Tulisan Konyol : Surat Terbuka Untuk Calon Suami Part 5

Dear Calon Suamiku,

Apa kabarnya kamu? udah sarapan kan? semoga kerjaan kamu lancar di hari ini. Saya engga konsen bekerja pagi ini. Maklum lah nyawa belum ngumpul dan rasanya masih ingin memeluk bantal di kamar kosan. Saya kangen kamu. Kangen kamu yang saya sendiri engga tau siapa, rupanya seperti apa. Tapi saya rindu kamu. Saya doakan kamu terus. Doa tanpa menyebut nama. Karena saya engga tau siapa nama kamu.

Dear calon imamku, ajari saya untuk mencintaimu dan mengerti kamu jika kita telah bersama. Bimbing aku dalam meredam segala egoku. Jika kelak saya menjadi istri kamu. Ahh ya kemarin hari Ayah. Saya mau sedikit cerita tentang ayah saya.

Saya memanggilnya papa. kami tidak begitu dekat, bahkan jika saya pulang ke rumahpun hanya sebatas setor muka. Jarang berbicara. Saya hanya banyak bicara dengan ibu saya. Papa sebenarnya baik, hanya saja pendiam dan sedikit gengsian tinggi. Papa tipikal tidak mau mengalah kalau sudah kalah. Itulah papa. Tapi saya sayang beliau. Jika kamu kelak jadi menantunya, ajak Papa saya memancing yah. Papa saya suka memancing. Dulu waktu saya kecil, papa bisa pergi mancing dengan temannya berhari-hari dan pulang membawa ikan. Habis itu diomelin mama saya. Kini beliau sudah tidak memancing lagi. Karena engga ada temannya. Tolong ajak papa saya ya untuk memancing bersama.

Papa juga suka dengan tanaman. Jika sedang pulang ke kampung, papa bisa berjam-jam di tanahnya. entah mencabuti rumput, memangkas pohon-pohon. Pokoknya disana papa menemukan keasikan tersendiri. Kamu mungkin bisa mengambil hatinya dengan sedikit bergabung dengan papaku. Papa memang agak kaku, ajak saja berbicara tentang dunia politik atau misalnya bicarakan soal tentara2 gitu. Papa pasti nyambung. Karena papa saya dulunya mantan anak kolong. Yap, kakek saya tentara.

Sejauh ini, selama saya berpacaran dengan mantan pacar saya terdahulu papa hanya sesekali berbicara dan menemani mantan pacar saya di ruang tamu. Namun belum pernah sekalipun ada pria yang mendatangi papa secara khusus untuk meminta saya. Papa juga bukan tipikal orang tua yang menanyakan kapan seorang pria siap meminang anaknya. Engga, papa bukan seperti itu. Jadi kamu harus memulainya.

Kalau ditanya apa yang disukai papa saya selain memancing dan tanaman. Papa saya suka makan buah. Jika ingin memberikan sesuatu saat datang ke rumah. Belikan saja buah untuk papa. Pasti akan dimakan. mungkin segitu dulu cerita tentang papa saya.

Untuk kamu, calon suamiku diluar sana. Jika nanti kelak kita bertemu, saya harap pertemuan pertama kita berjalan dengan indah. Saya ingin bisa tertawa bersama kamu, membuatkan kamu masakan hasil karyaku. Bercerita tentang mimpi kamu dan mimpiku dan mimpi kita berdua.

sekian surat kali ini untukmu.

Sincerely

Calon Istrimu

#ciumtangan

Iklan

5 thoughts on “Tulisan Konyol : Surat Terbuka Untuk Calon Suami Part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s