Goodbye Tinderela

image

Sebelumnya saya pernah bercerita tentang “tinder” yang diunduh dengan sengaja oleh adik saya agar saya bisa “segera bertemu jodoh” *mana tahu, kalo kata Tia, agar saya bisa punya “kenalan di lingkungan yang baru”.

Saya mulai mencoba aplikasi itu di pertengahan Maret, baru banget ganti handphone, diajarin ini-itu sama Tia, kondisi hati masih berdarah-darah karena sakit hati. Kalo kata Tia, saya bakalan susah move on jika masih aja menangisi mantan saya setiap malam, mikirin kenapa rencana kami hancur berantakan, mikirin kenapa mantan saya terasa pengecut untuk bertemu menghadapi diri saya agar masalah selesai, semua rasa “kepikiran” bikin adek saya nggak tega jadi harus ada yang diubah.

Akhirnya saya mulai berkenalan dari sana, bertemu dan mencoba mengenal laki-laki lain yang sebelumnya sudah saya seleksi dengan baik agar menghindari bertemu pria yang aneh-aneh *muka mesum, coret *gay detected, coret *foto di depan kaca toilet, telanjang dada, coret. Intinya saya mencoba cari kenalan berdasarkan feeling bahwa ini orang nggak bakalan macem-macem sama saya, dan ahh ya yang berani sama orang Bekasi hahaha, karena semua orang menganggap Bekasi itu jauh banget.

Perkenalan saya dari bulan Maret hingga akhir Mei bagi saya cukup. Cukup untuk kenal beberapa, bertemu beberapa. Sebagian dari mereka masih keep kontak sebagai teman beneran dan diputuskan nggak lebih dari itu karena beberapa faktor, sebagian lagi saya diamkan, cuekin bahkan saya blokir beneran *kezaaaaaam kan saya.

Dua bulan kenalan dengan berbagai orang, bagi saya sudah cukup semua walau belum ada yang terlihat berhasil ke jenjang yang lebih dari sebuah kenalan. Ada suatu malam saya tersadar bahwa ada yang harus berubah, ada suatu perasaan saya kali ini sedang lelah dan kembali berbalik arah bahwa diri saya harusnya berbenah dulu. Iya saya harus berbenah, saya sadar bahwa bisa masak aja nggak cukup, tampang cakep aja nggak cukup *ehh saya nggak cakep kok, de el el yang tadinya saya rasa cukup untuk bekal jadi istri dan ibu yang baik, nyatanya nggak cukup, saya harus berbenah walau nggak tau mesti mulai dari mana.

Proses berbenah itu pula yang membuat saya memutuskan menghapus aplikasi Tinder dari handphone saya. Bagi saya kenalan yang kemarin sudah cukup, sekarang saatnya saya membenahi apa yang kurang dari diri yang nggak sempurna ini. Saya nggak tau kurangnya saya disebelah mana, tapi kata orang pasangan kita itu cerminan kita nantinya. Kali ini saya sedang mau fokus berdoa dan mendoakan “dia” yang sedang bekerja di sana, mendoakan “dia” yang saya harapkan sedang mengusahakan bertemu saya, mendoakan “dia” yang saya harapkan bekerja dengan baik, menabung dengan baik, semoga “dia” disana sedang jomblo bukan sedang dipinjem sama jodoh orang lain *hahaha, dan mendoakan semoga “dia” kuat berpuasa full 30 hari di bulan ramadhan ini. Dan saya percaya kelak “dia” akan benar-benar datang kepada saya untuk keseriusannya, kali ini saya hanya perlu berdoa untuk “dia”. Walau saya tidak tahu pasti dimana “dia”, seperti apa dirinya. Dia yang kelak orang-orang bilang adalah jodoh.
Dan akhirnya saya akhiri cerita Tinderela Story ini 🙂

Kalo kata anak jaman sekarang ” Bhayyyy ✋✋
” *eniwei saya nggak tahu cara hapus akun Tindernya, jadi kalo masih ada yang ngeliat saya di Tinder, ya maafkeun karena nggak bisa dihapus akunnya cuma hapus aplikasinya.

