Diposkan pada Uncategorized

Kucing-kucing di hidupku

Awalnya saya mengenal kucing ketika saya menginjak bangku SD. kala itu, ada kucing kampung yang melahirkan empat ekor anaknya di lemari mama.

karena masih kecil-kecil, oleh orang tuaku tetap dipelihara hingga satu persatu anaknya mati.

entah karena sakit, entah karena kecelakaan saat main-main di jalanan.

saat itu keluargaku kurang begitu perhatian terhadap kucing-kucing tsb.

hanya sebatas memelihara, tapi belum sampai tingkat menyayangi.

dua-tiga kali beranak pinak. akhirnya papa memutuskan membuangnya di ruko-ruko dekat mall.

diangkutnya induk kucing dengan satu bayinya yang berumur 1 bulan.

saya melihatnya, kasian.

air mata saya pun menetes memikirkan nasib mereka. namun, apa daya saya hanyalah anak SD yang tidak bisa ambil keputusan di keluarga saya.

setelah itu tidak ada kucing di hidup saya sampai saya lulus kuliah dan bekerja di makassar.

 

2012 silam, bulan september..

saya pulang kerja sembari menunggu taksi di depan gedung tempat saya bekerja, sayup-sayup saya mendengar suara tangisan anak kucing. Oh ternyata ada anak kucing yg kebingungan mencari induknya di pinggir jalan. padahal jalanan cukup ramai.

tidak tega, saya putuskan menyebrang jalan meninggalkan teman saya yg jg sedang menunggu taksi.

saya pinggirkan anak kucing tsb, tapi yang ada balik lagi ke jalan. makin tidak tega hati ini.akhirnya gendong bayi kucing ke seberang jalan. saya mencari2 plastik dan memutuskan membawanya pulang.

sepanjang naik taksi bayi kucing itu terus2an menangis kelaparan. sesampainya di kosan, saya mandikan dengan air hangat, saya kasih shampo hingga wangi. habis itu saya keringkan.

saya coba berikan susu milo yg saya punya tapi anak kucing tsb tdk mau.

akhirnya saya sodorkan air putih dimangkuk. tetap tidak mau.

anak kucing tsb tertidur krn rasa lelah dan haus sembari saya selimuti.

esok harinya saya googling cara memberi susu, di sana saya dapat pengetahuan bahwa bayi kucing tidak boleh meminum sembarangan susu. bahkan susu kental manispun tidak boleh.

hanya diperkenankan meminum susu bayi merk SGM 1 usia 0-6 bulan. sorenya saya belikan susu. malamnya selepas pulang kerja saya beri susu dan berhasil. senang sekali. kegiatan baru saya mulai saat itu memberikan susu sebelum dan sesudah berangkat kerja. botolnya pun buatan saya sendiri yg saya dapat dari botol obat tetes dan ujungnya saya potong lalu saya selipkan kapas untuk rembesan susunya. kucing saya minum dengan lahapnya..

Image

satu bulan kemudian saat saya main-main dengan kucing saya, sayup2 terdengar lagi suara anak kucing.

kali ini saya bersikeras hanya kucing ini yg mau saya pelihara. tapi yg ada tmn saya malah membawa masuk dan ditaruh di kandang milik kucing saya. akhirnya dipeliharalah kucing kedua oleh saya.

Image

 

namanya Momo. kucing betina warna putih dan hitam yang sangat nurut sekali sama saya. bahkan saat tidur pun suka saya jadikan mainan saya..

Image

 

bulan demi bulan berlalu hingga memasuki bulan februari saya melihat awo. kucing pertama yg saya temukan terlihat tidak bersemangat menyambut saya pulang, saat saya beri makanpun ogah2an

saya pikir itu cuma masuk angin biasa..esok harinya awo terlihat lemas. disitu perasaan hati saya hancur lebur. bahkan ketika awo mati saya benar2 kehilangan dan merasa bodoh dan bersalah karena tidak sempat membawa awo ke dokter..

mulai saat itu saya sangat care dg momo, sakit sedikit saya bela-belain ke dokter hewan..

sekarang saya sudah pindah ke jakarta lagi..

di rumah pun mulai ada kucing-kucing tinggal bersama ortu saya.

kali ini mereka menyayangi dengan hati..

Image

ini Arthur..kucing persia

 

Image

tingkah menggemaskan arthur saat tidurr

 

 

Image

yang ini Michel, kucing persia juga

 

Image

 

anak-anak kucing kampung

 

Image

Anak-anak arthur dan michelle

 

sebenarnya ada dua ekor lagi..tapi belum sempoat fotonya saya upload..

totalan alhamdulillah sekarang di jakarta ada 13 ekor kucing2 🙂

 

Iklan

Penulis:

Miss dramaqueen

4 tanggapan untuk “Kucing-kucing di hidupku

    1. hihi, makasih kak noni…
      mungkin karena mereka jarang main diluar kali yah, jadi bersih smua :p

      klo ga boleh pelihara kucing, coba rayu matt dong..
      dan bilang..kucing kan berbulu juga seperti orang utan :p
      hehehehe

    1. makasih mba bebe 🙂
      salam kenal juga yaaa..

      aq lohh silent reader blognya mba bebe..
      dan sempet ngeracunin tmn buat bikin indomie kuah susu..hahahhaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s