Diposkan pada life

Oplas!

images

Berikut ini daftar artis Korea yang melakukan operasi plastik.. Tulisan headline sebuah berita online menarik perhatian Kinanti.

klik..klik…laman berita terbuka.

“Whoaaa, gilaaa before-afternya jauh bangeet” Guman Kinanti dalam hati. Matanya menatap antusias beberapa foto para artis yang tampak cantik setelah dioperasi wajahnya. “Udah cantik, mulus, ini sih cowo mana coba ya yang nggak suka”. Kinanti meraih cermin kecil di atas meja kerjanya. Ditatap baik-baik bayangan dirinya sendiri disana.

“Gue sih nggak jelek-jelek amet ya. Tapi kayak ada yang mesti gue ubah.” Otaknya berpikir keras, kira-kira apa yang bisa membuatnya tampak lebih menarik. Dicoba lah melihat wajahnya dari berbagai angle, sisi kanan, kemudian sisi kiri, mencoba tersenyum, ekspresi merengut, nyengir, ekspresi terdiam. Semuanya masih tampak oke. Tapi hati Kinan *begitu dia biasa disapa, tergelitik untuk melihat kekurangan pada wajahnya.

“Buseet, ngaca teruuss! lama-lama tipis muka kau itu dek!” celotehan Bang Ronald menyadarkan Kinan dari lamunan wajahnya.

“Idihh, apaan sih Bang. Sirik aja sihh! Huuuu” Kinan menanggapi sambil memoyongkan bibirnya yang merah merekah.

“Hahahaha, lagian Kau ini aneh dek. Muka kau itu sudah cantik. Apalagi lagi yang kurang? Pake segala ngaca manyun-manyun gitu” Bang Ronald melanjutkan bicara sambil membuka toples permen di meja kerja Kinan.

“Ya, nggak apa-apa sih Bang. Cuma penasaran aja, kalo gue oplas gimana Bang? Maksudnya apa yah yang kudu gue oplas?” Kinan mencoba meminta pendapat rekan kerjanya tersebut.

“Ahhh Kau ini, Sudah lah syukuri aja apa yang Tuhanmu kasih. Wajah kau ini orang Indonesia punya, udah bagus itu. Tak usahlah kau sok-sok ikutan oplas kayak yang di berita itu. Walaupun hidungmu nggak mancung kayak mereka, hahahaha”. Ucap Bang Ronald sambil berlalu dan kembali ke cubiclenya.

Hidung. Tiba-tiba ucapan Bang Ronald terngiang-ngiang di telinga Kinan. “Apa gue coba oplas hidung ya?” Kembali dia meraih kaca kecilnya. “Kayaknya bagus juga deh”. Segera Kinanti mencari informasi lebih lanjut klinik kecantikan yang bisa “membetulkan” bentuk hidungnya tersebut. Klik sana-sini hingga sampailah pada satu informasi bahwa ada dokter bedah kecantikan terkenal yang mampu membantunya.


Malam hari itu Kinanti mematut dirinya bolak-balik di depan kaca toilet restauran, memastikan dirinya tampak cantik dan sempurna. “Duhh, kok tiba-tiba gue jadi nggak suka hidung ini ya?”.

“Sayang, kalau aku operasi plastik nih, kamu setuju nggak?” Ucapan Kinan nyaris membuat Dito tersedak disuapan terakhirnya.

“Uhuhhkk..hukk..Apa?? Kamu mau oplas?”

“Iyaa, aku mau oplas hidung nih Yang. Menurut kamu gimana? Bagus nggak ya?” Kinan mencoba berekspresi merengut imut sambil meminta pendapat kekasihnya tersebut.

“Duh, Honey. Kamu ngapain Oplas segala?!? Kamu tuh udah cantik di mata aku” Dito melanjutkan ucapannya sambil meraih tangan kanan Kinan untuk meyakinkannya. “Lagian, mau kamu oplas atau nggak kelak kita tuh akan tua bersama. Akan mengeriput bersama. Kenapa kamu mau oplas segala?”.

“Hmmm, tapi aku nggak suka sama hidungku ini. Kayaknya nggak bagus aja, pengen mancung kayak orang-orang Yang” Kinan berucap sambil menyentuh ujung hidungnya.

“Hehehe, terus kalau udah mancung kamu mau apa?! Mau nyantelin kacamata setiap hari?! Mau kamu mancung atau pesek, aku tuh cinta sama kamu apa adanya. Kepribadian kamu, bukan hidung kamu”. Dito mencubit gemas hidung Kinanti, wanita yang dicintainya.

“Huuuu, gombal kamu Yang” Ucap Kinan sambil mencubit manja tangan Dito. Jauh di dalam hati Kinan ambisi untuk mengoperasi hidungnya malah semakin mengebu-gebu “Pokoknya gue harus oplas!!”.


