Persuasif di Media Sosial

82286-Hater-Be-Like

Sebenarnya sudah dari kemarin mau nulis postingan ini tapi menjadi lupa. Saya ini tipikal silent reader atau silent viewer kalo di sosmed. Kadang-kadang memperhatikan terus dijadikan bahan acuan buat contoh “harus seperti itu” atau “jangan seperti itu”. Ada satu orang yang awalnya saya menjadi follower orang tersebut. Lumayan terkenal sih, sampe heboh gitu apalagi sempat booming denga videonya yang “tak sanggup” itu. Inti dari video yang dia buat tentang ketidaksanggupan diduakan, ketidaksanggupan menjalani kehidupan yang terlanjur mendua. Alasan saya jadi followernya karena iba, merasa wah dia hebat banget kuat seperti itu. Tapi kok lama-lama saya merasa ada yang ganjil. Lama-lama kok seperti nonton drama korea.

Kenapa?! Ya sebenarnya di era medsos begini boleh aja berbagi tentang “hidup kita” dengan orang lain. Tapi sebaiknya sedikit. Iya, saya juga berbagi hidup saya di medsos melalui blog, dan IG. Hanya saja tidak semua. Saya masih memilih untuk berbagi “bahagia” saja daripada berbagi “derita”. Ya kaliiii masa saya susah, ngajak orang lain yang engga dikenal buat ikut mikirin kesusahan saya?!. Kembali lagi ke dia yang saya follow, awalnya salut, bahkan iba. Tapi kok masa merasa “kenapa dia begitu”. Maksudnya kenapa lama-lama menjadi seorang persuasif secara tidak langsung. Persuasif yang tanpa disadari membuat sebagian followernya ikut membenci (alhamdulillah saya engga ikut membenci madunya dia) madunya. Bahkan beberapa komentator yang tak dikenal ikut mengutuki, mengasari dengan kata-kata kasar. Ini semacam jadi haters tapi yang dibenci itu orang yang enggak mereka kenal sama sekali.

Curhatannya mengenai kehidupannya bergulir bak bola panas, karena followernya menjadi tau aib suaminya, aib madunya. Hanya saja kata-kata yang digunakan tidak mengandung unsur kebencian, bahkan lebih membuat orang lain iba, tapi memberi dampak persuasif tanpa disadari untuk ikutan membenci. Iya benar dimana-mana orang ketiga itu nyebelin banget, saya juga engga mau diduakan. Tapi rasanya ketika orang lain menjadi haters terhadap yang engga dikenal kan lucu. It’s like “mulan jameela” versi orang biasa. Saya yang penonton jadi kasihan terhadap ketiganya, terhadap si dia, si suaminya, si madunya. Karena berasa menonton semua “dosa” yang terjadi. Ah iya, saya juga kasihan sama orang-orang yang engga kenal mereka tapi ikutan membenci sebagian pihak.

Keisengan saya yang memperhatikan membawa saya juga membaca blognya, lagi-lagi saya merasa “kok jadi begini?!” setelah membuka aib, setelah bilang mau pisah dan seolah-olah menyalahkan pasangannya yang mendua, setelah menunjukkan ke public bahwa dia rukun sama madunya, kemudian tak perlu waktu lama kembali mesra dan menjadi memerangi madunya. Nah loh?! Saya sampai ngobrol sama adek saya soal ini, kata adek saya “Ya kalo kita ngebuka SEMUAΒ rahasia hidup kita ke medsos siap-siap aja banyak “cela” yang terlihat. Ga usah aneh mba. Makanya kenapa sekarang jarang banget gw share kehidupan gw. Palingan buat berbagi informasi aja”. Di blognya kembali dituliskan “dosa-dosa si madu”. Cukup membaca blognya saya jadi tahu bahwa dia hidup terpisah dari suaminya karena mengejar kuliah untuk karir kedepannya, meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil bahkan yang baby baru lahir belum 40 hari ditinggalkan bersama orang tuanya. Bahwa suaminya tergoda karena mungkin sempat tinggal terpisah jadi kecolongan. Jadi teringat kata ibu saya, kalo sudah menikah nanti jangan sampai tinggal terpisah sama suami. Kata ibu saya, takutnya nanti kecolongan karena kalo sudah menikah, suami itu perlu dilayani. Kalo tidak dilayani, takut ada setan yang menggoda untuk menghancurkan rumah tangga. Ini sih yang ibu saya tekankan, ketika melihat tetangga saya yang bercerai karena suaminya tergoda akibat pernikahan yang hidup terpisah. AhΒ kalo boleh saya berpendapat, semua hal tidak bisa dilimpahkan kepada satu orang ketiga tersebut., karena semua akibat itu pasti ada sebabnya. Sayangnya saya malas berpendapat, jadi silent viewer aja deh.

