Diposkan pada life

Tips Memilih Cincin Kawin

396291_367712319905577_877929059_n

Siapa sih yang nggak senang dilamar *kecuali dilamar datuk maringgih pas jaman Siti Nurbaya. Biasanya sih kalau udah lamaran maka akan ada tahap berikutnya yaitu pernikahan.
Namanya pun menyiapkan pernikahan, ya disiapkan segalanya. Uang atau budget untuk bayar ini itu, salah satunya cincin kawin. Yeayyy..
Ehhh tunggu dulu…jadi lo mau kawin syer?! Ya mau sihh, tapi calonnya belum ada. 😭😭😭
Skip, ga usah nanya soal nasib percintaan saya. Yang pasti saya percaya kalo jodoh saya nun jauh entah dimana lagi kerja keras buat menjadikan saya sebagai istri dan ibu dari anak-anak kami kelak *tsaaahhhh.
Kali ini saya mau berbincang tentang salah satu bagian dalam pernikahan. Cincin kawin alias wedding ring.
Setelah si dia melamar dirimu dengan berbagai cara, entah berlutut kayak di film-film sambil nyodorin cincin, entah pas lagi diajak makan malam terus nggak sengaja nemu cincin pas lagi nyendokin chocolava cake atau tau-tau dia nongol di depan rumah pake bawa seiket bunga dan gerombolan keluarganya langsung daaaaaan kalian para cewe bilang “Yes, I do” tentu berikutnya mikirin nikahan. Cari katering yang enak, cari gedung, daftar ke KUA atau lembaga pernikahan, dan tentu cari cincin kawin.
Karena saya tergolong “lumayan” mengerti soal pemilihan cincin kawin maka saya mau berbagi cerita aja nih. Siapa tau ada calon pengantin yang nyasar kesini.
Memilih cincin kawin mirip-mirip kayak memilih teman hidup. Banyak pertimbangannya, ya bahannya, modelnya, terus mau beli dimana, dll.

Kita mulai dari Bahan.
Umumnya cincin kawin terbuat dari emas. Tapi emas pun ada bermacam-macam kadarnya. Emas murni punya kadar 99,99%. Kemana 1%nya? Ya 1% itu adalah unsur lain. Emas atau si Aurum (Au) ini kalau murni warnanya emang kuning banget. Biasanya orang menggunakan emas murni dalam bentuk investasi seperti LM (Logam Mulia) atau disebut emas batangan. Bisa digunakan untuk bikin cincin kawin? Bisa. Tapi kelemahannya adalah emas akan mudah penyok. Karena umumnya LM ini bersifat lunak, that’s why makanya perhiasan kebanyakan menggunakan emas yang dicampur logam lain.
Untuk perhiasan emas, umumnya menggunakan kadar 18Karat atau 75% kadar emasnya, dan 25% unsur logam lain seperti nikel dan tembaga pada emas putih, tembaga pada emas merah (rose gold). Tapi kalau dipasaran tradisional kadar 75% disebut dengan 22Karat. Padahal salah banget, hal ini digunakan untuk menaikkan harga pasar. Cara menghitung kadar emas dengan karat seperti ini misal 22 Karat, kita ingin tau berapa kadar persen emasnya. (22/24K)x100= 91,6% kadar emasnya.
Penggunaan kadar 18Karat atau 75% dirasa cukup tepat karena kuat untuk mengikat batu mulia seperti emas, saphire, ruby dll. Jadi ya wajar banget kenapa di toko-toko perhiasana kebanyakan menggunakan emas 18Karat atau 75%. Kalau menggunakan kadar lebih tinggi dari itu dikhawatirkan emas tidak kuat mengikat batunya, dan cincin mudah sekali penyok. Sampai sini udah jelas yah.
Selanjutnya adalah model cincin.
Nah ini nih bagian terpuciiing para calon pengantin. Yang cewe pusing pilih model, yang cowo pusing mikirin rekening tabungan *takut nggak masuk budget gan. Berhubung saya bekerja di dunia perhiasan dan cukup mengerti “kesusahan” ini. Maka saya mau kasih tips nih.Β Sebelum membeli cincin kawin harap perhatikan maunya kayak apa?!
Mau polos belah rotan kaya Papa-Mama dulu, alias tanpa permata sama sekali.
Mau hanya cewenya aja yang pake permata, sedangkan cowonya polosan.

419129_377475008929308_1132313780_n
Berlian Hanya Pada Cincin Wanita

Atau keduanya sama-sama menggunakan permata.

419780_377475105595965_1400180935_n
Berlian di Kedua Cincin Kawin

Kalau udah tau maunya kayak apa, baru deh saya sodorkan model yang mau dipilih.
Di tempat saya cincin itu banyak banget macamnya, tapi ada beberapa pakem tertentu.

Misal cincin dengan Model Kilap (Glossy)

424822_386746848002124_664328506_n
Kinclong bangeet dan ini emang umum. Tanpa resiko keliatan lecetnya, palingan nanti suatu saat mesti chroom ulang ketika warnanya mulai memudar. Iya bisa memudar, kan namanya juga dipakai setiap hari. Kena minyak, keringat, debu, dll. Makanya perlu di servis kembali untuk mengembalikan warna bagusnya. Setahun sekali perawatan cukup kok. Dan di tempat saya free. Gratis poles chroom ulang selamanya. Kalau ditempat lain nggak tau bayar atau nggak.
Kelemahan dari cincin bermodel kilap ini adalah permatanya jadi nggak gitu keliatan, apalagi kalau ikatannya tanam.