“Selamat siang, dengan Klinik Bedah Kecantikan Maksimal? Saya Kinanti mau tanya jadwal konsultasi dokter Ryan, kira-kira hari dan jam berapa ya?” Kinanti akhirnya berani mencoba menghubungi Klinik tersebut. Tidak butuh waktu lama baginya untuk memutuskan merubah hidungnya yang mulai dia benci. Baginya hal ini penting, kapan lagi mencoba mengubah diri lebih cantik? Walau untuk hal seperti itu mengorbankan sebagian tabungannya.

“Ahh, nggak papa lah sesekali ini gue ngabisin puluhan juta” Ucap Kinan dengan santai ketika bercerita kepada Lanny, sahabatnya tentang rencananya tersebut. Malam itu Kinanti menginap di rumah Lanny yang kebetulan sendirian ditinggal suaminya ke luar kota.

“Ya nggak papa sih Kin, tapi emang elo yakin kalo Dito ngijinin? Bokap-nyokap lo gimana? Resikonya ada nggak sih?”

“Dito sih nggak komentar banyak soal itu sih, dia nggak ngelarang kok. Cuma dia bilang dia tetep cinta sama gue apa adanya gue. Tapi kan gue cewe, ya harus ngejaga biar tetep menarik dong di hadapan dia. Ortu gue sih nggak tau, yaa gampang lah nanti Lan. Palingan gue bakal bilang idung gue diperban karena abis kepentok giginya Dito pas ciuman, hahahaha” Kinanti menjawab santai tentang kekhawatiran sahabatnya itu.

“Dasar gila!!! Hahaha” Lanny tertawa mendengar jawaban Kinanti sambil melempar bantal ke arahnya.

“Resiko sih ada Lan, tapi gue yakin ditangan yang tepat kok.”

“Yaudah kalo itu bisa bikin lo seneng. Gue sih cuma bisa doain aja semoga lancar oplas lo. Kali aja abis ini ditawarin syuting jadi artis, Kin”

“Iya lah, lo harus doain gue dong. Udah yuk tidur ah. Besok lo jadi temenin gue ke klinik kan?” Kinanti merebahkan diri sambil mematikan lampu tidur di sebelahnya.


Kinanti sekarang terlihat makin cantik berkat hidung barunya. Banyak orang yang semakin memuji penampilannya tersebut. Rasanya uang yang sudah dia keluarkan dirasa pantas dengan hasil yang telah didapatkan. Setiap unggahan foto terbarunya di sosial media mendapat banyak pujian.

“Kinaan, kamu cantik banget sekarang”

“Ini Kinanti? kok beda sih?! makin cantik ya say.”

“Kinaaan…kinanntii..bagi resep cantiknya dong”

itulah sebagian pujian orang lain di laman media sosialnya, belum lagi pujian di dunia nyatanya. Bahkan tidak jarang orang lain sampai mencuri pandangnya beberapa kali hanya karena melihat “penampilan barunya”.

Enam bulan Kinanti melayang dibuat terpesona dengan hasil operasi plastiknya, hingga pada suatu hari ketika sedang menemani adik sepupunya di wahana bermain dalam suatu Mal.

“Awwww” lemparan bola basket tidak sengaja mengenai wajah cantik Kinanti. Tidak ada darah yang mengucur tetapi cukup membuat hidungnya berkedut-kedut panas. Kinanti mencoba mengabaikan rasa itu hingga di rumahnya.

Keesokan paginya, hidung Kinanti berubah menjadi merah. Dengan rasa panas yang masih terasa. “Kayaknya ada yang nggak beres dari hidung gue”.

Kin, hidung lo kenapa? Kok bengkak gitu sih? ngeri gue liatnya” Celetukan Mira yang kebetulan lewat di meja kerjanya menyadarkan Kinanti dari kesibukan kerjanya di depan laptop.

“Masa sih?” Segera Kinan meraih kaca kecil di mejanya.

“Astaga!!!” Kinanti terkejut melihat perubahan hidungnya saat itu. Dengan panik segera Kinan membereskan meja kerjanya dan terburu-buru pergi dari kantornya. Yang dia tahu, saat itu juga harus segera kembali ke klinik

Bersambung…..

(ini postingan iseng yang lama ngendon di blog, terinspirasi dari teman fesbuk yang operasi hidung 😀 )

Iklan

Penulis:

Miss dramaqueen

17 tanggapan untuk “Oplas!

    1. Anu itu tadi saya mba, tadi niatnya main baseball cuma adanya basket. Tongkatnya gak kuat mba, maafkeeun. :p

      Gerecokin komen mba Affi sama mba Syera sekalian. Hahaha *kabuur*

  1. Kalo kata ibu aku, “Dek, kamu jangan pernah oplas atau sering ke klinik kecantikan ah, nanti kamu ketergantungan!” *soalnya ibu tau anaknya punya duit pas-pasan*, huahahaha 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s