Diposkan pada life

Jatuh Cinta

I-Wish-Falling-In-Love-Quote

Belum..saya belum di tahap merasakan jatuh cinta atau jatuh hati atau apapun itu istilahnya. Tulisan ini terinspirasi oleh lagu Terenife Sea-Ed Sheeran. Liriknya, irama lagunya membuat saya memejamkan mata seolah-olah saya berada di pantai sore hari, menari berputar-putar sambil merasakan hembusan angin sore, wangi air laut dan lembutnya pasir yang menghinggapi kaki saya. Tiba-tiba saja terpikir menulis tentang Jatuh Cinta.

Kapan terakhir jatuh cinta?
Saya rasa sekitar 1,5 tahun lalu. Ketika berkenalan dengan seseorang yang sanggup mengingat apa yang saya suka, dia sanggup mengingat bahwa saya menyukai bintang, menyukai mawar putih, yang dia katakan ketika kami sedang berjalan-jalan melihat rumah dengan pemandangan bukit bintang. Dia yang ketika kulihat namanya di dering telepon masuk sanggup membuatku melonjak kegirangan. 1,5 tahun berlalu begitu saja meninggalkan jatuh cinta yang menguap karena kami memang ditakdirkan untuk tidak bersama. Kami tidak pernah pacaran, itu kenyataannya. Hahahaa.

Hal yang membuat jatuh cinta?
Nggak tahu, karena menurut saya hati tidak bisa disetir kepada siapa menjatuhkan perasaannya. Tidak ada parameter khusus perkara cinta-cintaan. Seinget saya dulu jatuh cinta ya nyenengin sih, ada rasa jungkir balik terus senyum-senyum genit walau sekedar terima telepon atau chat dari orang yang membuat kita jatuh hati. Lalu ada rasa deg-degan ketika bertemu dengannya, rasa deg-degan ketika menunggu balasan chat darinya. Iya itu namanya jatuh cinta. Beneran terasa indah seolah-olah hormon endorphin memenuhi seluruh jiwa. Dan ternyata jatuh cinta sama rasa suka itu beda banget.

Suka dan Jatuh Cinta.

Sebenarnya saya masih meraba-raba soal ini. Tapi persoalan ini dibuka ketika curhatan saya terhadap seorang teman. Bagaimana memastikan bahwa orang yang sedang “dekat” saat ini adalah seseorang yang kita tuju. Jawaban fantastis teman saya adalah jatuh cinta. Teman saya bilang, mulailah sebuah hubungan dengan jatuh cinta, dengan deg-degannya. Bukan dengan perasaan suka saja, bukan hanya karena cocok saja. Bengong dong saya, kemudian mulai terasa flashback dan mulai menghitung beberapa kali jatuh cinta? apakah sama yang kemarin jatuh cinta atau sekedar suka?.  Ketika saya tanya lebih lanjut paramaternya seperti apa? begini jawaban dia.

“Gue jatuh cinta sih bisanya saat pandangan pertama. Abis itu kalo mau ngobrol jadi degdegan. Saat kalo kita mau ngomong kita sayang. Sumpah itu keringetan kaki gue. Tegang, Dingin, Wah macem2 deh. Degdegan nya lu ngerti lah.”

Dan kemudian saya tanya, konyol nggak kalo suka pada pandangan pertama? Temen saya menjawab sederhana “Ya kan ada namanya effect endorphin, Gue ngeliat cewek cakep, demen. Abis itu udah selesai.”

Menurut teman saya, jatuh cinta itu beda dengan rasa suka.

“Beda rasanya jatuh cinta itu kan pertalian takdir. Dimana ada suka dan kesempatan. Seperti seluruh dunia ini mendukung tindakan lu untuk maju dan mendekat. Keajaiban komunikasi, gestural dan hal lain. Ketika gue jatuh cinta, universe seperti memberikan jalan untuk maju, dan dia juga seperti menerima.”

Lamanya memastikan kalian jatuh cinta satu sama lain?

“Ketauan lah syer. Gak pake itungan. Masalah spiritual”

Dan kemudian ucapan teman saya tadi berputar-putar di pikiran, sudah sejauh mana hati ini pernah merasakan jatuh cinta? sejauh mana garis senyum ini terbentuk ketika bertemu, berkomunikasi, bertatapan? dan apakah sudah bertemu dengan orang yang membuat hati ini jatuh?

Jawabannya hati saya masih belum tahu 🙂

Yang pasti saya tidak mencari orang yang membuat saya jatuh cinta, tapi saya biarkan seseorang itu hadir dengan sendirinya, jatuh cinta dengan sendirinya, hingga nanti bahagia bersamanya.

 

Note:

Apakah mungkin banyak perpisahan terjadi di luar sana karena salah bersama dengan orang yang bukan membuat jatuh cinta ya?

 

Iklan

Penulis:

Bininya Masbeb, suka masak, dramaqueen, hobi nonton horror

18 tanggapan untuk “Jatuh Cinta

  1. Isshhh., postingan yang ini kyny nulisnya bner2 dari hati banget ya say hihihihi.. aku jd keingetan punya org yg amat sangat aku kagumin, hub kita dulu ya gitu deh, kayak org pacaran padahal enggak (baca: di PHP-in) hahahah.. tapi itu dulu skrg mah jelas udah move on. Ketika kita lagi jatuh cinta, umur, berat badan, dan tinggi itu cuma sebates angka doang.

      1. Iya ya, mungkin emang bukan jodoh, gpplah cuma selewat hadir juga, bikin hidup jd sedikit berwarna, bisa ngerasain temen rasa pacar, daripada pacar rasa temen kan hahahah..

  2. Berat yak kakaaakkk *istirahat abis baca blogpost* hahahahaha
    Jatuh cinta itu sesuatu yang menarik untuk dibahas ya, ga ada kelar2nya juga soalnya pengalaman setiap orang begitu unik dan seru 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s