Cincin dengan Model Doff.
Doff itu selain sebagai variasi, juga bertujuan untuk menonjolkan model garis line pada cincin kawin.
Ada dua jenis doff yang umumnya dipakai, keduanya bagus tapi ada kekurangannya masing-masing.

  1. Doff Sandblast atau Doff Pasir
1936271_1181167628560038_707777909718699762_n
Doff Sandblast atau Pasir

Doff Jenis ini lebih keliatan nyata dan halus. Tapi lebih rentan dengan lecet. Kalau udah lecet, apalagi banyak baret sana sini maka perlu servis ulang dengan memberikan doff kembali pada cincin kawin.

2. Doff Satin

430741_377475968929212_1488412650_n
Doff Satin

Nah kalau jenis doff berikutnya lebih awet untuk dipakai sehari-hari karena model doffnya lebih halus. Kalau soal lecet, tetap bisa lecet tapi tidak secepat doff sandblast. Sama-sama bisa diservis ulang.

Variasi Cincin Kawin.

Biasanya sih banyak pasangan pengantin yang anti mainstream, suka model unik. Tapi nggak sedikit yang lebih suka model-model standar aja. Berikut ini variasi cincin kawin yang ada.

389612_390100191000123_1842065552_n
Variasi White Gold&Rose Gold

 

64596_377474885595987_94305516_n
Variasi White Gold&Yellow Gold
419741_361866567156819_1922204001_n
Variasi White Gold dengan Ukiran
420401_386745058002303_361573031_n
Variasi 6 Berlian di tiap Cincin
576845_498119263531548_757228941_n
Cincin Berlian dengan 0,4 karat.
400043_360492580627551_1464673874_n
Bentuk Love

Biasanya nih dalam pemilihan variasi model yang bikin lama banget pertimbangannya. Oh ya ideal berat cincin kawin sekitar 4-5 gram di tiap cincin. Ada juga sih yang beratnya 2 gram tapi itu saya rekomendasikan bagi orang yang mempunyai besar lingkar jadi dibawah nomer 10. Ukuran jari standar pada wanita sekitar 11-12. Sedangkan pada jari pria ukuran standarnya adalah 15-16. Gimana kalau lebih kecil atau lebih besar. Kalau di perusahaan tempat saya bekerja bisa resize maksimal 3 nomer. Lebih dari 3 nomer resize disarankan untuk dibuatkan baru. Karena kan sayang banget kalau misal jarinya nomer 6 atau 7 terus cincin kawinnya harus resize, bisa berpengaruh pada kurangnya berat cincin.

Harga Cincin Kawin.

Bicara harga ya bicara budget. Untuk emas polosan tanpa permata umumnya mulai 4-5jutaan perpasang bisa lebih dari itu tergantung berat cincinnya. Untuk cincin kawin yang menggunakan berlian, nah kisaran harga dimulai dari 7jutaan sampai puluhan juta. Iyaah, ada banget kok cincin kawin harga puluhan bukan belasan juta lagi. Dan laku!

Saya sendiri pernah menjual cincin kawin harga 70juta sewaktu masih jadi frontliner. Cincin kawin kok mahal banget?! ya suka-suka mereka sih, karena kita nggak bisa menilai sesuatu dari materi. Bisa jadi orang yang mampu membelinya karena memang amat sangat menghargai pernikahannya, kalau bisa menyenangkan wanitanya why not?! Dan pembelian cincin kawin nggak hanya berlaku bagi orang yang akan menikah saja, bagi yang sudah menikah pun banyak yang membeli ulang cincin kawinnnya. Istilahnya Anniversary Wedding Ring.

425776_503783949631746_937987276_n
Cincin Kawin harga 70juta

Jadi guys, udah ada gambaran kriteria cincin kawin idaman?! saran saya, diskusikan bersama pasangan apakah cincin kawin ini kelak akan dipakai setiap hari, atau hanya dipakai pada saat moment tertentu saja?! diskusikan pula modelnya, jangan sampai pasangan kita malas memakainya hanya karena modelnya kurang cocok di jari manisnya (biasanya sih cowo yang males pake cincin kawin), dan terakhir sesuaikan dengan budget jangan memaksakan kehendak sendiri sedangkan si pasangan udah ngelus-ngelus dompetnya dan malah mukanya keliatan nggak rela ketika kartunya digesek di kasir, hehehehehe.

Iklan

Penulis:

Bininya Masbeb, suka masak, dramaqueen, hobi nonton horror

15 tanggapan untuk “Tips Memilih Cincin Kawin

  1. Cincin kawin saya beli di toko cincin kawin sejuta ummat Jakarta, mbak. Iya Kaliem itu lhoh. Ga kuat beli Frank & Co πŸ˜‚πŸ˜‚.
    Cincinnya emas putih, doff satin pake 1 berlian kueeciiil buat saya. Suami pake paladium doff polos. Itu juga uda ngabisin tabungan. Hahaha, penganten bajet tifiiiis emang πŸ˜‚πŸ˜‚

    1. hihi iyaa, kaliem terkenal banget dikalangan calon pengantin ya mba πŸ™‚
      klo di muslim emg cowo kebanyakan nggak mau pake emas karena emang dilarang. Makanya di frank&co, misal muslim yg beli paling juga cincinnya nggak dipake, cuma buat simbolis aja. sing penting cincin’ne merk frank&co wkwkwkw.

      apapun itu, mau mahal ataupun murah yg penting langgeng ya mba pernikahannya smp menua.

  2. hmm…kayaknya bisa share post kamu ini ke pacar ku #kodekeras hihi. Wadoh 70 juta….brati gak ada acara resepsi kalo aku beli cincin harga segitu hahahah. Syer aku nanti kapan2 bisa tanya2 ya fufu kamu kan expert banget nih ❀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s