The Teacher’s Diary : Mengajar Dengan Hati

IMG_1258.JPG

Kemarin malam sehabis magrib, saya disodorin film thailand oleh adik bontot saya. Adek saya ini hobi download film-film gitu deh di internet, salah satunya film ini. Kata adek saya ini filmnya lucu, ga ada romancenya koq. Jadi aman lah ya buat seorang jomblo seperti saya *lho?! 😆😋
Saya termasuk penggemar film thailand, terutama film horrornya. Jadi ketika ditawarin film ini ya tentu aja engga nolak. Anggap aja hiburan di malam minggu nan kelabu *soalnya emang cuaca malam mendung gitu mau hujan.
Jadilah saya nonton sendirian di kamar adek saya, baru 12 menit film berjalan saya sudah sukses ketawa ngakak. Beneran lucu ternyata. Hihi
Film ini dikisahnya tentang dua orang guru, yang perempuan bernama Ann dan yang laki-laki bernama Song.
Mereka berdua mengajar di sekolah yang sama, yaitu sekolah terapung yang terletak di sebuah bendungan besar namun terpencil. Bahkan signal pun tidak ada disana.
Ann dan Song mengajar di rentang waktu berbeda. Ann mengajar disana pada tahun 2011, dia sebenarnya ditugaskan disana sebagai bentuk “hukuman” dari kepala sekolah tempat dia mengajar. Karena Ann memiliki tato bintang di tangannya. Ann pun menerima tawaran tersebut sebagai bentuk pembuktian bahwa dia bisa mengajar dengan baik walau mempunyai tatto. Ann pun pergi tidak sendiri, ditemani Gigi seorang guru juga,Ann memulai hidupnya di tempat tersebut.
Dari awal tiba disana,Ann menulis sebuah catatan diary. Mulai kegelisahannya karena hidup jauh dari pacarnya yang bernama Nui, pengalaman menemukan mayat di danau, termasuk ketika Ann patah hati dan merasa kesepian di tempat tersebut.
Waktu pun berlalu, tugas Ann disana berakhir dan digantikan guru lain bernama Song. Song sebenarnya masih percobaan sebagai guru, tapi nekat menerima tawaran mengajar disana dengan harapan dapat segera menjadi guru tetap. Pada awal kedatangannya Song tidak sengaja menemukan diary milik Ann yang tertinggal, dibacanya tulisan milik Ann yang ternyata cukup menarik perhatian Song.
Segala hal kesulitan yang Song alami, ternyata juga dialami oleh Ann. Song pun merasa tidak sendiri, sebab ada Diary Ann yang menemani hari-harinya.
Alur cerita ini maju-mundur tapi tidak membosankan, beragam kekonyolan digambarkan di film ini, seperti ketika Ann patah hati dan melompat sambil berteriak kencang dari atas balkon sekolah, hal ini juga ditiru oleh Song yang juga kebetulan patah hati dan membaca diary Ann. Ann menamakan sekolahnya adalah S.O.G sekolah orang galau (kebetulan terjemahannya seperti itu), hihihi.
Cara mengajar Ann kepada siswanya dengan gerakan, juga ditiru oleh Song yang awalanya kesulitan mengajar anak-anak. Atau ketika salah satu siswa Song mengatakan belum pernah merasakan naik kereta, dan Song berinisiatif mengikat sekolah terapungnya dengan perahu dan menariknya seolah-olah itu adalah kereta. Hikmah yang dipetik dari film ini adalah tentang bagaimana seorang guru ikhlas mengabdikan dirinya kepada dunia mengajar, bukan lagi melihat dimana ia mengajar, berapa banyak murid yang diajarkan, tapi tentang bagaimana ia mampu memotivasi murid-muridnya untuk lebih cerdas, mempunyai cita-cita yang tinggi, tentang bgaimana cara mengajar yang baik agar dimengerti siswanya, bukan hanya pada teori saja tapi juga kepada praktek pengajaran. Ada satu scene ketika salah satu murid yang tidak mau lagi bersekolah karena ingin membantu ayahnya menjadi nelayan, dan Song mendatangi keluarganya agar anak tersebut mau belajar kembali dengan tawaran bahwa Song akan membantu wali muridnya mencari ikan ketika akhir pekan tiba.
Song yang kagum pada Ann memutuskan mencari Ann ke kota, namun menemukan knyataan bahwa Ann akan segera menikah. Yaaa, Song secara sadar bahwa dia jatuh cinta pada sosok Ann karena diary Ann yang dibacanya setiap hari. Song bahkan belum tau seperti apa wajah Ann karena yang dia punya hanya lah diary dan cerita murid-muridnya bahwa guru Ann adalah orang yang baik.
Film ini bener-bener rekomendasi yang baik untuk teman-teman pengajar. Bahkan mengingatkan saya pada program Indonesia Mengajar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s