Diposkan pada life

Si Cantik itu Aurora

cahaya-utara-1

Saya pertama kali mengenal Aurora itu pas baca buku Ensiklopedia di perpustakaan SMA saya *cieee gadis perpus niih, priwiiiiitttt. Dan nggak lama ada sedikit info tentang Aurora di mata pelajaran Geografi. Selanjutnya kisah tentang Aurora gak pake kasih (karena nanti dikira Aura Kasih) berlalu begitu saja. Walau begitu yang ada di benak saya, Aurora itu cantik. Bagus kayaknya buat nama anak perempuan #gagalfokusist. Ada yang udah tau tentang Aurora belum? Semoga udah, tapi kalau belum atau baru tau sekelebatannya aja, mariii kita baca info tentang si cantik ini. Anggap aja lanjutan informasi pengetahuan tentang Kutub.

Apa sih Aurora itu? Aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari yang disebut dengan angin surya. Angin surya sendiri merupakan suatu aliran partikel bermuatan (yakni plasma) yang menyebar ke segala arah dari atmosfer terluar matahari yang dikenal dengan korona. Kecepatan alirnya sekitar 400 km/dt, dengan waktu tempuh dari Matahari ke bumi selama 4-5 hari.

Mau tau seperti apa indahnya Aurora ini? ini dia video si cantik Aurora yang menari-nari sexy

Aurora sendiri terbagi menjadi dua berdasarkan tempat munculnya, Yaitu Aurora Borealis dan Aurora Australis. Aurora borealis paling sering disaksikan di Fairbanks, Alaska, dan beberapa lokasi di Kanada Timur, Islandia dan Skandinavia Utara. Sedangkan Aurora Australis jarang sekali terlihat. Aurora Australis biasanya sering terlihat di Australia pada siklus 11 tahun aktivitas titik matahari. Titik-titik matahari maksimum berlangsung pada tahun 2000. Aurora Australis paling sering terlihat di Tasmania. Hampir kebanyakan Aurora itu tampak di wilayah yang sangat dekat dengan kutub, baik kutub utara maupun kutub selatan.

Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis , yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin utara, Boreas. Ini karena di Eropa, aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis. Aurora terjadi di daerah di sekitar kutub Utara dan Selatan karena disitulah pusat magnetik bumi.

Fenomena aurora di Bumi bermula dari kekuatan energi matahari. Sebagai salah satu bintang, matahari punya inti bersuhu tak kurang dari 14 juta derajat Kelvin dan tekanan berkekuatan lebih dari 100 miliar kali atmosfer Bumi. Jadi kalian tau yah bahwa matahari itu merupakan bintang yang besaaaar. Matahari disebut bintang karena bisa menghasilkan cahaya sendiri.

Cahaya matahari merupakan hasil reaksi fusi termonuklir di intinya. Energi dari reaksi fusi ini lalu merambat ke permukaan matahari yang juga memunculkan medan magnet sangat kuat. Daerah dengan medan magnet di matahari itu bersuhu lebih rendah dibandingkan area lain. Warna yang cenderung lebih gelap, menjadikannya jamak disebut sebagai bintik matahari alias sunspot. Bayangkan bintik ini sebagai bendungan yang menahan aliran deras arus sungai.

Ketika “bendungan” tersebut jebol, aliran energi dari inti matahari pun terlontar dan terjadilah angin matahari. Namanya menjadi badai matahari bila intensitasnya sangat tinggi. Inilah yang kemudian melahirkan fenomena aurora, termasuk di Bumi, yaitu ketika lontaran energi itu sampai bersinggungan dengan atmosfer.

Saat melewati planet yang tak punya atmosfer, angin matahari akan menghanguskan permukaan planet itu. Atmosfer ibarat tameng yang meredam imbas angin matahari. Meski begitu, tetap ada sebagian partikel angin matahari yang “merembes” ke lapisan atmosfer. Pendar cahaya yang terjadi dalam proses pembentukan aurora muncul ketika partikel angin matahari bertabrakan dengan partikel di atmosfer Bumi. Adapun kesan gerakan aurora adalah pengaruh dari tarikan medan magnet yang berpusat di dua kutub Bumi.

Saat angin matahari bersinggungan dengan medan magnet bumi, alirannya pun berbelok. Hasil akhir inilah yang menjadi  fenomena aurora. Mau lihat Aurora?  Destinasi paling direkomendasikan untuk itu antara lain Alaska, Norwegia, Finlandia, Islandia, dan Skotlandia. Sekilas Aurora ini seperti selendang berpadu dengan lembayung yang menari-nari kayak bidadari.