Maka dari itu, ketika saya berbagi tulisan di blog maupun berbagi foto di IG, saya berharap semoga tidak ada tulisan saya yang membuat orang lain menyalahkan orang disekitar saya atau disekitarnya. Saya engga mau menjadi orang yang persuasif membuat orang lain ikut “membenci”. Karena itu lebih baik berbagi bahagia daripada berbagi derita. Saya mau menjadi seorang yang persuasif tetapi persuasif yang membahagiakan πŸ™‚

 

Selamat hari Jumat, Happy Weekend πŸ˜€

Iklan

36 thoughts on “Persuasif di Media Sosial

  1. siapa sih neng yang dimaksud? bisikin donk. hahaha. jangan jangan yang kemarin sempet ramai di medsos yang mendua itu ya? yang madunya juga cantik *halah khosip banget akuuh*

        1. iya bener yg itu mba πŸ™‚
          klo kta mama, selama bisa bersama ya sebaiknya bersama jgn terpisah jauh. kecuali suaminya pergi berperang atau melaut. πŸ˜€

  2. orang terkenal ya siapa sih jadi kepo..hihihi…ya, kalau umbar hal pribadi di medsos seperti menepuk air kena muka sendiri…

  3. Aku pun awalnya iba sm si mbak itu (follow jugak), tapi makin kesini..bener deh makin dramah. Setuju bgt klo bisa mau gmnapun, pgnnya nnti tinggal brg deket suami biar jauh2 dari hal kaya gitu, meski yah balik ke orgnya lagi sih ya mbak XD

    1. Iya memang bnr balik lagi ke orangnya. Klo udh komitmen dg pernikahan pasti ga akan selingkuh πŸ™‚

      Aq dsni krn pengen bgt nulis opini aq ttg drama mereka πŸ˜πŸ˜… karena kok makin lama makin bkin followersnya panas ke si madu.

        1. Engga tau πŸ˜…πŸ˜…
          Aq terakhir taunya dia sm si madu ajuin cerai ke pengadilan trs ga lama si dia mesra lagi sm suaminya dan nyindir2 si madu.
          πŸ˜…πŸ˜… sejak itu aq males ngikutin updatenya dan ga iba lagi. Biasa aja.

  4. ini siapa sih yang dimaksuuuud? jadi penasyaraaaaan huwaaaa Syeraaa T_T
    trus jadi galau nih karena LDR-an, tapi yasudahlahh dijalani dulu aja semoga gak lama-lama

    1. Iyaa maaf dita dakuuw lupa klo km LDR 😭😭😭
      Cm kan balik lagi dit, klo udh komitmen insha Allah ga akan mencong sana sini. Semoga kelak Allah mempersatukan dita sm suami biar bisa sama2 terus.
      Jgnkan yg jauh2an dit, yg dkt juga bs mencong2 kok.

      Eniwei, itu yg videonya heboh di 3 bln menjelang akhir tahun dit. Yang tak sanggup itu pokoknya. Aq nulis ini ttg opini dramanya dit, abs kasian sm yg pd ikut membenci pdhl ga kenal madunya.

      Ttp semangat buat dita dan suami 😘 semoga makin mesraa..

      1. aamiin, aaaaak makasih Syeraaaa doanya :’)

        ih beneran deh aku masih no clue sama yang seleb yang udah kamu jelasin. Kudet aku nihhh, bahkan mas bebeb aja lebih update gosip x)))
        ntar aku coba googling2 dulu

        1. Aq PM dita kemana?
          Sbnrnya bahas ini bkn buat gosipin dia,tp utk pembelajaran aja supaya kita ga menjadi persuasif kya gt.
          Emg bukan artis dit, cm selebgram aja.

          Dita mah update sm yg bikin bahagia aja dit.
          Itu jg aq tau awalnya krn smpt booming di berita online.

  5. Saya juga kepo nih, saya jarang follow artis..hiks (gitu kq kepo). Saya jg lebih suka add2 atau follow2 di sosmed, tapi jarang komen, males soalnya, jadi maen sosmed buat eksistensi doank #halah

    1. samaa, aq juga jarang follow artis. dan ini juga bukan artis πŸ˜€
      semacam selebgram.

      klo main sosmed share yg bahagia aja, jgn share derita. klo sedih2 kan ga perlu ngajak orang ikut sedih. iya kan?!
      kecuali yg sifatnya utk pengetahuan, misalnya tentang cerita suatu penyakit dan utk waspada. πŸ™‚

    1. bener banget mas πŸ™‚

      klo jaman skrg org2 kebanyakan curhat dan doa via medsos pdhl lebih khusyuk kepada tuhan. hanya Kita dan Tuhan saja yg perlu tahu.
      bahkan kata org tua dulu, klo kita punya hajat aja mendingan diem-diem.

            1. persiapannya?
              alhamdulillah lancar, sekarang lg step berikutnya ngisi rumah, nabung dikit2 buat nikahan sm lg mau cri kerjaan yg lebih baik ni πŸ™‚

              mohon doa restunya πŸ™‚

  6. zaman sudah berubah kali ya .. kayaknya sekarang banyak sekali yang ngekpos kehidupan pribadi jadi konsumsi umum …. lagi susah, senang, benci … atau lagi ga punya duit … πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s