Ayah dan Anak

IMG_1240.PNG

Siapa yang dekat sekali dengan ayahnya? Bahkan saking dekatnya serasa seperti teman.
Saya bukanlah seorang anak yang dekat dengan ayah. Ada sedikit jarak, kami tidak bermusuhan. Namun, jarang sekali terlibat pembicaraan layaknya saya dengan ibu saya.
Postingan tentang ayah, saya rasa sudah pernah saya tuliskan sebelumnya. Namun tidak bosan saya bicarakan lagi.
Saya merindukan sosok ayah, versi saya sendiri. Saya ingin bisa bercerita dengan ayah saya, saya ingin bisa bercanda dengan ayah saya, saya ingin mampu mengatakan bahwa “pah, aku lagi sedih nih” atau “pah, aku sedang jatuh hati dengan laki-laki itu”. Saya ingin mampu melakukan hal itu. Tapi tidak bisa,lebih tepatnya tidak berani.
Tiap kali melihat ayah di rumah, saya ingin bisa berbicara dengannya. Tapi kami terlalu kaku. Ayah saya berbicara hanya ketika akan bertanya atau memerintah sesuatu kepada saya. Selebihnya ayah saya jaraaaaang sekali menanyakan tentang kehidupan saya.
Ahh saya rindu ayah versi saya.
Saya sayang beliau.

#Bekasi di pagi hari

Iklan

2 thoughts on “Ayah dan Anak

  1. Syera… aku juga begitu 😦
    Pengen deket sama Papi dsb, tapi kita ada jarak and gak dekat. Gak mungkin juga cerita2 karena our relationship is not like that, ngomong jg seperlunya aja apalagi Papi tipe orang jaman dulu yang kalo iya ya iya, nggak ya nggak… susah ya πŸ™‚

    1. Kita samaan ya mar 😦
      Papaqu jg tipe org kaku dan ga byk omong.
      Tapi walau ada jarak jauh dilubuk hati yg dlm ya kita syg sm papa kita. 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s