Peranan medan magnet yang besar pada terjadinya aurora menyebabkan aurora paling sering terjadi di daerah di sekitar kutub utara dan kutub selatan magnetiknya, dan sangat jarang terjadi di daerah khatulistiwa, makanya jangan ngarep ada Aurora muncul di Indonesia karena negara kita ini termasuk negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa. Sejauh ini Aurora lebih sering terlihat di daerah kutub utara,  sedangkan Aurora Australis paling jarang terlihat karena aurora ini  biasanya justru terlihat terang di daerah yang jarang penduduknya. Aurora Australis biasanya sering terlihat di Australia pada siklus 11 tahun aktivitas titik matahari.

Selain lokasi, cuaca dan polusi, cahaya juga mempengaruhi kualitas aurora. Di Alaska, waktu terbaik untuk melihat aurora adalah pada bulan-bulan Maret dan September hingga Oktober akhir. Saat itu langit dalam keadaan gelap dan cuacanya sangat cerah. Saat musim panas, langit malam tidak terlalu gelap. Sebaliknya pada musim dingin, udara menjadi terlalu dingin sehingga mengganggu kenyamanan orang-orang yang ingin mengamatinya.Aurora muncul dalam berbagai bentuk yang  berbeda. Penampakannya berubah-ubah, Tahap paling indah adalah pada tengah malam. Aurora juga membentuk pita-pita cahaya dengan berbagai warna, biasanya berwarna hijau, kuning, biru atau merah tua.Warna-warna yang dihasilkan disebabkan benturan partikel dan molekul atau atom yang berbeda.Warna yang terlihat bergantung pada ketinggian dan jenis molekul yang ada di atmosfer. Elektron berenergi tinggi dan proton bergerak ke bawah menuju medan magnet bumi dan bertumbukan di atmosfer yang kebanyakan mengandung atom-atom oksigen dan nitrogen. Hasil dari tumbukan tersebut adalah atom-atom dan molekul-molekul yang ada di atmosfer tereksitasi ke tingkatan energi yang lebih tinggi. Warna-warna yang kita lihat pada aurora bergantung pada gas di atmosfer yang bertumbukan dengan partikel bermuatan yang dibawa oleh angin matahari.

Dan ternyataaaaa si cantik ini nggak hanya ada di planet bumi saja, planet lain pun memiliki aurora. Aurora pada Jupiter atau Saturnus  jauh lebih besar dan lebih kuat daripada di bumi. Karena medan magnet planet-planet tersebut berkali lipat lebih intens. Di Uranus, aurora tampak lebih aneh, karena medan magnet planet berorientasi secara vertikal, akan tetapi planet berputar pada sisinya. Ketika dilihat dengan teleskop ruang angkasa Hubble di tahun 2011, alih-alih terlihat seperti cincin cerah seperti di planet lain, aurora di planet Uranus lebih terlihat seperti satu titik terang.

Aurora akan sulit terlihat jika berada di daerah yang banyak cahayanya, misal perkotaan. Sama seperti bintang di langit, semakin tinggi dan semakin gelap daerah sekitar, semakin banyak bintang terlihat bermunculan dan hal itu pun terjadi pada Aurora. Aurora relatif bercahaya redup, dan cahaya yang lebih merah sering berada di batas dimana retina manusia dapat menangkanya. Meskipun seringkali lebih sensitif,  dengan pengaturan long-exposure dan langit yang benar-benar gelap, kita bisa mendapatkan beberapa gambar yang spektakuler dengan menggunakan kamera.

Mungkin cukup sekian informasi tentang si cantik Aurora ini, suatu keindahan alam yang tidak semua tempat mendapatkan anugerahnya. Mana tau ada yang bercita-cita untuk mengejar Aurora ini?! 😀

 

*diambil dari berbagai sumber.

Iklan

Penulis:

Bininya Masbeb, suka masak, dramaqueen, hobi nonton horror

16 tanggapan untuk “Si Cantik itu Aurora

  1. Kemarin aku pas liat aurora secara langsung bener-bener cuma melongo aja saking bagus dan gak nyangka nya. Hunting aurora juga bener-bener challenging karena suka gak bisa diliat oleh mata, padahal ada di langit huhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s