehidupan setelahnya..

    1. Hehehe, soalnya brewok dia mirip sama bebi romeo hahaha.

      amiiin, makasih ka feb 🙂
      rasanya punya seseorang yg treat me like a lady itu warbiasaah ya 😀
      semoga kayak gini seterusnya.

  9. Salutttt syer sama kamu. Dan emg bener sih soal finansial gini hrs diomongin sebelum married. Supaya sama2 tau kedepannya gmn ntr pas udh married dan gada salah paham. Aku aja sampe skrg msh suka kacau balau nih itung2annya hahaha soalnya begitu dah married suamiku gamau refot jd keuangan dia kasih aku yg pegang. Tapi dia dah ngerti sih ada bbrp pengeluaran pribadi istrinya yg harganya gak sedikit yah kaya bedak yg hampir setengah juta itu lah hahahaha😂😂 ngerti bgt syer ngertiii😁😁

    1. Hihihi, soal budget kesenangan semacam make up dan perawatan muka emang suami kudu banget tau kan yah soalnya cantik itu perlu modal. Prinsip suami Rere sama Mas Bebi sama kok, nanti aq nikah juga keuangan aq yg pegang krn dia sendiri mrasa takut ga bs nyimpen *alibinya takut dibeliin velg baru sama dia hahahaha.
      ciri-ciri pria yg kya gini nih masuk pria idaman soalnya udh dijamin ga bakalan pelit sama bini dan dijamin ga akan royal sama cwe lain*gimana mau pelit coba kalo duit kita yang pegang, mau jajanin cwe juga duit ga punya :))

  10. Sama banget syerrrr berarti suamiku sama mas bebimu yaa. Suamiku jg bilangnya gitu krn takut kalau dia yg megang lebih khilaf krn jajanan laki kan lbh muahal2 hahahah terus aku jg awal2 suka ngecengin dia awas aja jajan2in cewe eh kt dia lah mau jajanin gmn org duit semua dikamu bhahahahaha😂😂😂

    1. hahahaha..
      iya bangeet :))
      suami khilaf krn jajan hobi dia masih bs dimaklumin dan dimaafin, lah kalo dia sampai jajanin cwe lain sih yg ngeri.
      makanya jd istri mesti cerdas ya Re, klo perlu ga cuma tau duit gaji tp perlu tau kapan duit bonus, duit thr cair wkwkwkwk
      *ya ampuuun

  11. Gue mo komen panjang2 boleh gak nih kak Syer? Wkakaka. Soalnya gue juga ada banget pengalaman akan hal ini.
    Mantan gue yg di Malaysia lulusan accounting di Thailand but unfortunately he knows nothing about investment, loh. Gila gak tuh?! Jadi menurut gue hal2 ttg investasi itu tergantung ketertarikan dan paparan informasi, yg gampang kya emas aja dia ga tau aplg yg susah2 kya reksadana, saham, obligasi, etc. Dia jg pernah buka2an tentang pengeluarannya dan di umurnya yang ke-32 belum ada tabungan! :/

    Mantan yg kedua, Uda Padang. Wah dia mah sama kya calonlo, kak. Gak terbuka2 banget tp dia pernah bilang mau beli apartment hard cash. Waktu itu gue belum ngerti apaan tp setau gue, yg namanya hard cash = banyak wkakaka so gue anggaplah dia orang kaya yg bisa mengatur keuangan 😆 Yg ini lulusan accounting jg.

    Yg terakhir tuh si Batak, bang BM, dia belum ada cerita apa2 sih tapi dari cara dia ngomong, gue rasa dia boros -_- bahkan kadang lebih boros dari gue karena pengen beli ini beli itu yang MENURUT GUE gak penting HAHAHA padahal bisa aja itu masuk pos kesenangan/hura2nya dia yak.

    Tiga bulan pacaran ngomongin ini terlalu dini? Enggah, ah. Tergantung niat dan kesiapan aja. Apalagi statistik menunjukkan bahwa perceraian karena ekonomi >>> perselingkuhan so itu faktaaa

  12. Diantara cowo yang gege kenal kayaknya cuma uda padang yg bagus dalam management keuangan apalagi sampe bisa beli apartment scara cash 😀
    jaman sekarang nyari cwo tanpa modal kreditan rada susah hehehe.
    semoga bs ketemu yg seiman dan pinter atur keuangan ya ge 😀
    soalnya nyari cowo yg pinter atur keuangan plus ga pelit itu susah cin hahaha.

    yg bang BM mah boros aja udah ngifeelin plus minus dia ke kamu tempo hari -_-‘

  13. Syer gue jadi penasaran bedak 500rb tuh bedak yang mana ya hahahah. Temen gue ada tuh yang selama pacaran bokek krn date sabtu-minggu sekalian jemput n bayarin pacarnya. Sejutaan bok! Pingsan

    1. Gilee sminggu ngabisin sejuta itu luar biasa banget 🙈🙈
      Mgkn krn diajaknya makan yg mewvaaah *kalo kta anak jaman skrg.
      Tapi emg ada kok pcrn yg sgtu habisnya cuma buat makan krn hobinya nyobain makanan di tmpt baru gt.

      Bedak 500ribuan itu yg MAC studio fix 😅😅
      Soalnya bedak padat yg cocok di kulit cuma itu, ga bikin jerawatan plus awet. Sempet pake merk lain malah jd jerawatan trs berasa berat *kayak promosi jdinya wkwwkwkwk

  14. Hi Syer (sok kenal), salam kenal ya…
    Setuju lho sama tulisan kamu. Memang keuangan itu hal sensitif tapi sebaiknya sudah dibahas dari awal, terutama yang sudah punya rencana mau nikah

    1. Hai salam kenal juga 🙂
      Makasih udh baca tulisan ini hehehe.
      Iya soalnya kan cara org menggunakan uang berbeda beda. Apalagi klo udh berpasangan.
      Ada tmn malah yg berkonsep persentase dlm keuangan pernikahannya. Misal istri kebagian 30% dan suami 70% dlm pengeluarannya jdi ga ada sistem uang suami dipegang 100% sama istri.
      Makanya yg kya gini perlu dibahas sama calon pasangan.

    1. Amiiin, matur suwun mas.

      😂😂😂 dibilang masih 21 tahunan itu gimanaaa gt, bahagiaaa
      *hahahahaha
      *kamera hape jaman sekarang mah canggih

  15. Mbaak Syeer itu bedak 500an tapi awet sampe setahun berarti masih termasuk kategori hemat donk mba.
    Btw, kalimat sarannya jleb langsung ke aku mba 😂 aku ngegaya tapi gak pake ngutang kok tapi syg blm punya tabungan 😔

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s