Diposkan pada Uncategorized

Film Indonesia

Saya ada kenal beberapa teman yang kalau saya ajak nonton bioskop,ogah nonton film indonesia.
Genre apapun ogah ditonton.
Padahal ga semua film indonesia jelek jalan ceritanya loh. Beberapa mempunyai kualitas bagus bahkan engga jarang bikin saya merasa haru biru.
Kalau bicarain film horor indonesia,ga usah diomongin yah. Rata2 ya gitu deh,bad story atau malah lebih jualan body.
Saya mau bicarain film indonesia yang temanya budaya atau tentang nasionalisme. Bagi saya banyak film indonesia yang bagus jalan ceritanya.
Contohnya Ca Bau Kan, Alangkah lucunya negeri ini,merah putih dll.
Film Ca Bau Kan,pertama kali saya tonton saat kuliah semester pertama. Nontonnya pun bukan dibioskop tapi di ruang audio visual kampus. Itu juga ditugasin oleh dosen sastra saya,katanya bagus ini film.
Ternyata emang bener,bagus filmnya. Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Remy Silado. Setting cerita pada saat penjajahan belanda-jepang, tapi bukan perang-perangan. Semacam romansa cinta antara pribumi dengan cina peranakan. Ah pokoknya sedih tapi romantis. Adegan yang paling saya ingat ketika tokoh Tinung yang terguncang jiwanya akibat dijual dan dijadikan jugun lanfu oleh tentara jepang sedang duduk termenung di halaman rumah sakit,lalu suaminya Tan Pen Liang yang baru aja muncul setelah bersembunyi di luar negeri mendatangi Tinung dan memeluk sambil bilang “apapun keadaan kamu,aku tetap cinta sama km”. Itulah yang namanya cinta.
Film lainnya Alangkah Lucunya Negeri ini,yang dimainkan tokoh reza rahardian dan Deddy Mizwar. Bercerita tentang Mukid yang seorang sarjana S1 tapi ga kunjung dapet kerjaan di perusahaan manapun,dan berkenalan dengan pencopet cilik. Mukid menawarkan kerja sama dengan para pencopet untuk memanajemen keuangan mereka. Jadi dari penghasilan mencopet tiap harinya akan dipotong sekian ribu untuk ditabung dan kelak tabungannya dijadikan modal usaha. Mukid tidak sendirian, dirinya dibantu dengan teman-temannya yang juga sarjana pengangguran,ada yang mengajari pendidikan dan agama. Mereka dapet upah dari mengajar tapi hasil mencopet. Lucu dan mengelitik kita sebagai bangsa indonesia karena film ini dekat sekali dengan realita masyarakat indonesia dalam keseharian. Puncak dari film ini ketika mukid dan kawan-kawannya ketahuan oleh orang tuanya bahwa mereka selama ini bekerja untuk pencopet dan digaji oleh pencopet. Ortu mereka ga setuju karena menganggap itu uang haram. Dilema sih ya,ngajarnya kan halal tapi yang menggaji dari pekerjaan yang diharamkan. Yah pokoknya tonton sendiri lah di youtube. Film ini layak banget ditonton,apalagi di akhir film dituliskan pasal 34 UUD 45 “bahwa orang miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara”. Deegghh..kenyataannya tidak 😥
Sebenarnya masih banyak film nasional yang mau saya bicarakan disni seperti Dibawah Lindungan Kabah,Tenggelamnya kapal van der wijck, Rectoverso, Perahu Kertas dll.
Ada yang punya film nasional favorit seperti saya ga?

Iklan

Penulis:

Bininya Masbeb, suka masak, dramaqueen, hobi nonton horror

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s