Diposkan pada Uncategorized

Uniknya Ayah

Tadi pagi saya whatsapp dengan salah seorang sahabat saya.
Dia cerita kalau ayahnya datang dari Jakarta, kebetulan sahabat saya memang sedang bekerja di luar kota dan tinggal sendirian.
Sahabat saya sedikit “komplain” tentang keunikan ayahnya selama mengunjungi dia.
Ayahnya tipikal Pria yang unik. Dan amat sangat hidup yang sehat. Jadi di tempat tinggal sahabat saya ini, harga Aqua Galon kisaran 30ribuan. Maklum saja, karena tinggal di luar pulau Jawa. Urusan makanan atau minuman yang sumbernya dari Jawa otomatis akan berkali lipat jika sudah diluar pulau. Ayah dia itu ga mau minum air kalau bukan merk Aqua. Sekalipun itu untuk urusan Aqua galon.
Nah, sahabat saya selama ini minum air di rumah ya dengan air isi ulang. Dengan alasan jauh lebih murah, irit. Lagian air isi ulang juga kan ga jelek-jelek amat.
Pas Ayahnya ke rumah, kebetulan air dirumahnya masih galon isi ulang. Sahabat saya karena tau ayahnya mungkin kurang percaya dengan air isi ulang, jadilah dimasak lagi oleh sahabat saya untuk urusan air minum itu.
Tapi yang terjadi ayahnya tetap ga mau nyentuh air minumnya. Keesokan harinya barulah diganti dengan Aqua galon beneran, baru sang Ayah mau minum.
Unik, lucu itulah sepenggal cerita tentang Ayahnya. Saya bilang ke dia, yah itulah uniknya ayah kamu. Nikmatin saja, karena itu akan menjadi kenangan yang membekas tentang ayah.
Beda lagi dengan ayah saya. Yang unik dari ayah saya adalah berani beli barang tanpa ditawar bahkan cenderung dikibulin oleh teman kerjanya untuk urusan jual-beli barang. Pernah bapak saya pulang bawa air minum sekardus isinya 6 botol yang dibelinya dengan harga 210ribu. Ibu saya ngomel-ngomel, karena cuma air minum aja sampai mahal banget. Terus bapak saya bilang, air itu mahal karena itu air alkali. Gubraakk, dan itu dibeli dari teman kerjanya.
Atau pernah bapak saya beli kepala ikan buanyak banget, tapi ga segar. maksud hati bikin senang ibu saya dengan beli kepala ikan. apa daya malah kena omelan karena yang dibeli kepala ikan yang ga gitu segar. jadilah bapak saya disuruh nyiangin sendirian kepala ikan.hihii
pokoknya urusan beli barang, mending jangan ayah saya yang turun. bisa rugi karena kena tipu harga, yang ada malah bikin orang serumah geleng-geleng kepala.

Inilah uniknya ayah saya dan teman saya. Pria yang separuh hidupnya bekerja keras untuk kami sekeluarga. Diluar rumitnya sang ayah, kakunya ayah, diamnya ayah. Ayah adalah orang pertama yang berada di baris terdepan untuk keluarganya.

Iklan

Penulis:

Bininya Masbeb, suka masak, dramaqueen, hobi nonton horror

2 tanggapan untuk “Uniknya Ayah

    1. Hehehe uniknya bapak2 kita ya kak 😀
      Walaupun mgkn kita sbg anak byk komplain ttg rumitnya bapak, tp justru kerumitan itu yg bikin unik dan membekas di ingatan anaknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s