Mengeluh

IMG_2794

“Aduh kenapa sih hidup gue begini?!”
“Yahh,hujan. Basah deh semuanya..huffh”
“Ihhh,kenapa sih gue engga beruntung terus?!”.
Begitu sekelumit kecil keluhan yang muncul di sekita kita,atau bahkan tanpa kita sadari diri kita sendiri yang mengeluh. Seberapa perlu kah seseorang mengeluh?! Atau tatkala seseorang mengeluhkan sesuatu kepada kita, pernah ga sih rasanya pengen nimpuk aja ke orang yang dikit-dikit ngeluh,dikit-dikit komplain,dikit-dikit protes.
Sadar atau tidak, sepertinya kita pun pernah “sedikit” mengeluh dengan peristiwa hidup. Saya pun begitu kok. Engga mau munafik bahwa ketika saya berada di puncak kejenuhan,saya mengeluarkan suatu keluhan kepada sahabat terdekat saya.
Keluhan yang dimulai kata-kata “Ohhh Why me,God?!”. Tapi kemudian keluhan sedikit itu akan dibalas tanggapan panjang oleh sahabat saya bahwa dibalik apa yang saya keluhkan,Tuhan pasti ada kasih pelajaran. Istilahnya ada hikmah disetiap cobaan yang dikeluhkan. Termasuk hujan yang terus-terusan di Februari ini. Ya bukan berarti dengan adanya hujan para Jombloers dipaksa ikut ngegalau sambil liatin hujan deras. Ya keleeeuuus yang ada tambah galaunya. Hahaha
Dalam menghadapi masalah berat di hidup saya *taelaaah seberat ape sih lu syeer?! 😅 , saya usahakan menyimpan perasaan terguncang saya rapat-rapat, kalau udah engga kuat baru deh ya saya cerita ke orang yang saya anggap berkompeten dalam menjaga kewarasan pikiran saya. Hohoho. Di sosmed yang bener-bener terbuka macam BBM atau Fesbuk, jarang saya kemukakan bahwa saya sedang sedih karena ini-itu. Saya usahakan agar semua yang kenal saya pribadi (walau engga dekat ya) mereka harus taunya bahwa saya bahagia. Bahkan ketika saya putus di awal-awal sama mantan yang dulu itu, orang yang kenal saya pada engga tau. Karenanya ketika saya berganti dengan seseorang yang baru,mereka terkaget-kaget.
Saya berbuat seperti itu, seolah-olah hidup saya engga ada masalah,seolah-olah saya engga sedang “patah” ya demi menyelamatkan dari yang namanya “mengeluh”. Saya merasa masa “mengeluh” saya sudah lewat, maka dari itu ketika sosmed saya terlihat bahagia,jauh dari kesan galau,bahkan teman-teman saya taunya hidup saya asik-asik aja dengan plesiran kesana-kemari,bahkan sampe pada nanya “kerjaan lo apa sih?kok jalan-jalan terus?”, saya cuma bisa nyengir ketawa aja.
Beda sekali dengan apa yang saya tuliskan di blog ini. Kalau pun saya menulis sedikit cerita tentang “patah”nya saya, saya hanya mampu membahasakannya sedikit saja. Karena saya engga mau mengeluh. Saya takut dengan satu keluhan,akan berlanjut keluhan-keluhan lainnya 😅😅. Nanti teman blogger saya pada males lagi bacanya. Hehehe
Eniwei, saya masih belajar banget pelan-pelan menjauhkan diri saya kata “mengeluh” itu,saya berusaha mensyukuri apapun yang terjadi termasuk ketika cucian susah kering saat hujan,termasuk ketika liatin tanggalan kapan gajian lagi, atau termasuk ketika pengen banget liburan tiap bulan eh tapinya sadar bahwa saya harus prioritaskan tabungan saya kembali. Ahh ya nikmatin aja lah ya,belajar untuk tidak mengeluh.
Gimana kalo engga kuat?! Ya ga papa sih,kan tiap manusia ada batas sabar dan sadarnya. Saya kan bilang saya engga mau munafik bahwa saya masih menyisakan kalimat “mengeluh” saya kok. Walau engga sebanyak zaman ababil dulu. Ya kalii hati saya sekuat baja,biar gini kan gue juga manusia,punya hati dan airmata yang digunakan buat menangis *nangisin isi dompet yang menipis 😜😋

-Hujan di hari Senin,Jakarta tergenang-

Iklan

3 thoughts on “Mengeluh

  1. Memaki (atau mengutuk) itu cara homo sapiens mengaum. Semua makhluk hidup butuh itu. Kalo gak pernah mengaum malah aneh. Jadi keluhan-keluhan itu lebih baik dikeluarin lewat auman hehehe

    1. Hahaha,kalo saya malah paling engga bisa memaki/mengutuk sprti itu..
      Engga trbiasa mgkn ya,lebih tepatnya 🙂
      Jd klo bnr2 lelah bgt dg sesuatu palingan cukup tarik nafas dalem trs hembuskan pelan2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s