 

UPDATE:

Akhirnya saya bisa “Delete Account” tinder saya karena barusan ada temen yang kirim cara delete account. Ternyata tulisan “delete account” ada di bagian paling terbawah” . Yeayy..

Iklan

37 thoughts on “Goodbye Tinderela

  1. Mungkin yang baik ada di tinder tapi susaaaaaah nyarinya lebih banyak yang iseng hehhe. Jangan memulai hubungan hanya karena ingin mengobati sakit nanti tambah sakit. Lebih baik obati dulu hatinya sampai sembuh baru mulai hubungan baru. Semoga bertemu Mr. Right nya, yang sholeh dan sayang sama mbak. Amiin 🙂

        1. Mencari sambil berbenah diri *pegangin cermin
          Hihihi.
          Kadang klo nggak nyari malah dtg sndiri mba, klo sengaja cari malah ga ktmu2, apa better pura2 nggak nyari?wkwwk

    1. Iya semangaaaaat..hihihi
      Iyaaa dulu sekantor sm bu igna, atasan aq.
      Huaaaaa dunia sempitnyaaaaaaaa hihihi
      Smp skrg masih suka ketemuan kok sm bu igna.

  2. Bisa kok syer hapus akun, soalnya aku bisa, hehe. Capek juga kan ya swipe left mulu, makin banyak foto cowok yg aneh aneh, haha.
    Semoga cepat bertemu dengan jodohnya yaa *doain diri sendiri juga*, sekarang lagi dikasih waktu buat berbenah diri dan normalin hati, dinikmatin aja 😄

    1. Gimana caranya?aq utak atik ga bisa2 😦
      Iya makin ksni mkin aneh2 makanya udahan aja ah.
      Mending fokus sm diri sndiri aja, benerin dulu apa yg msti dibenerin.

      1. Waktu itu ada pilihan delete account syer di profile klo ngga salah, nov/des tahun lalu gitu aku ngapusnya, tp gatau kalau tinder yg sekarang, tega amat klo sampai ga bisa delete account 😦

  3. Heheh,,,,berhubung yang dibahas tinder, aku mau comment ah..karena aku juga pengguna tinder dan sudah cukup lama. kira – kira 1 tahun. tujuannya pun sama. mencari “cinta”…kalau ga di cari mau sampe berapa ratusan purnama lagi..Ciaaa….(walopun dalam perjalanannya, tinder di delete – install lagi – delete lagii – install lagi )….

    tapi end of the day adalah, dengan banyaknya kita berinteraksi dengan lawan jenis, cw khususnya, aku jadi tahu, type seperti apa sih yang kita inginkan. sifat sifat seperti apa yang kita inginkan. karena dengan tinder lah kita bisa mencari cari secara luas. karena yang kita cari bukan untuk sementara, tapi untuk selamanya. kita akan lebih detail terhadap pasangan.

    so, buat aku yang tahu blog kamu di tinder. Tinder is not always bad.
    aku beberapa kali make a relationship juga dapat dari tinder, karena belum pas. need to be end.
    karena aku tinggal di bogor. tidak mungkin aku bisa meng-access Tangerang – Bekasi – Jakarta. salah satu apps yang bisa aku gunakan adalah tinder. so i can search from big picture.

    Note :
    untuk meng hapus Appsnya, coba deh langkah langkah dibawah :
    – Setting
    – Apps
    – pilih Tinder
    – uninstall

    hope its working. good luck for your improvement.

    cheers. :>

    1. Aplikasinya udh diapus masnyaaaa
      Tapi akunnya masih ada disanaaa 😭😭😭

      Ga bs deactived account kayaknya.
      Iya tinder emg ga selamanya buruk, alhamdulillah kmrin pun dpt kenalan baik2 semua
      Cuma yah skrg emg lg pgn berhenti dlu, lagi males tiba2 utk mencari. Biar dicari aja deh hahaaha

  4. Sebenarnya ada alternatif. Log in ke Tinder, hapus foto, lalu tulis di status bahwa “sudah tidak aktif”. Jadi profilenya kosong.

    FYI, I used Tinder way back in early 2014 and stopped mid 2014. Hapus app, lalu ternyata account masih aktif dari 2014 walau tak pernah akses.

    Jadi ya, ada baiknya hapus foto dan tulis “nonaktif” di profil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s